Author : Farihadaina a.ka Park HaRin

genre : romance, angst

length : Continue/drabble

Main cast: Jessica Jung, Lee Donghae

Support cast : Eunhyuk, Hyoyeon, Yesung, Kyuhyun, Shindong, Sungmin, Siwon.

A.n: Annyeong! akhirnya saya selesai juga UN-nya *curcol* mian  FF ini lama updatenya, karena saya sibuk belajar buat UN. mian kalau banyak Typo atau kekurangan, abis FF part ini, aku buatnya ngebut hehe. Setelah baca mohon ninggalin jejak. DONT BE SILENT READER! 

Enjoy!~~

&&&

Keheningan menyelimuti ruang makan keluarga Donghae. Tidak ada keramaian kecil yang menyambut pagi hari, hanya terdengar suara sendok yang berbentur dengan piring.

“Ehem..” Yesung berdeham keras, mencoba mencairkan suasana. Donghae, Hyoyeon, dan Jessica mendongak menatap Yesung.

“Waeyo?” tanya Donghae bingung.

“Ada apa dengan kalian berdua?” tanya Yesung dengan melemparkan pandangan menyelidik pada DongHae dan Jessica bergantian. “kalian terlihat canggung sekali.” Lanjutnya.

DongHae dan Jessica berpandangan sebentar, lalu Jessica menundukkan kepalanya malu sedangkan DongHae mengalihkan pandangannya pada Yesung.

“A..aniya! tidak ada apa-apa kok!” jawab Donghae, tangannya mengibas-ngibas di depan dan kepalanya menggeleng cepat.

“yakin?” tanya Yesung memastikan lagi.

“N.. Ne!” gagap Donghae dan Jessica bersamaan. Yesung dan Hyoyeon tertawa kecil melihat pemandangan di depan mereka. Hanya memandang Donghae yang terlihat bahagia seperti ini, membuat Yesung dan Hyoyeon senang. ‘aku tak akan membiarkan kebahagiaan Donghae kali ini hilang. Aku akan melakukan apapun untuk mempertahankan kebahagiaan Donghae.’ Batin Hyoyeon dan Yesung lalu melanjutkan sarapan pagi mereka.

&&&

Donghae POV

Hah! Aku bisa gila! Kenapa pula Yesung Hyung menyuruhku untuk menemani Jessica mengambil barang-barangnya di rumah dia? Ya, Yesung Hyung dan Hyo Noona menyarankan Jessica atau mungkin lebih tepatnya sedikit memaksa Jessica untuk tinggal di rumahku, aku sih sangat senang, ia bisa tinggal di rumah. Tapi masalahnya sekarang adalah bagaimana caranya  aku bisa keluar dalam suasana yang kaku seperti ini? Yeoja ini kenapa sangat suka berdiam diri seperti ini?

Han Ahjussi kumohon percepat laju mobil ini! rasanya berada di dalam mobil dengan suasana kaku seperti ini tidak mengenakan. Kulirik Jessica di sampingku. Ia memandang jalanan luar, matanya terlihat nanar. Apakah ia sedang memikirkan keluarganya dan namja bernama Heechul itu? ingin sekali aku merengkuhnya.

“sudah sampai tuan.” Han ahjussi menolehkan kepalanya ke belakang. Aku mengangguk pelan lalu beranjak keluar mobil diikuti Jessica.

Aku biarkan Jessica berjalan di depanku. Rambut panjang coklat Jessica tergerai lurus ke belakang, tersibak kecil ketika angin berhembus. Dan, melihat pemandangan itu, mataku tak mau lepas memandangnya. Apakah aku memang benar-benar sudah menyukainya?

Aku mengerjapkan mataku cepat, kemudian berjalan mengikuti Jessica. Ia membuka pintu rumahnya.

Siiingg’

Sunyi sekali keadaan di rumahnya. Jessica berjalan pelan, napasnya terdengar berat seperti menahan tangis. Rumah ini juga gelap, jadi aku tak bisa melihat ia menangis atau tidak. Aku terus membuntutinya seperti ekor tanpa mengucapkan sepatah kata pun.  Dia seperti tidak menganggapku ada. Apakah dia marah karena kejadian kemarin?

Jessica memandang foto ber-bingkai hitam, ia mengelus permukaan foto tersebut sangat pelan, seakan foto itu akan pecah berkeping-keping ketika ia mengelusnya dengan kasar.

“hmm, Sicca-ya?” akhirnya aku mengucapkan beberapa perkataan. Aku berjalan untuk lebih dekat dengan Jessica. Aku bisa melihat siapa yang ada di dalam foto tersebut, dua orang namja yang mengapit satu yeoja. Foto itu pernah aku lihat, ketika pertama kali masuk dalam rumah ini.

Jari-jari Jessica yang lentik terlihat bergetar. Aku menatapnya sendu. “Jessica…” ucapku lagi pelan. Tak ada jawaban dari pemilik nama tadi. Aku menepuk pundaknya tapi ia melepaskan tanganku lalu berjalan pelan menyusuri barang-barang yang ada di meja ruang tengah itu.

Ia marah padaku karena peristiwa tadi malam? Hah, betapa bodohnya kau Lee DongHae! Kenapa kau melakukan hal seperti itu tadi malam? Aku berjalan menyusulnya yang ternyata sudah masuk kamar tidur miliknya.

“Jessica-ya?” panggilku pelan. Aku melihat, ia termenung di depan meja rias. Ia mengambil sesuatu dari kotak kecil berwarna merah. Pantulan sinar mengkilat, membuatku tahu jika benda itu pasti sebuah cincin.

Ia menggenggamnya pelan. Kemudian tangannya mengalungkan cincin itu, sepertinya ia menjadikan cincin itu sebagai liontin.

“Jessica-ya, apa kau marah dengan kejadian tadi—-“ ucapanku terhenti ketika melihat Kristal bening di ujung matanya. Kau menangis? Kumohon jangan menangis lagi.

Aku cepat-cepat mendekatinya, hendak merengkuh tubuhnya yang sudah bergetar. Tapi tubuh Jessica bergerak menjauhiku. Perasaan kecewa menyelinap pelan dalam hatiku. Apakah ia begitu membenciku karena aku telah menciumnya?

Aku menatapnya sedih, ia memejamkan matanya dengan tangan yang menggenggam kalung berliontin cincin itu. Sebutir air mata keluar dari tempatnya.

“Jessica, mianhae.. maafkan aku..” ucapku pelan. “Jika kau marah padaku karena kejadian tadi malam, aku minta maaf… aku tak bermak—-“

“Kau pikir.. Kau pikir dengan kata maaf kau bisa menyembuhkan rasa bersalahku pada Heechul Oppa??” ucapnya memotong perkataanku. Aku cukup tersentak, mendengar ucapannya.

“MianHae.. aku tak bermaksud—“

“Kau tahu?? Heechul Oppa pasti akan sangat kecewa padaku di sana! dia kecewa karena aku tak bisa menjaga bibirku hanya untuknya! Apa kau tahu itu Lee Donghae!” Dia lagi-lagi memotong perkataanku dengan suaranya yang membentak. Ia merosot kebawah, lututnya menjadi tumpuan tubuhnya. Kepalanya tertunduk dalam, dengan isakan keras dari mulutnya.

Apa itu begitu menyakitkanmu? Aku berjalan mendekatinya, dan langsung membawa tubuhnya ke dalam pelukanku.

“Keluarkan semua. Keluarkan semua perasaan yang ada di hatimu. Pukul aku jika kau memang ingin memukulku.” Ucapku pasti seraya memeluknya erat dalam dekapanku, mencoba memberikan kenyamanan untuknya.

Ia memukul dadaku pelan. Ia terisak semakin keras. Butir-butir bening membasahi kaus yang kupakai. “Aku benci… waeyo? Kenapa pelukanmu sama dengan pelukan Heechul Oppa! Waeyo? Aku benci ini…..” ucapnya sedikit keras dengan isakan yang mewarnai perkataannya.

 

Author POV

“sudah lebih baik?” ucap Donghae seraya mengusap pelan punggung dan rambut Jessica.  Jessica mengangguk pelan.

“Mianhae.. kemarin aku tidak bermaksud untuk menyakitimu.”Ujar Donghae lagi, ia melepaskan pelukannya, menatap Jessica  dalam.

“gwenchana.. aku hanya terbawa suasana dan emosi. Itu bukan kesalahanmu sepenuhnya.” Jessica menggelengkan kepalanya pelan. Donghae menghela napas lega, dengan refleks Donghae kembali mendekap Jessica lembut dan hangat. Jessica tersentak kaget, tapi kemudian ia menikmati pelukan hangat Donghae yang serupa dengan Heechul, mencoba merasakan keberadaan Heechul.

“Kajja! Kita bereskan barang-barangmu.” Donghae melepaskan pelukannya, lalu membantu Jessica berdiri.

&&&

Drrt drttt’

“yeoboseyo?” sapa Donghae pada seseorang disebrang telpon.

“Hey ikaan! Kau sudah boleh ke luar rumah kan?” suara Eunhyuk menggema di telinga Donghae.

“Ne, waeyo?” jawab Donghae.

“Kalau begitu datang ke kampus dong! kita nungguin di sini.” Tawar Eunhyuk yang terdengar memaksa.

“Tapi aku sedang bersama dengan Jessica.”

“Ajak saja dia! Kau ini babo sekali, ckck! Lumayan kan bisa jalan-jalan, terus ngelupain kesedihannya.” Jelas Eunhyuk.

“Ah! Benar! Kau tumben pintar Hyukkie~” jawab Donghae seraya melirik-lirik kearah Jessica yang sedang memejamkan matanya.

“aku memang sudah pintar, ikaann. Yasudahlah, sampai ketemu di kampus!” Eunhyuk mematikan teleponnya. Donghae tersenyum senang.

“Han ahjussi, kita ke kampusku ya.” titah Donghae yang disambut dengan anggukan Han ahjussi.

Mobil membelah jalan Seoul. Nafas teratur keluar dari mulut Jessica. Donghae lagi-lagi menatap wajah damai Jessica. Hatinya berdebar setiap melihat wajah Jessica. Ingin sekali ia memiliki Jessica.

“sejak kapan memandangi wajah Jessica  kujadikan hobi? Haha” gumamnya pelan sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“kuharap waktuku bisa lebih banyak, untuk terus berada di sisinya.” Gumamnya seraya mengelus surai lembut milik Jessica.

&&&

“Sicca-ya.. ireonna..” Donghae mengguncang pelan tubuh Jessica. Jessica melenguh pelan. Ia mengerjapkan matanya berkali-kali, menyesuaikan cahaya yang masuk matanya.

“sudah sampai?”

“Ne, kita sudah sampai. Kajja, keluar!” ajak Donghae, ia mendorong tubuh Jessica untuk keluar mobil.

“Han ahjussi pulang duluan saja. Nanti aku akan pulang dengan Eunhyuk.” Titah Donghae. Akhirnya Han ahjussi pergi meninggalkan mereka. Jessica celingukkan bingung.

“ini dimana? Katanya, kita sudah sampai rumah?” tanyanya bingung.

“kita memang sudah sampai, tapi bukan dirumah, melainkan di kampusku hehe” jawab Donghae dengan senyum lebar. “mencari suasana baru. Kajja!” Donghae menarik tangan Jessica.

“kyaa!  Itu Donghae-sunbae!” jerit seorang yeoja yang baru berpapasan dengan Donghae dan Jessica. Jeritan yeoja itu membuat yeoja-yeoja lainnya bergerombol menghampiri Donghae.

“Kyaaa! Oppa, kau kah itu?” pekik yeoja lainnya. Donghae hanya tersenyum menanggapi pekikan-pekikan yeoja yang mengelilinginya.

“apakah itu yeojachingu-nya?” yeoja yang tadi memekik girang, sekarang memandang Jessica tajam. Jessica yang risih mendapat tatapan yeoja-yeoja—penggila Donghae— langsung melepaskan tangannya dari tangan Donghae.

“Ya ya! kalian jangan menghalangi jalan Donghae, dong!” suara EunHyuk terdengar lantang. Yeoja-yeoja yang mengerubuni Donghae langsung menjauh dan menunduk malu.

“ish, ada-ada saja mereka ini!” gerutu Eunhyuk.

“sudahlah Hyukkie-ya.” Sungmin datang dari belakang lalu menepuk pelan pundak Eunhyuk. “Hae-ya,, ternyata kau telihat lebih sehat dari sebelumnya. Lalu, ini yang namanya Jessica-ssi itu? Annyeong, Sungmin imnida.” Lanjut Sungmin seraya membungkuk pelan.

“O-oh, ne. Annyeong. Jessica imnida.” Jawab Jessica lalu membungkuk pelan.

“Aku sudah mendengar cerita tentang Donghae yang niatnya menolongmu tapi malah di tolong dari Hyukkie, dan Kyunnie. Kau ini babbo Hae-ya!” Sungmin tertawa tertahan membayangkan hal itu.

“Ya Hyung! Kenapa kau tertawa! Itu tidak lucu.” Sungut Donghae kesal.

“haha Mianhae.” Sungmin menjitak kepala Donghae, dan langsung mendapat deathglare Donghae.

“Hyung! Kau ini niat mau minta maaf, tapi kenapa menjitakku?”

“Ani, hanya sedang ingin menjitakmu.” Jawab Sungmin kelewat polos.

“sudahlah Donghae, kau tahu sifat sungmin hyung kan? Maklumi saja.” Eunhyuk menepuk pundak Donghae pelan dan memberikan tatapan prihatin. Donghae mendengus kesal.

“Jessica-ssi kajja ke dalam. Di dalam sedang ada persiapan pameran, kau mau lihat?” Ajak Sungmin ramah. Jessica yang dari tadi hanya mengulum senyum kecil melihat tingkah Donghae, segera tersadar. Ia menganguk pelan.

“Pameran? Pameran apa?” tanya Donghae penasaran.

“nanti juga tahu. Kajja!” ajak Eunhyuk seraya merangkul pundak sahabatnya itu, mengikuti Sungmin dan Jessica yang sudah berjalan duluan.

Suasana riuh mulai terasa ketika mereka memasuki Aula kampus. Orang-orang sibuk mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing. Sebagian besar, orang-orang yang berada di dalam aula sedang mendekorasi panggung.

“mana yang lainnya?” tanya Donghae pada Eunhyuk. Eunhyuk menggerakan dagunya,menunjukkan segerombolan yang di kenali Donghae di dekat panggung, tak jauh dari mereka.

“Ya! Kau sudah bisa berjalan-jalan rupanya.” Kata Siwon disambut dengan anggukan kepala Donghae. Kemudian Donghae menoleh ke kanan-kiri mencari Jessica.

“mencari siapa?”tanya Shindong yang heran melihat gelagat Donghae.

“pasti mencari Jessica-ssi.”tebak Eunhyuk yang membuat Donghae berhenti menoleh kanan-kiri.

“kau melihatnya?” Tanya Donghae dengan wajahnya yang sulit di jelaskan. Siwon, Shindong,Kyunhyun, dan Eunhyuk hanya memandang Donghae cengo. Semenit kemudian mereka terlihat seperti menahan tawa.

“waeyo? Ada yang salah?” bingung Donghae.

“ani, hanya saja. Orang yang Hyung cari itu… hahaha.” Jawab Kyuhyun menggantung, karena tak sanggup untuk menahan tawa yang sedari tadi ia tahan.

“ehem.. Hae-ya. Orang yang kau cari itu dari tadi ada di belakangmu bersama Sungmin.” Ucap Siwon setelah berdeham. Donghae menoleh ke belakang, dan terlihatlah Jessica bersama Sungmin yang menatap Donghae geli.

Donghae nyengir lebar, ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “haha aku tidak menyadari itu hehe tapi bukankah kalian tadi jalan di depanku?”

“tadi aku mengajak Jesicca-ssi  melihat-lihat aula.” Jawab Sungmin cuek.

“ah, Jessica-ssi, kemari duduk.” Tawar Siwon, tangannya menepuk-nepuk kursi di sebelahnya. Jessica mengangguk pelan.

“ne, kamshamnida.” Tutur Jessica ramah.

“tak usah terlalu formal  dengan kami. Temannya Donghae berarti teman kita juga, berarti kau juga sudah otomatis menjadi teman kami.” Ucap Siwon bijak disusul dengan anggukan kepala Kyuhyun, Eunhyuk, Shindong, dan Sungmin.

“ne, kau juga jangan  galak lagi denganku. “ucap Eunhyuk cepat.

“ah!  Ne mian.” Jawab Jessica pelan, ia menunduk malu.  Eunhyuk mengangguk-ngangguk puas.

“sebenarnya ini pameran apa?” Tanya Donghae, ia melihat sekelilingnya. “tak ada stand-stand yang mengisi pameran, hanya sebuah ada sebuah pangggung.”

“ini untuk acara hiburannya.”jawab Kyuhyun singkat, kemudian mengeluarkan psp-nya dari tas hitam. Donghae mendecak melihar kelakuan Kyuhyun yang tak berubah-ubah.

“ne. Lama diam di rumah membuatmu sedikit lupa ingatan ya?” balas Sungmin, lalu menghampiri Kyuhyun dan duduk di sebelah Kyuhyun. Donghae mengernyit bingung.

“ini pameran sama kayak setahun yang lalu, Hae-ya. Jadi, nanti stand-stand buat pameran ada di luar gedung kampus. Nanti juga bakal ada pertunjukan kembang api.” Jelas Siwon.

“setahun yang lalu ya?” gumam Donghae pelan. Ia sudah ingat. Sekarang ia sangat mengingatnya, ingatan yang selama ini ingin di lupakannya. Jessica mengernyit bingung, melihat perubahan ekspresi pada Donghae.

Eunhyuk yang melihat perubahan ekspresi Donghae langsung mengerti. “hemm, ikan! Aku menyuruhmu kesini ingin membiacarakan sesuatu. Kajja!” Eunhyuk langsung menyeret Donghae pergi.

“hemm, apakah aku boleh tau, ada apa dengan setahun yang lalu?” Tanya Jessica ragu pada Shindong, Kyuhyun, Sungmin, dan Siwon. Mereka refleks mendongak bersamaan, lalu saling berpandangan sejenak.

“Aniya. Tidak ada apa-apa.” Elak Sungmin, dan disetujui dengan anggukan tiga kepala lainnya. Jessica hanya bisa ber’o’ ria, ia tak mau menanyakannya terlalu dalam. Toh, ia bukan siapa-siapa Donghae. Tapi, sejujurnya Jessica sangat penasaran dengan perubahan ekspresi Donghae yang tidak pernah Jessica lihat sebelumnya. Ekspresi sedih dan kecewa bercampur menjadi satu.

&&&

Donghae pasrah dalam seretan Eunhyuk. Pikirannya melayang-layang dalam ingatan setahun yang lalu. Ia berusaha menghapus ingatan-ingatan itu dalam otaknya. Tapi, sekeras apapun ia berusaha melupakannya, otaknya terus memutar ingatan itu terus.

“Ya! Hae-ya!” Eunhyuk mengguncang pundak Donghae pelan. Tak ada reaksi yang berarti dari Donghae. Eunhyuk menghela napas berat.

“Hae-ya, gwenchana?” Eunhyuk memanggil Donghae sekali lagi.

“Ah? Wae?” Donghae tersadar dari lamunan-lamunannya.

“ani. Hae-ya, ternyata sebulan lebih kau tak masuk kuliah, fans-mu masih banyak! Haha” goda Eunhyuk mencoba menghibur Donghae. Donghae hanya tersenyum kikuk.

“ngomong-ngomong, sepertinya kau sudah menyukai Jessica-ssi?” ujar eunhyuk sambil melirik Jessica bersama Sungmin, Kyuhyun, Shindong, dan Siwon yang mengajak Jessica bergurau. Tampak wajah Jessica yang menunjukkan kenyamanan dan raut yang bahagia. Donghae ikut melirik pada arah yang sama dengan Eunhyuk. Mau tak mau, bibir Donghae ikut mengembang, membentuk lengkungan kecil.

“ia tampak bahagia dan cantik.” Gumam Donghae pelan.

“Mwo?” tanya Eunhyuk yang mendengar gumaman tak jelas Donghae.

“ Ani. Tadi kau ingin bicara apa?” tanya Donghae mengingat Eunhyuk menyeretnya ke sini untuk berbicara sesuatu.

“sebenarnya, aku ingin menagih janjimu.” Jawab Eunhyuk dengan suara rendah. Donghae mengerutkan keningnya.

“janji? Janji apa?”

“ish, masa kau sudah lupa. Itu loh, janji untuk membantuku dekat dengan Hyo Noona.” Jawab Eunhyuk gemas.

“Jadi? Jadi, kau menyuruhku ke sini hanya untuk menanyakan hal ini?” pekik Donghae yang cukup memekakkan telinga Eunhyuk. Eunhyuk menggosok telinganya yang sakit karena suara Donghae.

“Aish~ tak perlu memekik seperti itu.” gerutunya Kesal. “ne, kau kan sudah berjajnji untuk membantuku. Jadi apa rencanamu untuk mendekatkanku dengan Hyo noona?” desak Eunhyuk. Donghae menghela napas.

“ne, ne aku akan membantumu. Tunggu saja rencananya nanti. Aish~ kau membuang waktuku Lee Hyukjae!” Donghae mencak-mencak tak jelas. Eunhyuk tersenyum lega melihat ekspresi Donghae yang sudah kembali normal.

“Tapi, dengan aku menyuruhmu datang ke sini, kau bisa melihat wajah Jessica yang gembira walau hanya sedikit.” Timpal Eunhyuk, lalu menunjuk Jessica yang sedang tertawa kecil melihat Shindong melakukan hal konyol.

“Ne, Gomawo Hyukkie-yaa” ucap Donghae dengan tulus. Ia berjalan kembali pada segerombolan orang yang berusaha menghibur Jessica secara tidak langsung bersama Eunhyuk.

Jessica POV

Teman-teman Donghae orang-orang yang menyenangkan, mereka membuatku nyaman berada di antara mereka. Tak butuh waktu lama, aku bisa ikut tertawa melihat lelucon mereka. Ku lirik Donghae yang tengah berbicara dengan Eunhyuk di kejauhan. Aku menghembuskan napas lega, ketika melihat ekspresi wajah Donghae yang sudah kembali seperti biasa. Eh? Tunggu. Kenapa aku khawatir dengannya? Ah, molla~ aku tak mengerti dengan perasaanku saat ini.

Eunhyuk dan Donghae berjalan menuju tempat kami. Setiap mereka berjalan, para yeoja-yeoja yang berpapasan dengan mereka pasti akan berteriak heboh dengan temannya. Benar-benar ciri-ciri orang popular seperti Heechul Oppa. Ah, Heechul Oppa bogoshipo~

“mian menunggu lama.” Ujar Eunhyuk.

“siapa juga yang menunggumu,hyung?” jawab Kyuhyun cuek, ia kembali pada PSP-nya dan memperlihatkan permainannya pada Sungmin di sebelahnya.

“Ish~ kau ini!” Kesal Eunhyuk, lalu mengambil PSP Kyuhyun secara paksa.

“YA!” teriak Kyuhyun dan sungmin berbarengan. Kyuhyun mendecak kesal karena permainannya di ganggu, sedangkan Sungmin mendecak kesal karena tontonannya di rusak Eunhyuk. Eunhyuk hanya menyeringai lebar, ia memasukkan PSP Kyuhyun ke dalam saku celananya.

“Hahaha rasakan kau!” tawa Eunhyuk puas.

“Ish, Hyung kembalikan!” geram Kyuhyun, tangannya mengulur untuk mengambil barangnya. Eunhyuk menepis tangan Kyuhyun. Sungmin yang sepertinya ingin melihat permainan Kyuhyun pun sekarang ikut membantu Kyuhyun mengambil PSP-nya.

“Eits! Tidak sampai.” Eunhyuk menghindar ke kanan-kiri menghindari tangan-tangan Sungmin dan Kyuhyun.

“Hei! Kalian jangan seperti anak kecil!” Siwon mencoba menengahi. Tapi, tidak digubris oleh ketiga manusia yang sedang sibuk adu mulut dan memperebutkan PSP kyuhyun.

“sudahlah, ayo kita makan saja.” Ajak Shindong sambil mengeluarkan Roti bungkus dari tasnya.  Siwon menggelengkan kepalanya, lalu mengambil salah satu roti bungkus dari tangan Shindong. Aku hanya tertawa melihat sikap mereka.

“maklumi saja mereka.” Ujar Donghae tiba-tiba di  sebelahku. Aku menoleh padanya.

“Mereka memang suka seperti ini.”jelas Donghae lalu tersenyum. Aku mengangguk mengerti.

“kau nyaman dengan mereka?” tanya Donghae lagi.

“hmmm, ne. aku merasa nyaman dengan mereka. Waeyo?” tanyaku balik.

“syukurlah~” gumam Donghae pelan. Aku mengulum senyum tipis. Apakah ia khawatir padaku? haha lucu sekali melihat ekspresi leganya.

&&&

“Aku permisi ke toilet dulu.” Ujarku pada yang lainnya. Aku beranjak dari dudukku.

“perlu ku antar?” tawar Donghae. Aku mengibas-ngibaskan tanganku di depan cepat.

“ani, tak perlu aku bisa sendiri.” Jawabku cepat. Donghae menunjukan ekspresi tidak yakinnya. Aku mengulum senyum geli.

“aku yakin aku bisa sendiri, Hae-ssi.” ucapku lagi meyakinkan. Kemudian beranjak pergi.

Hmm, tadi Sungmin-ssi sempat memberitahukan dimana letak toilet. Kalau tidak salah, toiletnya di balik panggung ini. Aku berjalan santai. Ah, itu dia toiletnya. Aku berjalan lebih cepat.  Dan akhirnya aku masuk ke salah satu bilik di dalam toilet, untuk buang air kecil.

Setelah selesai, aku keluar dan berjalan menuju wastafel untuk mencuci tangan. Aku berbalik badan untuk keluar kamar mandi. Badanku terperanjat kaget ketika melihat siluet yang begitu ku kenal. Badanku bergetar, takut.

“Annyeong Jessica-ssi. kita bertemu lagi.” ucapnya dengan nada sarkatis. “kau takut?” lanjutnya dengan seringaian dimulutnya.

“k-kau? Kenapa kau ada di sini?” ucapku gemetar. Sungguh, seringaian di wajahnya sangat menyeramkan. Yeoja di hadapanku itu berjalan mendekat padaku. Tubuhku kaku tak mau bergerak.

“kau hebat ya. Mengambil semua yang aku punya.” Ucapnya penuh penekanan. “Hahaha wajah cantik, rambut panjang, dan sikap yang menyenangkan.” Lanjutnya, tangannya mengelus pelan rambutku.

“m-mau apa kau?”

“tapi, tidak ada satupun yang aku sukai darimu.” Desis yeoja di depanku. “berani-beraninya kau muncul lagi di hadapanku. Cih, jangan mengeluarkan wajah takut dan sedih itu! muak aku melihatnya!” ucapnnya tajam, tangannya meraih rambutku dan menjambaknya. Aku meringis pelan.

“aku ingin kau menggantikan kakak-ku!” desis-nya tajam.

To be continue~ 

Advertisements