MR. Lee, Sorry

gikwang

Lee Gi-Kwang| Mr. Lee (OC)|Other

Life,Friendship|FicletTeen

Summary:

sesaat Gi-kwang merasa ingin dipanggil BOCAH LEMBEK lagi

***

Saat itu Gikwang berumur 13 Tahun

“Ayo, bocah-bocah lembek! tinggal beberapa anak tangga lagi!” teriak Mr. Lee menggunakan megafonnya yang tergantung di pundakknya. Saat ini kelas 8A saat ini tengah mengikuti pelajaran olahraga–bersama Mr. Lee pastinya.

Gi kwang  menatap kesal Mr. lee yang sudah berdiri di puncak tangga. Mr Lee adalah guru olahraga ter-sadis di sekolah mereka. Mr Lee tidak dekat dengan siapapun, dia galak dan humorisnya terlalu garing. Badannya pendek dan megafon merah tua selalu tergantung di pundakknya.

Beberapa murid perempuan terlihat berhenti di tengah jalan dengan nafas terengah-engah, tapi Gi kwang terus berlari bersama beberapa anak laki-laki di depannya

“Mr. Lee memang orang yang keras kepala. Kita baru 13 tahun dan disuruh menaiki tangga gedung sekolah yang berlantai 7, Gila” umpat Suzy yang masih berlari di belakang Gi kwang

“Bukan Mr. lee kalau tidak gila Suzy-ah” timpal  Jong In sambil sesekali mengelap permukaan kacamatanya dengan kaus olahraganya

“Kita akan membalasnya” ujar Gi kwang. Teman-temannya itu terlihat tersenyum kecil mendengar ucapan Gi Kwang

“Mr Lee runtuh!!” beo Yonghwa. Seketika mereka semua tertawa

***

Beberapa menit kemudian bel berdering menunjukkan jam istirahat. Murid-murid merasa senang sekali, mereka langsung mengambil botol mereka dan melangkah pergi sebelum Mr. Lee berteriaak melalui megafon merah tua miliknya

“bocah-bocah lembek, berbdengan langkah yang baris 4 berbanjar” perintah Mr. Lee. Semua murid mendesah panjang dan berjalan mendekati Mr. Lee dengan langkah yang lambat–tentunya.

“Cepat!!” teriak Mr. Lee lebih keras, otomatis setiap murid menutup telinga mereka dan berlarian membentuk barisan. Gi Kwang berada di barisan belakang.

Selama mr. Lee mengoceh tentang tugas dan ulangan yang akan di berikan Gi kwang dan teman-teman sebarisannya tengah berbisik mengenai rencana usil apa yang akan mereka lakukan sebagai hadiah bagi Mr. Lee

“siraman jus dari plafon?”

“tidak itu buruk”

“ah, kita curi saja megafonnya. atau tongkat baseball tua itu”

“tidak. Bagaimana kalau permen karet di kursi?”

“Ide–

“Lee Gi Kwang!! Jung Soojung, Cho Kyuhyun dan Bae Suzy baru saja mengajukan diri untuk membersihkan ruangan kantin” teriak Mr. Lee sambil tersenyum licik ke arah mereka

Gi kwang berkomat-kamit mengeluarkan sumpah serapahnya

***

Gi kwang dan kawan-kawan tengah membersihkan daerah kantin. Beberapa anak terlihat senang melihatnya, sesekali mereka melemparkan makanan mereka ke lantai lalu berkata

“Ups, makananku terjatuh tolong bersihkan ya?”

Gi Kwang mendengus kesal sambil mengepel setiap sisi lantai. Perasaannya sangat kesal kepada Mr. Lee dia sudah tidak tahan lagi untuk meninju wajah Mr. Lee itu. Gi kwang telah di panggil 2 kali karena membuat Mr. Lee marah, jika sekali lagi Gi Kwang melakukan kesalahan namja pendek itu bisa menghukum Gi kwang untuk tinggal di rumah selama 4 hari–Skors ya?

“Hey!” panggil seseorang. Gi kwang menoleh dan melihat Yonghwa melempar sebuah bola kertas. Gi Kwang menangkapnya dan membaca isi suratnya ‘lihat! jarum jam angka 8″ Gi kwang menoleh ke arah yang ditunjukkan Yonghwa

MR. LEE

Gi Kwang mengerti apa yang di pikirkan Yonghwa. Namja itu meninggalkan meja makannya dan menunjukkan kepada Gi kwang sebuah permen karet yang telah di kunyah.

“lakukan saja!” ujar Yonghwa. Gi Kwang berdeham sebentar lalu berjalan mendekati Mr. Lee yang sudah membawa naman berisi roti dan susu

“Ah! Mr. Lee” panggil Gi Kwang terlihat bersemangat dan tersenyum. Lelaki itu tiba-tiba mengambil nampan Mr. Lee. “Aku antarkan kau menuju mejamu, Mr.” ujarnya lagi

Mr. lee terlihat terkejut. “Apa kau sudah melakukan tugasmu?” tanyanya. Gi kwang mengangguk mantap. Diliriknya Suzy dan Soojung yang mengerutkan dahi terlihat seperti kau benar-benar akan melakukannya? Gi Kwang berkedip ke arah mereka

“Baiklah” ujar Mr. Lee sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana panjangnya. Gi kwang hanya mengekor dari belakang. Saat mr. lee akan duduk di tempat yang tidak terdapat permen karetnya, tiba-tiba Gi kwang berteriak

“Haduh, jangan duduk disana Mr. Lee”

Mr Lee kebingungan dan menatap curiga. “Kenapa? kau akan mengusiliku lagi ya?” tebak Mr Lee. Gi Kwang gelagapan dan berkata “Tidak. Tadi aku lihat ada kecoa yang berjalan di atas meja, kalau kau makan disitu, bisa-bisa kau sakit perut” jelas Gi Kwang dengan memasang wajah khawatir

“Lebih baik kau duduk disini” tawar Gi Kwang terhadap sebuah meja yang berada di tengah. mr. Lee berjalan dan duduk disana−menimpa permen karet itu, tentu.

Gi Kwang tersenyum lalu meletakkan nampan makanan Mr. Lee. “Terimakasih” uajr Mr. Lee lalu melahap roti isinya. Gi kwang mengangguk lalu berjalan menjauhi Mr. Lee

Berhasil!!!

***

Minggu berikutnya setelah melakukan hukuman kedua−Karena permen karet. Teman-teman Gi Kwang melakukan sebuah rencana yang membuat perasaan Gi kwang tidak enak

Kedua pohon di sisi kanan dan kiri Lapangan basket terdapat seutas benang panjang yang diikat. Semua murid terlihat antusias pada pelajaran hari ini, sebenarnya untuk melihat jatuhnya pria pendek itu

“Kalian benar-benar berfikir bahwa ini aman?” ujar Gi Kwang. Cho Kyuhyun tertawa kecil dan berucap “sejak kapan ka peduli pada pria megafon merah itu?”

Teman-temannya tertawa. Gi Kwang juga ikut tertawa. Tapi di dalam hatinya Gi kwang merasakan ada hal buruk yang akan terjadi

“Baiklah, bocah-bocah lembek! aku akan menunjukkan cara me dribble bola basket” Mr. Lee mulai berlari kecil sambil memantul-mantulkan bola basket, teman-temannya terlihat fokus kepada Mr. Lee

“Begitu caranya” ujar Mr. Lee. Murid-murid terlihat menghela nafas kesal, Mr. lee tidak berlari sampai ke utas benang itu. Berarti dia tidak jatuh kan?

“Lee Gi-Kwang, Bocah lembek-nakal ayo!” seru Mr. Lee sambil melempar bola basket dari tempat ia berada. Gi kwang terkejut dan mulai men dribble bolanya

Gi kwang terlihat bersemangat sampai-sampai lupa bahwa dia akan melewati seutas benang dan…

“Akhh!” kakinya tersandung benang dan tubuhnya terbanting dengan punggung yang mengenai tanah duluan sebab tadi Gi Kwang memutar tubuhnya dan membuat kakinya keseleo

“Lee Gi Kwang!” samar-samar Gi kwang mendengar Mr. lee berteriak ke arahnya diikuti beberapa temannya. Gi kwang tidak mengetahui apa-apa lagi, kedua matanya perlahan menutup

***

Gi Kwang mengguncangkan tubuhnya, berusaha untuk tidak mengingat-ingat kembali masa lalunya. Kini umurnya sudah 26 tahun dan bekerja sebagai pemilik sebuah Agensi musik di Korea.

Namja itu kini mengerti kenapa Mr. Lee selalu membiarkannya menghadapi orang yang selalu membullynya, menyuruhnya menaiki 1330 anak tangga di sekolahnya, semuanya untuk mempersiapkan dirinya di masa depan dengan segala macam konfilk dan ketidakadilan dalam kehidupan ini

Gi kwang menghela nafas dan berjalan memasuki halaman rumah tua dengan bunga yang merambat di pilar-pilar kayunya. Terlihat seorang kakek-kakek dengan guting rumputnya tengah membersihkan rumput liar di dekat pagar.

Gi Kwang berhenti berjalan di depan kakek tua itu dan menepuk bahu kakek itu. Seketika kakek itu bediri dan melepas topi merahnya dan menyipitkan mata saat melihat Gi Kwang

“Yakk. Bocah Lembek sudah kubilang untuk tidak menginjak halaman Mr. Lee lagi” ujar kakek tua itu samil mengacungkan gunting rumputnya

Gi Kwang tertawa miris kemudian bergerak memeluk kakek tua itu.

“Mr. Lee maafkan aku!”

END

A/N: maaf karena FF aneh ini yakk… wkwkwkk RCL yaww~ masih banyak yang harus di koreksi

Advertisements