ithr

Yuri as Kwon Yuri
Lu Han as Oh Lu Han
Se Hun as Oh Se Hun

Romance, Hurt, Sad | PG-15 | 560 words

Story by hannakim
Poster by xxoyot

-oOo-

Cinta sejati
Apakah itu seperti Peterpan yang tidak pernah berhenti mencintai Wendy yang terus bertumbuh besar,
Sementara ia sendiri hanya dapat menatap dari jauh?

.
Awalnya aku tidak mempercayai keberadaan cinta. Di saat teman-temanku saling jatuh cinta, aku terus mendecih. Seberharga apakah cinta, hingga mereka rela melakukan apapun demi cinta?
Apakah cinta itu membahagiakan…

atau bahkan menyakitkan?
Aku sendiri kala itu tidak tahu.

 

Namun kini aku mengetahuinya.

 

 

Aku tak dapat menampik bahwa diriku sendiri kini telah dilanda rasa cinta. Aku memang tidak menyangkal sama sekali. Namun sekeras apapun aku mencoba untuk mengakhiri kisah cintaku dengan akhir yang bahagia, aku tidak akan bisa. Tidak akan pernah bisa.

Karena jatuh cinta padanya, mungkin adalah kesalahan terbesarku.

-oOo-

 

Betapa pun kau mencoba mengakhirinya, kau tidak akan bisa.
Dari lubuk hatimu yang terdalam, kau masih memiliki tempat untuknya.
Tidak peduli sekeras apapun kau mencoba melupakannya,
Dan tidak ada opsi lain, selain menjauh dari kehidupannya.

 

Harus Sehun akui, ia memang pengecut. Ia sama sekali tak dapat menyatakan perasaannya. Sejak dulu, ia hanya bisa merasa puas meski ia hanya menatap gadis yang ia sukai dari jauh tanpa mencoba.

 

Dan kali ini Sehun benar-benar menyesali keputusannya.
Karena Yuri sendiri telah dimiliki oleh Luhan.

 

Sampai kapan ia akan terus mencintai Yuri diam-diam?

Oh Sehun benar-benar ingin mengembalikan waktu seperti semula.

 

Waktu dimana ia masih dapat memandang gadis itu dari jauh. Dimana ia masih memiliki kesempatan untuk menyatakan perasaannya. Ia tak peduli jika nantinya gadis itu menolak untuk membalas perasaannya, baginya, yang terpenting adalah ia sudah mencoba.

Namun waktu tak bisa diulang.

Keinginan Sehun untuk memutar-balikkan waktu pun pupus sudah.

 

Terlebih perasaan Sehun yang terluka pun tak bisa diobati.

 

Sehun sungguh tak ingin mempercayai pemandangan di hadapannya. Pemandangan dimana gadis yang ia kasihi dan pria yang selalu ia kagumi, pria yang berbagi darah yang sama dengannya—memandu kasih, dengan status bertunangan.

 

Sungguh, Sehun merasa hatinya yang selama ini telah retak,

Menjadi hancur berkeping-keping.

 

“Eoh, Sehun-a, kau sudah disana? Ayo kita pergi, Yuri akan fitting gaun pengantin.”

 

Hati Sehun semakin hancur. Memang sudah tidak ada kesempatan sama sekali baginya. Sepertinya takdir tak berpihak padanya.

-oOo-

 

Kini pemuda itu berdiri tegak di dalam gedung mewah tersebut. Mencoba menenangkan hatinya sedikit saja, meski ia tahu, tidak akan bisa.

Sehun tidak dapat percaya bahwa kisahnya akan berakhir seperti Peterpan.

 

Cinta tidak harus saling memiliki. Melihatnya berbahagia saja mungkin sudah cukup. Meskipun bahagianya bukan karenamu. Sehun terus menerus mencoba menguatkan dirinya dengan kalimat-kalimat itu, yang ia yakini akan sedikit berpengaruh untuknya.

Sehun tidak dapat menghindari acara ini. Acara dimana Luhan dan Yuri diberkati sebagai sepasang manusia yang menikah. Ada kalanya ia mengharapkan ini semua hanya mimpi terburuknya yang tak pernah—dan tak akan pernah benar-benar terjadi. Karena dampak dari acara ini sendiri sungguh berpengaruh bagi perasaannya.

Ini salah.

Sehun tidak mungkin tetap akan mencintai Kwon Yuri yang telah menikah. Apalagi pasangan sehidup-sematinya adalah Oh Luhan, kakak kandungnya sendiri. Sehun berusaha keras untuk tidak menampakkan kesedihannya yang mungkin akan disalah-pahami oleh para tamu sebagai perasaan haru.

 

Mungkin ia dapat memalsukan guratan-guratan di wajahnya, namun tentu saja,

ia tidak akan bisa menipu isi hatinya.

 

 

Terkadang kenyataan memang sulit untuk dihadapi.
Sekuat apapun kita mencoba, mungkin suatu hari nanti akan ada kesempatan baginya untuk melupakannya.

Meski Sehun meragukan apakah perasaannya bisa kembali seperti semula atau tidak, ia sendiri memilih untuk mencoba tersenyum pada mereka berdua dan mencoba berharap ia akan baik-baik saja.

Alasannya sederhana.

 

Karena ia menyayangi mereka berdua.

 

 

Fin.
Annyeong. Aku berniat menyalurkan ide bikin FF dengan pairing Luhan-Yuri dan bikin yang bergenre hurt, dan ternyata malah jadi absurd begini. Mian *bow 45 degrees* Aku tau ini bahasanya kacau dan feelnya mungkin ga dapet. But mind to leave your comment?

Advertisements