FF complete cover

Title : Complete

Main Cast : Kim Hyemi, Oh Sehun

Support Cast : Park Min Gi, Choi Rara, Kim Jongin, Byun Baekhyun, kim taeyeon, Park Chanyeol, xi lu han

Author : @aishadewi | http://aishadewisekartaji.wordpress.com/

Genre : drama, romance, sad, School life


 

Pip Pip Pip Pip

“hyemi sayang, ayo bangun nak ini sudah jam berapa? Apa kau tidak akan pergi ke kampus?” terdengar teriakan eomma dari dapur yang membangunkanku dari alam tidurku. Aku pun membuka kedua mataku perlahan berusaha memfokuskan pandanganku yang masih remang-remang matahari mulai masuk kedalam kamarku yang sekarang ini menjadi warna merah muda, karena sinarnya masuk kedalam celah-celah tirai kamarku yang berwarna merah muda. Setelah pengelihatanku sudah benar-benar fokus kubuka tirai kamarku dan berjalan kearah meja belajar. Kulihat ponsel yang kusimpan diatas meja belajar ada 3 pesan masuk dan 7 panggilan tidak terjawab dan itu semua dari sahabatku Min Gi dan Rara.

Pesan 1

From : Min Gi

Ya! Kim Hyemi kau akan terus tertidur dan tidak akan pergi ke kampus?

Pesan 2

From : Rara

Ratu tidur cepatlah bangun kau akan menyesal jika tidak datang ke kampus hari ini

Pesan 3

From : Min Gi

Hyemi-ah cepatlah bangun atau kau ingin melihat sehun duduk disebelah yeoja lain.

‘memangnya ada apa dengan sehun? Lagipula sehun tidak mungkin akan sekelas dengan kami. Mereka aneh sekali’ tanyaku dalam hati. Sehun namja yang 2 tahun belakangan ini kusukai, karena sifatnya yang dingin dan terlihat sangat cool apalagi dijajaran para yeoja kampusku. Mereka akan melakukan apapun agar bisa dekat dengan sehun. Beda sekali denganku, walaupun aku menyukai seorang Oh sehun tapi aku tidak sampai melakukan hal-hal konyol dan rela mengorbankan apa pun untukknya seperti yeoja-yeoja itu. Tapi, para sahabatku selalu membantuku dekat dengan sehun seperti sifat-sifat yeoja fans sehun itu yang konyol. Walaupun begitu mereka tetap dan sahabatku dan aku menghargai yang mereka lakukan padaku.

Setelah melihat ponsel dan membaca semua pesan masuk, aku pun segera berjalan menuju kamar mandi dan bersiap-siap untuk ke kampus. Hanya membutuhkan waktu 20 menit didalam kamar mandi, untuk ukuran yeoja seperti ku. Aku pun segera memilih baju yang ku kenakan untuk ke kampus hari ini baju lengan pendek bergaris biru dan putih dan rok berwarna biru langit yang kupilih untuk hari ini. Dan setelah semuanya siap aku pun keluar dan berjalan menuju ruang makan yang bisa kulihat eomma sedang memeriksa bahan-bahan makanan yang berada didalam kulkas.

“selamat pagi eomma” ucapku dan segera duduk diruang makan.

“akhirnya kau bangun juga hyeminie” ucap eomma lalu membawa sepiring roti dan susu untuk sarapanku pagi ini.

“kemana appa?” tanyaku pada eomma yang kembali membuka kulkas.

“tentu saja sudah pergi memangnya jam berapa sekarang, kalau appamu jam segini belum pergi mungkin siap-siap untuk dipecat” ucap eomma padaku. Aku pun hanya tertawa kecil dan melihat jam tangan kecil yang berada ditangan kiriku. ‘pantas saja sekarang sudah jam 09.30 bagaimana mungkin appa masih ada dirumah. Kau ini bodoh sekali hyemi!’ ucapku dalam hati.

“baiklah eomma, aku pergi ne. annyeong” ucapku lalu keluar dari rumah. Saat aku berada dihalaman rumah tiba-tiba terpikir olehku kenapa aku tidak membawa mobil saja lagi pula aku sedang malas naik bis kali ini. Akhirnya aku masuk ke dalam rumah dan mengambil kunci mobil yang digantung diruang keluarga. “eomma aku pergi dan aku membawa mobil ne!” teriakku dari ruang keluarga.

“hati-hati” teriak eomma dari dapur. Aku pun berlari menuju garasi rumah dan segera menaiki mobil. Mobil ini sebenarnya kepunyaan eommaku hadiah pernikahan dari appa, tapi karena eomma jarang berpergian jadi mobil ini lebih sering digunakan olehku dibandungkan oleh eomma. Hanya membutuhkan waktu 30 menit menuju kampusku. Setibanya dikampus dan setelah aku memarkirkan mobil aku segera mencari kelas sambil mencari dimana kedua sahabatku.

Aku dan kedua sahabatku berada dijurusan seni universitas ini. Aku pun bergegas berjalan menuju kelas dengan langkah yang terhitung cepat, karena takut dosen yang mengajarku sudah datang dan bila aku terlambat bisa-bisa aku akan terkena masalah. Saat aku masuk kedalam kelas ternyata belum ada dosen yang datang, walaupun kelas sudah setengah penuh. Ada sebagian yang berdiam mahasiswa yang berada didalam kelas dan sebagian lagi menyimpan tasnya saja. Kucari Min Gi dan Rara disetiap sudut kelas atau di kumpulan orang-orang. Tapi tidak kutemukan dua makhluk yang selalu mericuhkan kelas tersebut akhirnya aku mencari setiap tas satu-persatu kala-kalau aku menemukan tas mereka.

Benar saja aku menemukan kedua tas mereka di bangku tengah, dan mereka menyisakan satu bangku untukku yang kosong. Mereka memang sahabat yang bisa diandalkan. ‘tapi tunggu ini tas siapa? Sepertinya milik namja? Tumben sekali mereka memilih tempat duduk sebelah namja. Biasanya mereka takut kalau harus duduk sebelah seorang namja karena takut dimarahi oleh namjachingu mereka’ ucapku dalam hati. Setelah menyimpan tas aku pun berniat mencari mereka tapi aku harus mencari nya kemana.

“taeyeon-ssi kau lihat rara dan Min Gi?” tanyaku pada salah seorang teman sekelasku kali ini.

“tadi aku melihat mereka keluar bersama baekhyun kalau tidak salah” jelas taeyeon padaku.

“ah, begitu baiklah gomawo taeyeon-ssi” aku pun segera berlari keluar dari kelas dan pergi menuju markas mereka. Ya, yang kubilang markas adalah tempat baekhyun dan jongin untuk berkumpul. Baekhyun dan jongin adalah namjachingu dari Rara dan Min Gi. Lebih rincinya lagi Baekhyun namjachingu Min Gi dan jongin namjachingu Rara. kedua sahabatku ini sangat mudah mendapatkan namjachingu berbeda sekali denganku. Bahkan Rara dan jongin sudah berkencan selama 2 tahun sedangkan Min Gi yang selalu dijuluki ratu kampus ini baru berkencan dengan baekhyun selama 3 bulan. Min Gi mendapat julukan ratu kampus karena wajahnya yang cantik dan cukup dikagumi para namja dikampus ini, sayangnya mendapatkan seorang Park Min Gi ini sangatlah sulit. Apalagi setelah kejadian 1 tahun yang lalu Min Gi menjadi sangat sensitive untuk mencari sorang namjachingu. Sesampainya di tempat berkumpul baekhyun dan jongin aku pun segera masuk dan siap mengagetkan mereka semua.

“ya! kalian jahat sekali. Kesini tidak memberitahuku” ucapku dengan nada cukup tinggi, dan benar saja semua yang ada diruangan tersebut kaget. Tapi tunggu kenapa sepertinya tempat ini banyak sekali orang. Aku pun menyelidiki setiap orang yang ada didalam ruangan tersebut Rara, Jongin, Baekhyun, Min Gi dan tunggu kenapa ada Chanyeol disini.

“ya! hyemi suaramu itu membuat kupingku sakit. Salah sendiri datang terlambat” ucap Min Gi padaku. aku pun segera duduk di tengah-tengah antara baekhyun dan Min Gi. aku memang sengaja duduk ditengah-tengah namja dan yeoja ini. Aku memang selalu menjahili kedua makhluk ini.

“hyemi-ah minggir kau menggangguku dan Min Gi!” protes baekhyun disebelah kananku.

shut up byun baekhyun!” ucapku sambil menaruh jari telunjukku didepan mulutku.

“ya!” teriak Min Gi disebelah kiriku. Aku hanya tertawa melihat kedua orang yang berkencan in kuganggui. “ya! hyemi kalau kau tidak minggir biar chanyeol yang membuatmu minggir dari sini” ucap Min Gi padaku.

“baiklah, baiklah aku minggir daripada harus diserbu oleh seorang chanyeol” ledekku pada chanyeol. Aku pun segera berdiri dan duduk disofa depan Min Gi, Baekhyun dan chanyeol sedangkan Rara dan jongin duduk tepat didepan sebuah Grand Piano yang berada diruangan tersebut. Oh ya, satu lagi yang belum kuceritakan Park chanyeol teman kami juga tepatnya sahabat dekat baekhyun tapi berbeda jurusan dengan kami, chanyeol memang hobi sekali menggodaku apalagi menggodaku untuk menjadi yeojachingunya yang selalu membuatku merinding sekaligus muak mendengarnya. Maka dari itu aku selalu meledek chanyeol.

“kau sudah kekelas tadi?” Tanya Rara padaku.

“ne, kenapa?” ucapku singkat.

“sudah ada dosen?” Tanya rara padaku lagi

“belum, tapi kalau sekarang aku tidak tau”

“baiklah, oppa coba tolong kau kirim pesan teks untuk sehun dan tanyakan padanya apa kelas sudah dimulai atau belum?” ucap rara pada jongin yang berada disebelahnya. Baekhyun dan jongin juga sama dengan kami dijurusan seni hanya saja berbeda kelas dengan kami. Kalau sampai kami satu kelas, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nanti. Bisa-bisa kelas bukan seperti kelas tapi bisa jadi seperti tempat demo karena adanya baekhyun yang sangat berisik. Apalagi harus ditambah chanyeol sepertinya aku akan langsung minta mengundurkan diri dari kampus ini.

“dosennya baru saja datang kata sehun” ucap jongin. aku, rara dan Min Gi pun dengan cepat berdiri dan bersiap berlari-lari menuju kelas kami pun segera keluar dari ruangan tersebut.

“hati-hati hyemi-ah, jangan sampai kau terjatuh chagiya” terdengar suara berat chanyeol yang terdengar menggodaku dan membuatku merinding. Kami pun berlari sekencang mungkin. Untungnya dosen tersebut belum mulai menjelaskan, kami pun segera mencari tas kami yang disimpan dibangku tengah kelas tersebut, tunggu namja yang duduk disebelahku sehun? Astaga apa ini ulah Min Gi dan rara yang memilih bangku ini. Oh tuhan apa yang harus kulakukan, jangan sampai aku terlihat salah tingkah disebelah sehun nanti. Kami pun segera duduk dan mendengarkan setiap perkataan dosen yang menerangkan dengan seksama tapi kedua sahabatku ini terdengar sedang tertawa kecil sambil melihatku memangnya adayang aneh.

Rara yang duduk disebeahku pun menulis kata-kata diatas bukunya lalu ditunjukkannya padaku ‘aigoo, bahagianya kau sekarang hyemi’. aku pun membalas tulisan tersebut diatas buku rara yang masih ada padaku ‘ini pasti ulah kalian, aku bisa mati karena salah tingkah disini tunggu saja pembalasanku keke’. Aku pun mengembalikan buku tersebut, Rara dan Min Gi yang membaca tulisanku hanya tertawa puas.

Dosen yang mengajar kali ini mempercepat waktunya lebih cepat, kerena ada urusan mendadak jadi kami diperbolehkan pulang lebih cepat. Semua mahasiswa yang ada didalam kelas pun terlihat sangat senang dan segera berburu pintu keluar begitu juga aku dan kedua sahabatku, kami segera membereskan barang-barang yang berserakan diatas meja masing-masing. Kulirik sehun yang masih berada disebelahnya pun sedang mebereskan barang-barangnya dan mengerluarkan ponsel serta earphone berwarna  putih.

“kajja, kita sudah ditunggu oleh jongin!” ucap Rara yang langsung berdiri diikuti dengan Min Gi. Saat aku pun akan pergi tiba-tiba rokku terobek karena tersangku paku yang muncul dari bangkuku. Yang akhirnya rok itu robek dan membuat lika garis pada kakiku.

“appo!” teriakku dan kulihat kakiku tepatnya bagian diatas lutut samping kananku terluka dan mengerluarkan darah.

“gwenchanayo hyemi-ah?” Tanya Rara dan Min Gi yang berada didepanku. “astaga! itu lukamu tunggu biar kucarikan tisu” ucap Min Gi lalu pergi keluar dari kelas.

“Hyemi itu rokmu jadi sobek” ucap Rara padaku. Aku pun hanya diam dan melihat lukaku, saat aku berniat menghapus darah yang mengalir dengan tangku sehun menggenggam tanganku.

“ini pakai saja jaketku. Kalau menggunakan tanganmu bisa-bisa terinfeksi. Tutup saja rokmu ini dengan jaket untuk sementara dan segera lah ke UKS” ucap sehun yang masih duduk dibangku nya. Aku baru sadar robeknya rokku ini cukup besar dan membuat pahaku terlihat, untungnya sehun memberkan jaketnya dengan segera aku menutupi rokku yang sobek.

“g..gomawoyo sehun-ssi” ucapku. Lalu rara dan aku pun segera keluar dari kelas dan berjalan menuju ruang berkumpul jongin dan baekhyun.

“kau kenapa hyemi?” Tanya baekhyun saat melihatku berjalan dituntun oleh rara. diruangan berkumpul bertambah lagi seorang namja yaitu luhan. Teman sekelas chanyeol yang tidak lain teman jongin dan baekhyun juga. Sebenarnya, masih ada seorang lagi sehun yang selalu kemari. Tapi, tidak sesering jongin dan baekhyun.

“tidak apa-apa” ucapku lalu duduk disofa. Saat aku membuka jaket sehun yang kulilitkan dipinggangku. “kau punya alkohol baek?” tanyaku pada baekhyun yang duduk disampingku.

“tidak, tapi tunggu biar kucarikan” saat baekhyun akan keluar dari ruangan tersebut ternyata ada sehun dan Min Gi yang akan masuk kedalam ruangan tersebut. Dan sehun membawa alkohol untuk membersihkan lukaku.

“ini”ucap sehun memberkan alkohol dan tisu padaku. Hari ini entah harus senang atau sedih karena sehun memperhatikanku. Tap,i sedih karena aku melakukan hal bodoh dihadapannya.

“g..gomawoyo” ucapku lagi yang sepertinya aku bisa dihitung mengucapkan kata ’gomawo’. Rara yang membantuku membersihkan lukaku dan menutupinya dengan plester.

“selesai” ucap rara. setelah selesai membantuku menutup luka tersebut.

“kau ini ceroboh sekali chagiya!” ucap chanyeol padaku yang berdiri dihadapanku.

“ya! berhenti memanggil chagiya jerapah!” ucapku pada chanyeol. Sedangkan, yang diajak bicara olehku hanya tertawa dengan memperlihatkan jejeran giginya yang tersusun sangat rapih. Kami pun berbincang-bincang sebentar dan sesekali diselingin tawaan begitu juga sehun. Dari sikapnya yang dingin jika sudah berkumpul dengan baekhyun, chanyeol, jongin, luhan dia bisa tertawa juga. Dan jika sehun tertawa atau tersenyum sangat senang melihatnya.

“oh ya bagaimana kalau hari ini kalian semua makan malam dirumaku?” ucap luhan tiba-tiba.

“hari ini?” ucapku sambil melihat kearah luhan yang duduk disebelah sehun. Semua pasang mata sekarang fokus pada luhan.

“ne, hari ini bagaimana?”

“kajja!” teriak chanyeol “chagiya kau pergi denganku ne?” ucap chanyeol padaku. Astaga, chanyeol memang benar-benar ingin kugigit jika terus memanggilku ‘chagiya’

“shireo!, aku tidak bisa pergi dengan jerapah ahahaha” ucapku sambil tertawa, yang akhirnya membuat orang-orang seisi ruangan tersebut tertawa.

“benar kata chanyeol, hyemi-ah sebaiknya kau pergi dengannya kakimu kan sedang tidak baik” saran Min Gi padaku diikuti anggukan dari Rara, Baekhyun, Luhan, Jongin, dan yang paling bahagia adalah chanyeol. Tapi, seorang yang tidak menangguk dan tidak melihatku siapa lagi kalau bukan sehun. ‘memang sangat susah untuk mendekatimu sehun dan sepertinya akan susah menggapaimu’ ucapku dalam hati.

“tapi aku membawa mobil Min gi -ah” ucapku lesu “chanyeol kau membawa mobil?” tanyaku pada chanyeol.

“ne, aku membawa mobil. Tapi-“ belum sempat chanyeol menyelesaikan kalimatnya sehun memotong pembicaraan. “biar aku saja yang membawa mobilmu” ucap sehun sambil menatapku dalam.

“mwo?” ucapku kaget. “ah, begini saja sehun kau bawa mobil Hyemi dan Hyemi kau tidak perlu bersama chanyeol. Kau dengan sehun saja” ucap Min Gi terburu-buru diikuti senyuman smirknya. “dan luhan-ah kau bersama chanyeol saja”

“andwe!, aku lebih baik naik motor saja. Aku membawa motor, bisa-bisa aku gila berada didalam mobil chanyeol yang selalu memainkan lagu 2NE1 dengan volume yang cukup menusuk telinga” protes luhan dan sukses membuat semuanya tertawa terbahak-bahak. Sedangkan aku hanya bisa diam memperhatikan sehun yang sedang tertawa.

“ya! luhan itu semua lagu favoritku asal kau tau” ucap chanyeol protes terhadap pernyataan luhan.

“baiklah kajja!” ucap luhan keluar dari ruangan diikuti tawaannya yang masih tersisa. Kami semua pun segera bersiap, disaat aku berdiri tiba-tiba rara memanggilku.

“hyemi-ah tunggu!” ucap rara sambil melihat penampilanku dengan rok yang sobek dengan sedikit bercak darah pada daerah yang sobek.

“waeyo ?” tanyaku heran.

“ada yang punya gunting?” Tanya rara pada orang-orang yang masih berada didalam ruangan.

“aku punya, ini” ucap jongin lalu memberikan pada rara. setelah rara mengambil gunting tersebut, rara pun berjalan mendekati ku.

“ya! rara apa yang akan kau lakukan?!” ucapku kaget dan takut. Apa rara sudah gila dia medekatiku sambil membawa gunting.

“ya! rara kau mau apa jangan gila!” teriak Min Gi. Rara tetap berjalan mendekati ku dan tiba-tiba berjongkok dan menggunting rokku hingga beberapa senti diatas lutut dengan potongan yang rapih. Ternyata rara memotong rokku untuk menghilangkan sobek dan bercak darah yang menempel pada rokku. Rara memang cukup mahir dalam merajut atau membuat model baju. Seharusnya aku tidak berpikir yang aneh-aneh padanya.

“nah ini lebih baik” ucap rara setelah selesai menggunting bagian bawah rokku.

“oh jadi ini yang kau ingin kan, seharusnya kau bilang dari tadi” ucap Min Gi sambil berjalan bersama baekhyun keluar dari ruangan. Hanya tersisa jongin, chanyeol, Rara, dan sehun disini.

“kajja!” ucap Rara yang berjalan keluar bersama jongin dan chanyeol. Sedangkan sehun masih menatapku heran karena rokku yang menjadi pendek akibat digunting oleh rara.

“ini… gomawo” ucapku menyerahkan jaket sehun yang tadi dia pinjampan padaku.

“pakailah, untuk menutupi rokkmu” ucap sehun lalu keluar dari ruangan tersebut tanpa ada kata-kata tambahan lainnya. Sedangkan aku hanya tersenyum sendiri ‘apa sehun memperhatikanku?’

TBC

 

Advertisements