Author: Farihadaina (Park HaRin)

genre: Romance

Length: continue

cast: KwangMin (Boyfriend)

Hanna Park (OC)

A.n : Hay! GOFficiders 😀 udah lama gak nge-post FF. Mian, aku lagi sibuk  belajar buat UN, ini aku sempet-sempetin nulis FF pas lagi ujian praktek *curcol* Mian rada geje prolognya.

Yaudah Happy Reading~ semoga suka ya 😀

*****

Namja berambut pendek dengan warna rambut coklat kehitam-hitaman turun dari sebuah pesawat yang baru saja mendarat. Ia menghirup udara dalam-dalam, merasakan aroma kota yang menjadi kampung halamannya.

Tangannya bergerak membetulkan kaca mata hitamnya yang telah ia kenakan, lalu memasang earphone pada telinganya.

Namja itu melangkahkan kakinya, menelusuri Airport yang luas. Tangan kanannya menyeret koper hitam. ia melewati sebuah toko kecil di bagian depan Airport. Ia berhenti dan tersenyum kecil. Ia membelokkan langkahnya ke dalam toko roti.

Toko roti yang cukup ramai. Mereka yang tak sempat sarapan, mampir ke toko roti ini. Namja berambut coklat itu menghampiri kasir.

“Annyeong” sapa penjaga kasir itu ramah. Namja berambut coklat gelap itu tersenyum.

“aku pesan blueberry cheese cake 2” ucapnya seraya mengangkat jari telunjuknya dan jari tengahnya. Pelayan itu mengangguk, lalu berjalan menuju etalase berisi blueberry cheesecake.

Namja berambut coklat itu mengetuk-ngetuk meja kasir. “maaf menunggu lama, ini pesanan anda. Semuanya menjadi 5000 won .” ucap pelayan itu seraya menyerahkan pesanan namja berambut coklat gelap.Namja berambut cokelat itu meraih beberapa lembar won dari dompet miliknya.

drrtt’ ddrrtt’

Ponsel namja itu berdering. Ia meraih ponsel dari saku celananya. “yeoboseyo?” sapanya.

“KwangMin-ah! kau sudah sampai?” tanya seseorang disebrang. KwangMin–Namja berambut coklat gelap– tersenyum tipis.

“ne, aku sudah sampai. Hyung sedang dimana?” KwangMin melangkahkan kakinya pelan.

“Ya! aku sedang di Airport untuk menjemputmu! tapi sekarang, aku tak menemukanmu!” dengus namja yang di panggil Hyung oleh KwangMin.

“hahaha mian! Aku mampir ke toko roti. Aku membelikanmu blueberry cheese cake!” jelas KwangMin seraya terkekeh.

“waa?! jinjja?!” tanya namja di sebarang telfon.

“ne, kalau kau mau, temui aku di toko roti depan Airport. Aku akan  menunggumu di sini.” KwangMin menutup telfonnya dan mengembalikan ponsel berwarna biru ke saku celananya.

Bruk’ sesuatu menabrak kaki KwangMin. KwangMin menoleh ke bawah. Seoran anak perempuan yang tingginya tak selebih kaki KwangMin terjatuh setelah menabrak KwangMin. KwangMin berjongkok mensejajarkan tinggi mereka.

“Gwenchana adik kecil?” KwangMin mengelus rambut anak kecil itu.

“Gwenchana, ahjuci. aku tidak apa-apa. Mian telah menablakmu.” dengan logat cadelnya, anak perempuan itu berdiri dan membungkuk pelan.

KwangMin tersenyum tulus, ia mengeluarkan satu blueberry cheese cake yang tadi di belinya. “namamu siapa? mana ibumu? ini ku berikan untukmu. ” KwangMin Menyodorkan blueberry cheese cake tersebut, lalu mengelus puncak kepala anak perempuan itu.

“Namaku Lenata.  Eomma-ku sedang duduk di sana. Di dekat jendela ahjuci. Kau mau ikut denganku?” anak perempuan itu menunjuk seorang wanita yang sedang duduk di bangku dengan menghadap keluar jendela.

KwangMin berdiri dari jongkoknya, dan menoleh pada arah yang di tunjukan Lenata. Mata KwangMin terpaku menatap wanita itu. Wanita yang tengah menatap nanar langit pagi Kota Seoul. Sesekali ia menghela napas, dan menyesap kopinya. Sinar matahari yang masuk melewati jendela tersebut menyorot wanita itu.

“kau yakin itu eomma-mu?” tanya KwangMin.  Lenata mengangguk yakin. “ne, itu eomma-ku. Dia eomma-ku yang cantik!” bangganya seraya memamerkan gigi-gigi kecilnya.

“Ahjuci mau ikut denganku?” ajak Lenata.

“ani. titipkan salamku saja pada eomma-mu. Mian telah membuatmu terjatuh.” KwangMin melambaikan tangannya. Lenata pergi menghampiri Eomma-nya.

Ia berbisik pada Eomma-nya, lalu tertawa. Beberapa detik kemudian Eomma-nya menoleh ke arah KwangMin dan tersenyum tulus.

KwangMin yang masih terdiam di tempat, semakin terpaku di tempat. Menatap pesona yeoja yang di pandanginya.

“KwangMinnie!! mana blueberry cheese cake buatku?” seseorang menepuk bahu KwangMin, membuat KwangMin tersadar dari lamunannya.

“oh, YoungMin-Hyung.. ige~ “KwangMin menyodorkan kantong plastik berisikan blueberry cheese cake.

“hanya satu?” YoungMin menunjukan wajah kecewanya.

“Mian tadi aku memberikannya pada gadis kecil. Dia sangat lucu sekali.” KwangMin menepukkan kedua tangannya memohon ampun pada Youngmin.

“ohh, yasudah.” YoungMin menghela napas. “Oh ya, tadi aku melihatmu sedang memandangi seorang yeoja yang duduk di dekat jendela bukan?” lanjut YoungMin sambil menyeret KwangMin keluar toko roti.

KwangMin hanya mengangguk pelan. Lagi-lagi YoungMin menghela napas pelan.

“sepertinya dia sudah ber-keluarga. Kau jangan memulai membelitkan benang-mu sendiri. Jika benang itu sudah terbelit dan kusut. Terpaksa, kau harus menghancurkan atau memutuskan benangmu sendiri. Ingat, kau sudah pernah menghancurkan dan memutuskan benangmu. Aku tak mau itu terjadi lagi denganmu.” YoungMin menepuk bahu KwangMin pelan.

KwangMin menghirup nafas dalam lalu mengeluarkannya perlahan. ‘Aku akan berusaha tidak membelitkan benang itu hingga kusut Hyung. Aku berjanji!’ batinnya dalam hati.

Advertisements