Krystal Jung & Jessica Jung | Romance, Sad, Family
Ficlet (<600 words) | AU

a story

by hannakim

-oOo-

Cinderella?
Dongeng yang sangat klise.

Pernahkah kalian memikirkan nasib saudara tiri Cinderella?
Apakah ia memang selalu ditakdirkan menjadi pemeran antagonis?
Apakah ia memang tidak ditakdirkan bersama pangeran?

-oOo-

Kala itu, aku baru saja menyelesaikan dongeng yang kubaca, ketika eomma menyuruhku keluar dari kamar. Kemudian eomma mengenalkanku pada sosok seorang pria dan seorang anak kecil. Namanya Jessica. Mereka berdua sangat baik padaku dan eomma. Jung ahjussi –dulu aku memanggilnya begitu- bahkan membelikanku boneka-boneka yang selama ini aku impikan.

Suatu hari, eomma berkata akan menikah dengan Jung ahjussi. Aku pikir, karena itukah eomma tidak pernah mengajakku bertemu appa? Tapi, ketika aku bertanya begitu, eomma malah memarahiku. Kata eomma, kami akan hidup bahagia setelah ini. Aku sendiri tidak tahu kenapa, saat itu.

Tapi, benar saja, setelah eomma menikah dengan appa, kami pindah ke rumah appa dan Jessica eonnie, yang luasnya hampir 5 kali lipat dari rumah lama kami! Aku bahkan sekamar dengan eonnie. Ah, aku baru sadar ternyata eomma benar.

-oOo-

 

“Eonnie! Ppali, makanan sudah siap!” panggilku dari dapur. Maklum saja, appa pasti harus segera mengikuti perjalanan bisnis dan pasti buru-buru. Eomma? Sepertinya belum bangun.

“Krystal-ah. Kau tahu kan ada appa?” tiba-tiba saja eomma sudah ada di sampingku.
“Ne, eomma.” Balasku bingung.
“Seharusnya kau bangunkan eomma lebih pagi! Agar eomma bisa menyiapkan kalian sarapan. Kau mau eomma dimarahi appa karena tidak membuat sarapan dan membiarkanmu melakukannya?” Tanya eomma, ketus.
“aniya, eomma. Tadi aku bangun terlalu pagi, lalu..”

 

Plak!

 
Eomma menamparku.

“Krystal. Kau mau merebut perhatian appa dari Jessica? Kau ingin dipuji appa, ‘kan?”
“Ani, eomma. Mianhae, aku tidak bermaksud begitu.”
“Ck. Kau ini selalu begitu. Sudah, eomma saja yang bereskan!”

.
“Krystal-ah, Jessica-ya. Bagaimana sekolah kalian?” Tanya appa di sela-sela sarapan.
“Baik, appa. Tapi mungkin kami harus belajar lebih giat lagi, sebentar lagi ujian.” Jessica eonnie menjawab.
“Jessica, kau harus belajar lebih giat lagi, sebentar lagi kau akan menuju perguruan tinggi.” Kali ini eomma yang angkat bicara.
“Arraseo, eomma. Aku sudah mulai mencari kampus yang memiliki jurusan design di Seoul.”
“Benarkah? Itu bagus, Jess. Eomma harap, kau bisa kuliah di universitas Kyunghee.”
“Ne. Harapanku juga begitu, eomma.”

“Bagaimana denganmu, Krystal-ah?”
“Aku? Baik-baik saja. Sejauh ini, belum ada kesulitan.” Balasku.
“Baguslah. Kalau begitu, kalian berangkatlah.”

-oOo-

 

Aku meletakkan secarik kertas yang dilapisi amplop dan tak lupa sebatang coklat, ke dalam loker. Bukan loker milikku, tentu saja. Tapi loker milik Sehun sunbaenim. Oh Sehun. Siswa kelas XIII, yang selama 2 tahun ini menarik perhatianku.

“Krystal-ah! Ppali! Kau harus ke lapangan!” Tiba-tiba, Choi Sulli memanggilku yang baru saja memasuki koridor lantai 2, letak kelasku berada. “Wae geurae?” tanyaku. “Aish, ppali!” Sulli menarik tanganku. Kami berjalan menuju lapangan basket outdoor.

 

Dan terpampanglah pemandangan yang memuakkan—bagi seorang Krystal Jung.

 

Momen yang seharusnya membahagiakan bagi 2 orang yang sepertinya baru menjadi sepasang sejoli. Tapi tidak bagi Krystal.

 
Sangat tidak menyenangkan melihat namja yang kau sukai dipeluk—tidak, lebih tepatnya berpelukan—dengan kakakmu sendiri, bukan? Begitu pun yang dirasakan Krystal.

 

Rasanya seperti pertahanan yang telah lama kau bangun runtuh begitu saja.

 
“Krystal-ah? Kau tidak apa-apa? Mian, tadi aku tidak bermaksud..” Sulli menatap prihatin sahabatnya yang tengah dilanda rasa sakit hati. Rasa dikhianati, oleh Jessica Jung.

“Aniya, Sulli-ya. Maldo andwae. Jebal, katakan padaku ini hanya mimpi.”

 
Sayangnya, itu bukan ilusi semata. Itu nyata, dan sepahit apapun, kenyataan itulah yang harus diterima oleh Krystal.

 

Fin.
or tbc?

Note: Feelnya dapetkah? Aku bikin ini bentar banget. Awalnya aku mau bikin happy ending, tapi mau gimana lagi, hobiku bikin FF sad ending /plak/ dan gapernah dibikin sequel.

Mind to leave your comment?

Advertisements