missing you

Title                       : missing you

Main Cast            : song yoonmi, kim joonmyeon (suho), kim jongdae (chen)

Support cast       : Exo member, Park Hyojin

Genre                   : Romance, sad , drama

Author                  : @aishadewi

 

Summary            :Love can sometimes be magic, but magic can sometimes just be an illusion.

 

annyeong readers FF oneshoot baru lagi dengan main cast nya baru juga biasanya author pakai sehun atau kai sekarang author coba pakai member exo yang lain semoga kalian suka .oh ya jangan lupa saran dan komennya DON’T BE A SILENT READER ,mian kalau masih banyak typonya.. gomawo ^_^


 

“yoonmi-ah” teriak seseorang padaku .

 

“ah joonmyeon-ah wae?”

 

“hari ini kau mau kemana?”

 

“aku mau pulang waeyo joonmyeon-ah?”

 

“ayo kuantar kau pulang” kim joonmyun sahabatku sejak aku SMA kami selalu bersama. dia sahabat terbaikku awal perjumpaan kami saat

pertama kali aku masuk sekolah swasta sejujurnya aku dulu adalah yeoja yang sangat pendiam dan sangat muruk tetapi joonmyeon datang dan menjadi teman pertamaku menjadi tempat curhatku semua tentangku joonmyeon tau hingga sekarang kami satu universitas yang sama. sampai rahasia terbesarku pun hanya joonmyeon yang tau, kenapa aku bisa jadi anak yang sangat pendiam dan pemurung. tapi semenjak aku dekat dengannya aku merubah sikapku seluruhnya dia merubahku menjadi yeoja yang periang tidak seperti dulu lagi.

 

“joonmyeon-ah” tanyaku didalam mobil dalam perjalanan pulang.

 

“waeyo?”

 

“kenapa kau sampai detik ini tidak memiliki yeojachingu kau menghabiskan masa mudamu hanya mengikutiku apa kau tidak ingin mempunyai yeojachingu ?” tanyaku santai pada joonmyeon

 

“ya! kau mengejekku karena aku tidak mempunyai yeojachingu?”

 

“hahaha mianhae cuma aku sedih melihat sahabatku ini tidak mempunyai yeojachingu pikir saja sejak SMA kita kemana-mana berdua kau menghabiskan masa SMA mu denganku apa kau tidak bosan?”

 

“baiklah aku tanya padamu , bagaimana denganmu kenapa kau tidak mempunyai namjachingu?”

 

“ya! kau mengalihkan pembicaraan”

 

“habisnya kau menanyakan pertanyaan yang aneh, tapi menurutku memiliki yeojachingu atau tidak itu bukan masalah untukku”

“tapi…”

 

“waeyo?”

 

“aku sedih melihatmu selalu sendiri seperti ini joonmyeon-ah”

 

“sendiri aku merasa tidak sendiri aku punya sahabat yang selalu ada untukku yaitu kau yoonmi-ah”

 

“iya tapi…”

 

“sudahlah tenang saja”

 

“ah.. aku ada ide”

 

“maksudmu?”

 

“bagaimana kalau aku mencarikan yeojachingu untukmu?”

 

“mwo!?” teriak joonmyeon didalam mobil dan hanya kubalas dengan anggukan.

 

“kau setuju kan?”

 

“aish kau ini kenapa yoonmi-ah kau salah minum obat? aigooo terserah padamu sajalah”

 

“yap mulai besok akan kucarikan untukmu arra” ucapku sambil menepuk-nempuk bahu joonmyeon. sedangkan orang yang sedang diajak berbicara hanya membuat ekspressi wajah tidak suka tapi memaksakan untuk tersenyum. Sesampainya didepan rumahku joonmyeon langsung turun dan membukakan pintu untukku dan segera masuk kedalam rumah.

 

“eomma aku pulang” teriakku. aku adalah anak tunggal dan sejujurnya aku sekarang hanya memiliki eomma yang kusayang karena appaku pergi entah kemana ya ini rahasia yang hanya joonmyeon sahabatku yang tau. bahwa aku anak broken home tapi itu tidak membuatku sedih selama sahabatku ini ada disampingku karena dia yang bisa menjagaku dan aku sudah menganggapnya seperti kakak kandungku sendiri dan tidak lebih.

 

“annyeong ahjumma” ucap joonmyeon pada eommaku

 

“aigoo joonmyeonie , yoonminie ayo makan malam sudah siap”

 

“sebentar aku taruh map dan tasku dikamar dulu ne eomma, joonmyeon-ah kau makan duluan saja aku takut kau pulang terlalu malam”

 

“ne” ucap joonmyeon singkat. segera aku masuk kedalam kamar dan segera mengganti bajuku dengan baju rumah dan segera keluar untuk makan

malam. makan malam yang sederhana tapi membuatku sangat bahagia karena aku makan bersama orang-orang yang kusayang eomma dan sahabatku joonmyeon. aku memang lahir dikeluarga biasa tapi aku bahagia dengan semua ini berbeda dengan joonmyeon dia lahir di keluarga

yang kaya dan berkehidupan mewah tapi yang kusuka darinya dia tidak pernah merasa bahwa dia orang kaya dan memiliki semuanya.

 

“ahjumma, yoonmi-ah terimakasih jamuannya sebaiknya aku pulang sekarang”

 

“ne hati-hati joonmyeonie” ucap eomma . aku mengikuti joonmyeon berjalan keluar dari rumahku.

 

“gomawo yoonmi-ah”

 

“ne, hati-hati dijalan joonmyeon-ah”

 

“ne, sampai besok. oh ya aku besok akan menjemputmu arra”

 

“ne” setelah joonmyeon masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya aku pun masuk kedalam rumah untuk beristirahat.

 

“yoonmi-ah?”

 

“waeyo eomma?”

 

“bisa kita bicara sebentar?”

 

“hm” aku berjalan menuju ruang TV yang sekaligus ruang tamu dan ruang keluarga dirumahku.

 

“begini eomma sudah berbicara pada pamanmu dicina mereka meminta kita pindah kesana”

 

“mwo?! tapi aku kan masih harus menyelesaikan kuliahku disini eomma?”

 

“eomma tau pamanmu akan memilihkan universitas yang bagus untukmu disana kita akan menetap disana bagaimana?”

 

“tapi eomma”

 

“eomma harap kau bisa memikirkannya lebih jauh eomma tidak mau kita hidup di seoul seperti ini . pamanmu memberikan kita rumah yang layak disana yoonmi-ah eomma harap kau mengerti”

 

“tapi eomma aku bisa mencari kerja untuk membantumu aku sudah besar dan aku mampu”

 

“tidak eomma tidak mau kalau kau harus bekerja dan kuliah sebaiknya kau fokus pada kuliahmu”

 

“……….baiklah eomma aku akan memikirkannya” aku segera pergi menuju kamarku dan masih memikirkan perkataan eomma kami harus pindah ke cina. sebenarnya dalam hatiku berkata sangat sangat sangat tidak mau tapi aku tidak mungkin membiarkan eomma tinggal di cina sendirian. aku

hanya memiliki eomma sekarang keluargaku satu-satunya. sudah kuputuskan akan pindah ke cina tapi sebelum itu aku ingin sahabatku joonmyeon memiliki orang yang akan menemaninya disaat aku pergi nanti.

 

***

“yoonminie ayo bangun sayang nanti kau terlambat ke kampus joonmyeon sudah ada diruang makan siap untuk sarapan bersama kita” ucap eomma sambil menggerak-gerakkan tubuhku. aku pun segera membuka mataku tapi badanku tidak mau berkerja sama untuk bangun.

 

“5 menit lagi ne eomma”

 

“ayo bangun kasian joonmyeon sudah menunggumu”

 

“biklah, baiklah” aku segera bangun.

 

“eomma” ucapku sebelum eomma keluar dari kamarku

 

“waeyo?”

 

“aku sudah memutuskan”

 

“baiklah nanti saja sepulang kau dari kampus jangan sekarang arra sekarang kau segeralah mandi”

 

“ne arraseo eomma” setelah 30 menit aku berada didalam kamar mandi aku segera bersiap-siap menuju kampus. jam sudah menunjukkan pukul 09.00 KST.

 

“aigoo yoon-ah kau ini memang benar-benar yeoja yang sangat menyukai tidur” ledek joonmyeon padaku saat aku berjalan menuju meja makan.

 

“ya! ini masih pagi kau sudah mencari masalah denganku”

 

“hahaha mian mian”

 

“kita masuk jam berapa joonmyeon-ah?”

 

“10”

 

“baiklah cepatlah makan”ucapku pada joonmyeon.

 

“kau tidak akan makan yoonminie?” tanya eomma padaku

 

“aniyo eomma aku tidak ingin sarapan”

 

“bekal?”

 

“tidak usah eomma”

 

“sebaiknya kau makan dulu saja yoon-ah” ucap joonmyeon padaku

 

“aku malas joonmyeon-ah sekarang cepat kau habiskan makananmu saja” ucapku singkat. setelah joonmyeon menghabiskan sarapannya kami berpamitan pada eomma dan segera pergi keluar dari rumah. Saat sampai diambang pintu joonmyeon tiba-tiba menggandeng tanganku dan menarikku masuk ke dalam mobil.

“ada denganmu hari ini?” tanya joonmyeon padaku.

 

“aniyo”

 

“kau bohong”

 

“benar”

 

“yoonmi-ah?”

 

“hm”

 

“kalau kau punya masalah apapun itu ceritalah padaku arra”

 

“ne” sesampainya kami dikampus joonmyeon membuka pintu mobilnya dan aku pun membuka pintu mobil segera turun dan berjalan menuju kelas.

 

“yoonmi-ah”

 

“hyojin-ah annyeong” sapaku pada teman terdekatku dikampus park hyojin

 

“annyeong yoonmi-ah , joonmyeon-ssi”

 

“annyeong hyojin-ssi”

 

“kalian sudah tau kelompok untuk presentasi minggu depan ?”

 

“aniyo, memang sudah ada?” jawabku heran pada hyojin

 

“tadi chanyeol-ssi sudah memberitahunya padaku”

 

“memang satu kelompok berapa orang?”

 

“3 orang yoon-ah”

 

“aku sekelompok dengan siapa?”

 

“Seingatku kau sekelompok dengan Min gi dan minseok”

 

“bagaimana denganku?” tanya joonmyeon

 

“kau sekelompok denganku dan Rara”

 

“tapi tunggu min Gi ?”

 

“iya mingi yeojchingu baekhyun kau tau dia kan?” jawab hyojin. park hyojin memang yeoja yang sangat menyukai gosip dikampus ini misalnya ini min gi yang menjadi yeojachingu baekhyun dia selalu up to date.

“baekhyun?”

 

“iya namja jurusan seni yang setiap kampus kita mengadakan acara pasti dia bernyanyi bersama kyungsoo dan jongdae tau tidak?”

 

“aniyo aku tidak tau”

 

“hmm yang waktu itu pernah jadi ribut dikampus saat kyungsoo dan baekhyun bertengkar karena min gi ingat?”

 

“ah aku ingat ohhh yang itu aigoo aigoo”

 

“kita berdua sungguh menyedihkan harus sekelompok dengan yeoja yang populer dikampus kita ini hmm”

 

“memangnya kau bersama siapa?”

 

“rara kau tau kan dia satu geng dengan min gi ya tepatnya yeojachingu luhan”

 

“arraseo aku ingat yasudah yang penting mereka tidak mencari masalah dengan kita. joonmyeon-ah kau duluan saja mencari tempat duduk aku masih ingin mengobrol dengan hyojin”

 

“baiklah”

 

“hyo-ah”

 

“wae?”

 

“apa kau masih menyukai joonmyeon?”

 

“mwo?!!! aniyo aku sudah tidak begitu menyukainya kupikir-pikir dia lebih cocok denganmu yoon-ah”

 

“mwo?!!! aku ?? aku hanya sabatnya saja dan aku tidak memiliki perasaan apa-apa pada joonmyeon hyo-ah”

 

“tapi … yoonmi-ah ayo masuk dosen sudah masuk kelas kita” kami berdua pun segera masuk dan mencari joonmyeon yang sudah menyiapkan 2

tempat duduk disebelahnya untukku dan hyojin. tapi baru saja kami duduk dosen sudah menyuruh kami untuk duduk perkelompok yang akhirnya aku harus jauh dari hyojin dan joonmyeon. setelah aku duduk menjauh dari mereka dan melihat hyojin dan joonmyeon duduk bersebelahan dan melihat hyonjin sedang tertawa bersama joonmyeon kulihat mereka sangat cocok untuk menjadi pasangan apa aku jodohkan saja hyonjin dan joonmyeon.

 

pelajaran kali ini menghabiskan waktu 4 jam untuk berdiskusi antar kelompok. untungnya hari ini aku hanya satu mata kuliah ini dan sisanya aku bisa pulang dan istirahat rasanya 4 jam itu seperti seharian. kelas mulai bubar dan sekarang kelas mulai kosong hyojin yang berjalan mendekati ku bersama joonmyeon.

 

“yoon-ah aku benar-benar seperti orang bodoh duduk bersebelahan dengan rara”

 

“waeyo?”

 

“rasanya kikuk sekali apalagi dia itu cantik sekali rasanya aku down sekali”

 

“Sudahlah kenapa yeoja selalu meributkan tentang cantik atau tidak”

 

“tapi…”

 

“benar kata joonmyeon untuk apa kita meributkan seperti itu jujur saja dikelas ya memang kelompok min gi, rara yang terlihat menonjol karena

mereka memang cantik”

 

“iya apalagi kalau harus ditambah 2 orang lagi hyemi dan yeon rin sudahlah membuatku terlihat sangat kecil”

 

“yasudah mau bagaimana lagi”

 

“ohya yoon-ah bagaimana kalau kita makan siang di mall saja? aku sekalian ingin jalan-jalan”

 

“tapi.. bagaimana kalau joonmyeon juga ikut?”

 

“boleh saja” ucap joonmyeon yang berdiri dibelakang hyojin.

 

“baiklah tapi sepertinya aku tidak bisa ada yang harus kuselesaikan dirumah”

 

“kalau…” belum sempat jooonmyeon menyelesaikan kalimatnya sudah kupotong

 

“kau joonmyeon temani hyojin ne? bye” aku segera pergi meninggalkan mereka berdua karena kalau aku tidak ikut joonmyeon pun tidak akan ikut aku memang berniat menjodohkan mereka berdua.

 

To : Joonmyeon

kuharap kau menyukai yeoja pilihanku

reply

astaga kau menjodohkanku dengan hyojin?

 

To : Joonmyeon

ne, apa kau tidak menyukainya?jangan sampai kau membuat hyojin mengangis karena dia juga sahabatku arra

reply

hm

 

sesampainya dirumah kudapati eomma sedang menyiram tanaman dihalaman rumahku yang kecil tapi berkat tangan ajaib eomma taman kecil berubah menjadi sangatlah cantik dihiasi bunga warna-warni yang beragam.

 

“eomma aku pulang”

 

“kau sudah pulang yoonminie ayo masuk dear”

 

“eomma aku ingin berbicara soal yang kemarin”

 

“baiklah tunggu eomma cuci tangan dulu” aku pun berjalan keruang TV dan segera duduk diikuti eomma yang duduk disebelahku.

 

“jadi bagaimana?apa kau mau?”

 

“hm…. ya eomma aku akan mengikuti eomma aku tidak mau sampai eomma pergi ke cina sendirian aku akan ada bersama eomma”

 

“gomawo yoon-ah kau satu-satunya yang berharga untuk eomma” eomma segera memelukku dan mencium keningku.

 

“jadi kapan kita pergi eomma?”

 

“pamanmu bilang kau persiapkan saja surat kau mengundurkan diri untuk universitasmu selesaikan urusanmu yang masih belum selesai setelah itu beritahu eomma biar eomma yang siapkan tiket untuk kita berdua”

 

“arraseo eomma” setelah mengobrol panjang lebar dengan eomma aku segera masuk ke kamar untuk istirahat tiba-tiba handphoneku berdering.

 

kriiiing

 

“Yeobeoseyo hyojin-ah wae?”

 

“yooooooooooooooooooooooon-ah aku senang sekali hari ini”

 

“waeyo?”

 

“joonmyeon memang benar-benar baik sekali hari ini aku senang bersamanya dia sangat menyenangkan sepertinya aku jatuh cinta lagi padanya”

 

“hahahaha memang dia baik kan padamu?”

 

“iya dia baik sekali pantas saja kau nyaman berada didekatnya”

 

“hahaha ingat aku hanya menganggapnya seperti kakakku sendiri arra”

 

“arraseo , sudah dulu ya yoon-ah aku senang sekali sampai bertemu besok dikampus annyeong”

 

“ne” kututup telefon dari hyojin dan rasanya lega sekali mendengar sahabatku bahagia seperti ini kuharap juga joonmyeon sebahagia hyojin.

***

kriiing

 

“Yeobeoseyo ?”

 

“kau tidak akan pergi ke kampus”

 

“yaaaa sebentar lagi aku masih ingin tidur joonmyeon-ah kau mengganggu ku saja”

 

“biar saja ceptlah sebentar lagi kujemput”

 

“tidak usah”

 

“tidak, pokoknya kujemput bye” setelah joonmyeon menutup telefonnya aku segera bangun dan sarapan.

 

“kau sudah bangun yoonminie”

 

“ne eomma joonmyeon menelefonnku membuatku tidak bisa tidur lagi”

 

“hahah joonmyeon itu memang anak yang sangat baik”

 

“iya eomma, oh ya eomma hari ini aku akan memberikan surat pernyataan keluar dari universitas itu”

 

“hari ini?”

 

“ya karena pasti itu harus diproses eomma tidak mudah keluar dari universitas itu”

 

“hem arraseo kalau ada apa-apa beritahu eomma ne, oh ya kau tau kan pamanmu punya anak laki-laki?”

 

“sehun bukan?”

 

“ne kau sudah tau nah kau akan satu universitas dengannya nanti”

 

“oh begitu baiklah. eomma aku pergi sekarang ya”

 

“bersama joonmyeon?”

 

“ya dia sudah ada diluar”

 

“hati-hati ne”

 

“ne eomma”

 

“tumben sekali kau rapih yoon-ah”

 

“ya! lagi-lagi kau mengajakku berperang”

 

“hahah mianhae sepertinya hari ini kau sensitif sekali” akupun segera masuk kedalam mobil dan joonmyeon segera melajukan mobilnya menuju kampus. sesampainya dikampus mobil joonmyeon ternyata bersebelahan dengan mobil milik hyojin karena saat kami berdua turun hyojin juga baru turun dari mobilnya.

 

“annyeon yoon-ah, joonmyeon-ah”

 

“annyeong” jawab kami berdua bersamaan akhirnya kami bertiga jalan menuju kelas bersama. yang ternyata sesampainya dikelas Min gi dan rara memberitahu kami bahwa dosen tidak ada. kami bertiga pun akhirnya berjalan menuju halaman belakang tapi aku baru ingat aku harus memberikan surat pengunduran diri ini akhirnya kuputuskan berjalan ke kantor universitas yang tidak jauh dari halaman belakang.

 

“yoon-ah kau mau kemana?” tanya joonmyeon padaku

 

“aku pergi kesana dulu sebentar” aku sengaja merahasiakan ini dari joonmyeon dan hyojin aku akan memberitahukannya sehari sebelum aku berangkat ke cina. Setelah aku memberikan suratnya petugas yang menerimanya berkata bahwa akan diproses besok. akupun segera kembali ke halaman belakang yang disana masih ada joonmyeon dan hyojin.

 

“kau lama sekali yoon-ah” ucap hyojin

 

“mianhae hehe”

 

“sekarang kita kemana?” tanya hyojin padaku dan joonmyeon

 

kringgg

 

“ne eomma wae?”

 

“yoon-ah kau sudah pulang?”

 

“ne eomma waeyo?”

 

“hari ini sehun akan datang ke seoul pesawatnya akan sampai malam ini kau bisa menjemputnya dibandara kan?”

 

“mwo? bisa eomma tapi untuk apa dia kesini”

 

“pamanmu bilang untuk menjemput kita”

 

“tapi kan surat pengunduran diriku diproses besok jadi mungkin besok kepastiannya”

 

“eomma tau sepertinya sehun juga ingin berlibur disini”

 

“oh begitu arraseo baiklah aku jam 6 akan menjemputnya dibandara”

 

“gomawo yoonminie”

 

“ne eomma” kututup telefon dari eomma dan ternyata sejak tadi hyojin dan joonmyeon memperhatikanku yang sedang mengobrol dengan eommma ditelefon.

 

“apa yang kalian lihat?” tanyaku pada mereka berdua

 

“eommamu kenapa?” tanya joonmyeon

 

“tidak eomma hanya bilang ada tamu saudaraku dari cina akan tinggal disini aku diminta untuk menjemputnya”

 

“oh begitu jadi kau tidak akan ikut dengan kami?” ucap hyojin

 

“memang kalian mau kemana?”

 

“entahlah aku ingin jalan-jalan”

 

“yasudah sebaiknya kita pulang saja tidak usah jalan-jalan” ucap joonmyeon

 

“tidak -tidak hyojin-ah kau jalan-jalan saja dengan joonmyeon ne? tidak apa-apa kan?”

 

“hm.. baiklah”

 

“oke kalau begitu aku pergi kebandara dulu bye”

 

“biar kami antar saja bagaimana?” ucap joonmyeon

 

“tidak usah aku naik taksi saja bye” aku berlari menuju gerbang kampus dan segera mencari taksi berangkat menuju bandara. jam menunjukan pukul 18.00 KST tapi aku masih belum melihat sehun keluar dari pintu bandara apa pesawatnya telat. tidak lama dari situ kulihat namja tinggi dengan rambut blondenya dan kaca mata hitam kupikir dia bukan sehun ternyata dia mendekatiku.

 

“annyeong yoon-ah”

 

“s…sehun?”

 

“wae? apa aku seaneh itu sampai wajahmu kaget begitu?” sehun memang lahir dikorea tapi karena ayahnya atau pamanku mempunyai kontrak kerja di cina jadi sehun sekeluarga menetap disana. Dulu aku dan sehun memang selalu main bersama saat masih kecil tapi itu dulu aku tidak menyangka sehun sudah berubah drastis seperti ini sekarang dia benar-benar menjadi seorang namja.

 

“aniyo, ayo kita pulang” kami pun segera menaiki taksi dan berangkat menuju rumahku.

 

“kenapa kau bisa tau aku?”

 

“karena wajahmu tidak beda jauh seperti yang dulu lagipula eommamu mengirimkan fotomu padaku”

 

“aigoo kau berubah sekali sehun-ah”

 

“hahah, oh ya apa kau sudah membereskan surat-surat universitasmu?”

 

“sudah besok keputusannya”

 

“oh begitu nanti kita akan satu universitas” ucap sehun

 

“aku sudah tau eomma memberitahuku”

 

“oh begitu oh ya kau besok kan pergi ke kampus aku ikut ne”

 

“untuk apa?”

 

“berjalan-jalan”

 

“tidak tidak bisa-bisa para yeoja kampusku pingsan melihatmu”

 

“Wae memang wajahku tidak enak dilihat?”

 

“justru karena wajahmu itu enak dilihat para yeoja bisa-bisa tergila-gila padamu”

 

“hahahah tidak akan kumohon aku boleh ikut ya?”

 

“haaaaah yasudah” sesampainya dirumahku eomma seperti biasa sangat senang kedatangan sehun dan sangat kagum akan perubahan dari sehun kami bertiga mengobrol melepas kerinduan ya memang keluargaku dengan keluarga paman jarang bertemu karena jauh kami hanya bisa berkomunikasi lewat telefon. setelah mengobrol lama eomma menyuruh sehun untuk tidur dikamarku dan aku tidur dikamar eomma karena dirumahku hanya ada 2 kamar.

 

***

“yoon-ah bangun ini sudah siang” kubuka sedikit mataku yang ternyata ada didepanku sehun sedang tertawa melihatku tertidur.

 

“ya! kenapa kau ada disini?”

 

“tadi kata eomma mu aku disuruh membangunkamu karena kau susah sekali dibangunkan”

 

“eomma kenapa menyuruh sehun masuk kamar” teriakku pada eomma yang berada didapur.

 

“sudahlah bangun sekarang sarapan sudah siap” ucap sehun sambil berjalan keluar dari kamar eomma. setelah aku berisap-siap aku berjalan menuju ruang makan dengan wajah cemberut.

 

“eomma kenapa menyuruh sehun masuk kamar mebangunkanku”

 

“habisnya eomma yang membangunkanmu kau susah bangun buktinya sehun membangunkanmu kau segera bangun kan”

 

“Aish” jawabku singkat dan segera menghabiskan sarapannku.

kriing

 

“Yeobeoseyo wae joonmyeon-ah?”

 

“kau dimana sudah siap biar kujemput?”

 

“tidak usah aku pergi bersama saudara ku yang kemarin kuberitahu”

 

“oh begitu yasudah sampai bertemnu dikampus ne”

 

“ne”

 

“nugu?” tanya sehun padaku

 

“teman”

 

“yakin? apa jangan-jangan namjachingumu haha”

 

“aish bukan dia hanya temanku, eomma aku sudah selesai aku pergi ne. sehun kau ikut tidak ?”

 

“ikut” jawab sehun sambil melihatkan senyumannya yang mengilangkan matanya menjadi satu garis. Sesampainya dikampus aku langsung berjalan menuju kantor menanyakan surat pengunduran diriku sedangkan sehun bilang dia ingin berjalan-jalan mengelilingi kampusku aku mempersilahkannya. setelah aku menanyakan pada petugasnya surat pengunduran diriku sudah selesai dan aku sudah resmi keluar setelah menyelesaikan beberapa persyaratan yang hari itu juga aku selesaikan setelah aku selesaikan semua dan keluar dari gedung kantor ternyata aku bertemu dengan joonmyeon.

 

“apa yang kau lakukan di kantor yoon-ah?”

 

“aniyo bukan apa-apa” kusembunyikan surat pengunduran diriku yang sudah selesai dan sudah resmi aku keluar dari universitas itu.

 

“itu apa?” tanya joonmyeon padaku

 

“bukan apa-apa”

 

“kau bohong padaku” joonmyeon merebut kertas yang kupegang dan mukanya . ekspressi joonmyeon berubah kaget saat membaca surat tersebut.

 

“kau keluar dari sini?” aku hanya mengangguk dan tidak berani menatap wajahnya.

 

“yoon-ah? kau bercanda kan soal ini?” aku hanya diam tidak berkata-kata sedikit pun melihatnya pun tidak.

 

“yoon-ah kau bohong kan? yoon-ah kumohon jawab kenapa? ini bohong kan?”

 

“ne, itu benar”

 

“Waeyo ada apa? ada masalah apa sampai kau harus keluar seperti ini?”

 

“tidak ada masalah apa-apa joonmyeon-ah”

 

“kau bohong yoon-ah aku mengenalimu aku tau bagaimana kamu ada apa??? jelaskan padaku”

 

“aku akan pindah”

 

“mwo!!!!? kemana??? kenapa mendadak seperti ini? kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya”

 

“mianhae joonmyeon-ah”

 

“kenapa yoon-ah? kemana kau pindah ? kita masih bisa bertemu kan?”

 

“Cina , mungkin lusa aku harus merapihkan barang-barangku terlebih dahulu”

 

“mwo?! secepat itukah sebenarnya ada apa kenapa mendadak seperti ini?”

 

“tidak ada apa-apa hanya saja aku akan tinggal bersama pamanku dicina” saat aku dan joonmyeon sedang mengobrol sehun pun datang menghampiri kami berdua.

 

“yoon-ah kau sudah selesai tadi eommamu menelefonku”

 

“ah iya sudah ayo kita pulang sehun-ah, annyeong joonmyeon-ah” aku berjalan meninggalkan joonmyeon yang masih mematung kaget. yang sepertinya joonmyeon tidak mendengarkan ku berpamitan.

 

“yang tadi namjachingumu?”

 

“aniyo dia sahabatku sejak SMA”

 

“oh kupikir dia namjachingumu”

 

“aniyo” sesampainya dirumahku kulihat eomma sudah mengepack beberapa barang yang padahal aku belum memberitahu eomma kalau aku sudah resmi keluar dari universitas itu.

 

“yoon-ah, sehun-ah kalian sudah pulang bagaimana?”

 

“ne eomma sudah selesai aku sudah resmi keluar sekarang jadi kapan kita pergi ?”

 

“oh kalau begitu biar lusa saja sekarang kita bereskan semuanya lalu dikirimkan paket kesana”

 

“arraseo” aku dan sehun pun membereskan barang-barang semuanya sampai berbelas-belas pack dan segera mengirimkannya jam sudah menunjukkan pukul 23.10 KST. rumahku sekarang sudah setengah kosong karena barang-barang sebagian sudah dikirim tadi sore besok sebagian barang lagi dikirim.

 

***

 

paginya

 

“yoon-ah semua barang sudah kirim?” tanya eomma padaku.

 

“sudah eomma”

 

“ahjumma tiket sudah appaku pesan katanya kita berangkat malam ini pesawat pemberangkatan terakhir”

 

“mwo!?” ucapku kaget

 

“baiklah kita sudah mempersiapkan semuanya kan sekarang istirahat saja dulu semuanya”

 

“eomma kita pergi malam ini bukan besok?”

 

“sebaiknya malam ini benar apa kata pamanmu”

 

“arraseo” bagaimana ini aku belum sempat bertemu dengan joonmyeon atau hyonjin kulihat handphone yang sejak kemarin malam tidak kutengok sama sekali ada 22 message dan 35 missed calls yang ternyata semuanya dari joonmyeon astaga joonmyeon sampai seperti ini kenapa sebenarnya dia akhirnya kutelefon joonmyeon karena aku juga merasa bersalah merahasiakan semua ini.

 

“Yeobeoseyo joonmyeon-ah”

 

“yoon-ah kemana saja dirimu? aku memberiakanmu pesan tapi kau tidak membalasnya aku menelefonmu dan kau tidak menjawabnya juga?”

 

“mianhae aku sibuk mempersiapkan pindahanku”

 

“memangnya kapan kau pergi ke cina?”

 

“bisa kita bertemu joonmyeon-ah”

 

“kapan?”

 

“sekarang”

 

“dimana?”

 

“taman dekat SMA kita dulu”

 

“baiklah” segera kututup telefon joonmyeon dan pergi ke tempat dimana aku dan joonmyeon tadi rencanakan.

 

“sudah lama menunggu?” ucap seseorang yang ternyata joonmyeon sudah duduk tepat disebelahku.

 

“belum baru saja sampai”

 

“apa yang ingin kau bicarakan yoon-ah?”

 

“mianhae joonmyeon-ah aku tidak memberi tahu sebelumnya semuanya ini mendadak awalnya aku tidak ingin ikut dengan eomma tapi setelah kupikir-pikir keluarga yang kupunya hanya eomma aku tidak mungkin meninggalkannya sendirian pergi ke cina jadi kuputuskan untuk pindah mianhae”

 

“sudahlah awalnya aku sangat marah padamu aku pikir sudah menjadi sahabatmu sebenarnya tempat kau akan bercerita susah senang padaku ternyata belum tapi aku mengerti, apa hyojin suda mengetahui ini?”

 

“belum aku belum memberitahunya”

 

“lalu kapan kau memberitahunya sedangkan malam ini kau harus pergi ke Cina”

 

“entahlah sepertinya aku akan memberitahunya dari telefon aku tidak berani melihat wajahnya mengetahui aku pergi semendadak ini”

 

“yang pasti dia akan sedih sama seperti ku saat mengetahui pertama kali”

 

“mianhae”

 

“yoon-ah boleh aku jujur satu hal padamu?”

 

“ada apa?”

 

“dari SMA aku sudah menyukaimu sampai detik ini aku masih menyukaimu tapi kenapa kau tidak pernah merasakannya, saat kau akan menjodohkan ku dengan hyojin itu sangat menyakitkan aku sangat menyayangimu yoonmi-ah karena itu sejak SMA aku mgnikutimu kemana-mana aku tidak pernah terpaksa melakukan semua itu. kulakukan itu karena aku menyayangimu dan aku ingin menjagamu. saat kau mendekatkanku dengan hyojin dia selalu bilang mulai tertarik padaku malah dia sempat sekali menyatakan perasaannya padaku. aku belum menjawabnya sampai saat ini karena yang kusukai bukan hyojin tapi kamu song Yoonmi. aku belum berani menjawabnya aku tidak mau menyakiti hyojin karena dia juga sahabatmu tapi sejujurnya aku tidak bisa memaksakan diriku lagi seperti ini aku menyukaimu yoonmi-ah” kaget dan tidak percaya yang mungkin sekarang kualami bahwa sahabatku sendiri menyatakan perasaan sukanya padaku.

 

“m….m…w..o?”

 

“aku menyukaimu Yoonmi-ah”

 

“ta….tapi joonmyeon-ah aku mengaggapmu seperti kakakku dan layaknya sahabatku joonmyeon-ah mianhae dari awal aku menganggapmu sebagai oppaku tidak lebih dari itu” kulihat joonmyeon memalingkan mukanya tidak melihatku lagi sekarang aku bisa merasakan rasa sakit yang joonmyeon alami karena aku benar-benar menolaknya sejujurnya aku benar-benar tidak bisa menerimanya lebih dari sekedar sahabat dan kakakku.

 

“m..mianhae joonmyeon-ah” joonmyeon menundukkan kepalanya entah kenapa sakit rasanya melihat dia seperti ini. kuraih pundak joonmyeon dan membiarkan kepalanya berada dipundakku yang sepertinya joonmyeon menangis tapi aku tidak tau apa dia menangis atau tidak.

 

“joonmyeo-ah mianhae” hening tanpa jawaban rasanya sakit sekali melihat joonmyeon seperti ini apa aku sejahat itu tapi “joonmyeon-ah mianhae”

 

“gwenchana yoon-ah aku mengerti” joonmyeon mengangkat kepalanya dan menatapku tiba-tiba joonmyeon meraih tanganku dan memberikan kalung berbentuk kunci

 

“apa ini?”

 

“untukkmu semoga di cina kau memiliki banyak teman dan jangan sampai kau melupakanku ne, oh ya sebaiknya kita pulang sekarang” joonmyeon berjalan menuju mobilnya diikuti olehku dan mengantarku pulang.

 

“apa kau tidak akan turun?”

 

“tidak aku akan pulang hati-hatilah”

 

“ne gomawo joonmyeon-ah” segera aku masuk ke dalam rumah yang disana eomma dan sehun sudah siap dengan koper besarnya masing-masing.

 

“yoon-ah kau sudah pulang baru saja eomma akan menelefonmu tapi ternyata kau sudah pulang ayo bersiap kita ke bandara sekarang”

 

“baiklah tunggu aku ambil koperku” aku berjalan menuju kamarku dan mengambil koper besarku yang berisi semua baju-bajuku rasanya berat sekali meninggalkan rumahku yang sudah bertahun-tahun aku tinggal disana. rumah ini memang tidak eomma jual hanya ditinggalkan karena eomma sendiri memiliki banyak kenangan dirumah kecil ini. sesampainya dibandara pesawat yang kami akan naiki memang sudah ada tapi kami tidak segera masuk.

 

kring

 

“joonmyeon-ah wae?”

 

“apa kau sudah mau pergi?”

 

“ne, aku sudah dibandara waeyo?”

 

“aniyo hanya memastikan kalung kunci yang kuberi tadi itu bukan sebatas kunci tapi saat kau kembali ke seoul kuharap kau mau menyempatkan ke taman tadi karena aku menyimpan sesuatu pada kotak dan kuncinya hanya itu satu yang berada pada dirimu yang mungkin isinya bisa membuatmu selalu tersenyum”

 

“mwo? memamgnya apa?”

 

“biar kau lihat sendiri saja annyeong yoon-ah” tiba-tiba joonmyeon menutup telefonnya dan aku masih heran ada apa dengan joonmyeon sikapnya aneh sekali apa karena tadi kutolak rasanya aku bersalah sekali. Akhirnya aku, eomma dan sehun masuk kedalam pesawat dan terbang ke Cina.

 

***

10 years later

 

tidak terasa sudah 10 tahun aku berada di cina dan sekarang aku sudah lulus dan berkeluarga dengan namja bernama kim jongdae dia orang korea yang bekerja dicina kami bertemu saat aku kuliah di cina kebetulan juga jongdae oppa adalah teman sehun. sudah 10 tahun juga aku tidak kembali ke korea rasanya rindu sekali tapi karena kesibukanku aku tidak bisa kembali ke korea.

 

“yoon-ah” ucap jongdae oppa padaku

 

“waeyo oppa?”

 

“hari ini kau tidak ada kesibukankan?”

 

“ne oppa waeyo?”

 

“hari ini aku ada urusan di seoul apa kau ingin ikut? hanya 1 hari saja”

 

“hm, baiklah aku ikut denganmu saja oppa”

 

“oke bersiap-siaplah sekertarisku sudah memesankan tiket untuk kita”

 

“oke”

 

@seoul

 

“oppa acaramu memang dihotel ini?”

 

“ne waeyo?”

 

“tidak ini dekat dengan SMA ku dulu oppa”

 

“oya?apa kau ingin berjalan-jalan?”

 

“hm..boleh aku berjalan-jalan dekat sini aja oppa”

 

“tapi mianhae aku tidak bisa menemanimu”

 

“gwenchana oppa, aku pergi ya oppa”

 

“ne hati-hati chagiya” jongdae oppa mencium kening kepalaku sebelum aku keluar dari kamar hotel.

 

“ne oppa bye” aku berjalan-jalan dekat hotel berjalan mendekati SMA ku dulu lalu pergi ke universitasku dulu aku benar-benar lost contact dengan temanku dulu baik itu joonmyeon atau hyojin terakhir kali aku berkomunikasi dengan mereka saat hyojin mengangis karena aku benar-benar pergi ke cina tidak memberi tahunya dan terakhit kali berkomunikasi dengan joonmyeon sebelum aku pergi ke cina hanya itu terakhir kalinya. kakiku berhenti ketika aku berada di taman dekat SMA ku yang disana memang sudah berubah sekali dulu taman ini sangat luas sekarang taman ini menjadi kecil karena sebagian lahan taman dijadikan mall. ingat dengan taman ini aku jadi ingat akan joonmyeon sahabatku dulu tiba-tiba aku teringat kunci yang pernah dia beri padaku .

 

‘kunci ini kotak? apa kotak itu mungkin ada sampai sekarang tapi sepertinya tidak mungkin taman ini sudah berubah dan tidak mungkin kotak itu ada disini’ ucapku dalam hati kuputuskan duduk dibangku taman tersebut dan mengingat masa saat aku masih tinggal disini tiba-tiba ada seorang yeoja duduk tepat disebelahku. yeoja dengan rambut sebahu yang diikat setengah dan style rok musim panas yang sangat cocok untuk badannya.

 

“hyo-ah mianhae kau sudah menunggu lama?” tiba-tiba terdengar seorang namja mendekati yeoja yang duduk disebelahku ini namja dengan perawakan tinggi yang tidak asing untukku.

 

“oppa, tidak aku baru saja datang”

 

“kalau begitu kajja” namja tersebut menggandeng yeoja yang dipanggilnya hyo. saat yeoja tersebut berbalik berjalan melewatiku tba-tiba dia berhenti didepanku.

 

“mianhae, apa aku mengenalmu?” tanya yeoja tersebut.

 

“mianhae aku tidak mengenalmu” ucapku sambil memberikan senyuman.

 

“rasanya aku pernah melihatmu ………….” yeoja tersebut diam sebentar dan “y…..yoonmi??”

 

“ne? nuguya?”

 

“yoonmi???!!!!!” ekspressi yeoja tersebut berubah kaget. yang sebenarnya aku juga tidak tau siapa yeoja ini.

 

“hyojin” ucap yeoja tersebut. mataku tiba-tiba membulat besar karena kaget

 

“hyojin ?? park hyojin????” ucapku kaget.

 

“ne, aigoo yoonmi-ah aku merindukanmu” hyojin memelukku sangat erat.

 

“lalu dia siapa hyo-ah?”

 

“ah iya chanyeol oppa kau ingat yoonmi dulu dia satu universitas dengan kita” ucap hyojin pada namja disebelahnya yang ternyata chanyeol teman sekelasku saat kuliah dulu.

 

“annyeong chanyeol-ssi” ucapku pada chanyeol

 

“annyeon yoonmi-ssi”

 

“oppa kau bisa tinggalkan kami berdua sebentar saja”

 

“hm baiklah aku beli minuman disana dulu ne”

 

“ne oppa gomawo” setelah kulihat chanyeol berjalan jauh dari kami berdua hyojin menarikku untuk duduk dibangku taman.

 

“yoonmi-ah bagaimana kabarku kenapa kau tidak pernah memberikan kabar padaku?”

 

“mianhae aku benar-benar sibuk dan dulu hanphoneku pernah hilang jadi aku benar tidak tau bagaimana menghubungi kalian , ada apa hubunganmu dengan chanyeol?”

 

“aku berpacaran dengannya”

 

“astaga tidak kusangka”

 

“bagaimana denganmu?”

 

“aku sudah menikah”

 

“dengan siapa ? aku tidak tau kau sudah menikah”

 

“mianhae dengan kim jongdae nanti akan kukenalkan padamu. kupikir kau dengan joonmyeon” tiba-tiba ekspressi hyojin berubah menjadi sedih entah apa aku salah bicara dengannya.

 

“hyo-ah ada apa mianhae”

 

“bukan apa kau tidak mengetahuinya?”

 

“memangnya ada apa?”

 

“joonmyeon sudah tidak ada”

 

“mwo!!!!!!!!!!!!!!??” tiba-tiba air mataku sudah memenuhi mataku dan membuat pengelihatanku buram

 

“sudah sejak 2 tahun yang lalu”

 

“waeyo?” semua air mataku pun keluar begitu saja

 

“tertabrak mobil aku tidak tau bagaimana rincinya” saat aku benar-benar menangis hyojin memeluku membiarkan aku menangis dipundaknya dia menenangkanku. ya tuhan betapa jahatnya diriku sahabatku sendiri sekarang sudah tidak adapun aku tidak tau betapa jahatnya aku.

 

“sudah yoon-ah tenanglah…..dan ada pesan terakhir dari joonmyeon untukmu”

 

“apa itu?” tanyaku

 

“dia menitipkan kotak kecil tapi kotak itu terkunci jadi aku tidak tau apa isinya dia hanya menitipkan itu padaku”

 

“dimana kotak itu?”

 

“dirumahku”

 

“boleh aku minta alamatmu aku akan kerumahmu” hyojin pun menuliskan alamatnya pada secarik kertas.

 

“sebaiknya kau kerumahku sore saja”

 

“tidak bisakah sekarang? kumohon aku sudah jadi sahabat yang jahat hyojin-ah” ucapku sambil menangis

 

“tenanglah yoon-ah baiklah ayo sekarang, biar chanyeol oppa kutelefon untuk menyusul” aku dan hyojin mencari taksi dan segera menuju rumah hyojin sesampainya disana hyonim mencari kotak berwarna coklat yang sudah kusam karena sudah lama kuambil kotak tersebut dari tangan hyojin.

 

“tapi kotak tersebut terkunci yoon-ah”

 

“sepertinya aku punya kuncinya , kalau begitu aku pulang dulu hyo-ah gomawo mianhae aku terburu-buru”

 

“ne, gwenchana aku mengerti hati-hatilah yoon-ah” aku segera mencari taksi dan pulang ke hotel dan berlari ke kamar hotel mengobrak abrik isi tasku untuk mencari kunci kotak ini.

 

“ini dia” ucapku setelah menemukan kunci tersebut segera kubuka kotak tersebut disana terdapat beberapa kertas dan ternyata ada beberapa barang seperti gantungan hanphoneku dulu , jepit, tiket bioskop yang ternyata ini gantungan handphone yang mirip punyaku dulu , jepit yang mirip seperti milikku dan tiket bioskop ini adalah film yang pernah kutonton bersama joonmyeon dulu. airmataku keluar di kedua sudut mataku keluar membasahi pipiku. kucari lagi isi kotak tersebut ada satu cincin perak disana tertulis yoonmyeon dibalik cincin tersebut. kubaca kertas yang ada didalam kotak tersebut.

 

letter 1

akhirnya aku berhasil memesan cincin sesuai keinginannku dan setelah lulus SMA nanti aku akan menyatakan perasaanku pada yoonmi semoga dia akan menerimaku karena cincin ini sudah kupesan dengan tulisan yoonmyeon = yoonmi & joonmyeon yang artinya kuharap aku dan yoonmi bisa bersama selamanya

 

Letter 2

gomawo yoonmi-ah sekarang aku mengetahui perasaanmu kau tidak menyukaiku tapi kau menganggapku sebagai kakakmu tapi aku bahagia walaupun kau menganggapku hanya seperti itu tapi itu sudah berarti aku ada dihatimu walau hanya sebagai kakak gomawo yoonmi-ah

 

Letter 3

I try to find you, who i can’t see

I try yo hear you, who i can’t hear

Then I started to see things

I couldn’t see, hear things I couldn’t hear

 

Because after you left, I received

a power I didn’t have berfore

 

The selfish me, who always knew only my self

The heartless me, who didn’t even know your heart

Even I can’t believe, that i changed like this

Your love keeps moving me

 

air mataku pun deras keluar dari kedua mataku tanpa henti ‘mianhae joonmyeon-ah mianhae’ . jongdae oppa pun datang dan melihatku menangis

 

“waeyo yoon-ah?” jongdae menarikku kedalam pelukannya dan melihat semua kertas dan barang barang yang tergeletak diatas kasur tanpa perlu bertanya lagi padaku jongdae oppa sudah mengerti dia menenangkanku dalam pelukannya.

 

“sudah yoon-ah kau tidak salah joonmyeon-ssi pasti mengerti”

 

“tapi oppa aku jahat sekali . mianhae joonmyeon-ah” ucapku sambil menangis

 

“sudah jangan menangis kalau kau menangis seperti ini joonmyeon akan sedih” jongdae oppa memang sudah seperti joonmyeon dia memliki sifat penjaga layaknya joonmyeon bisa membuatku tenang yang akhirnya sekarang aku bisa tenang .

 

‘mianhae joonmyeon-ah saranghae’

 

THE END

 

 

 

Advertisements