Author: Park Harin (Farihadaina)

genre: Romance, Family

length: continue, chaptered

cast: Lee Donghae (SJ), Jessica (SNSD)

Support cast : Hyoyeon, Yesung, Eunhyuk, Siwon, Kyuhyun, Leeteuk.

a.n : holla readers! akhirnya selesai juga part 3 ini *ngelap kringet*

makasih readers yang udah comment di part 1 dan 2, karena comment2

readers kemarin bikin aku semangat ngerjain part ini hahaha.

Happy reading!

Brakk! terdengar seseorang mencoba mendobrak pintu. “kyaaa!..” teriak yeoja itu nyaring. ini adalah suara jessica.

“jessica ssi? ada apa??” tanya donghae panik. “halo?? haloo?? ” tuuut tuuut telefon itu terputus. donghae menutup ponselnya kasar.

“waeyo hae?” tanya leeteuk akhirnya.

“jessica, hyung. dia sepertinya dalam bahaya..” donghae bangkit dari kursi.

“jessica? siapa dia?” leeteuk terlihat kebingungan. “nanti saja ku jelaskan hyung! aku pergi dulu ya!” donghae berlari meninggalkan rumahnya. leeteuk yang khawatir memutuskan untuk menyuruh eunhyuk menyusul donghae.

You Light up My World part 3

Donghae terus berlari menuju rumah Jessica. ‘apa yang terjadi dengan Jessica? Apakah ia baik-baik saja? Apakah ada orang jahat yang memasuki rumahnya? Tuhan, lindungilah dia.’ Itulah yang saat ini memenuhi pikiran Donghae. Ia amat sangat khawatir pada Jessica.

Nafas Donghae tersengal-sengal ketika sampai di rumah Jessica. Ia dengan cepat memasuki rumah Jessica.

“hyaaa! Jangan mendekat! Kalian siapaaa??” terdengar teriakan Jessica yang ketakutan. Donghae langsung melesat menuju kamar Jessica.

“Ya! Apa yang kau lakukan terhadap Jessica?!” bentak Donghae pada ketiga ahjussi berbadan cukup kekar dan besar yang sedang menahan tangan Jessica.

“Donghae-ssi! Tolong aku” pinta Jessica pada Donghae.

“oh, ada bocah yang ingin menjadi pahlawan ya?” kekeh salah satu ahjussi yang sepertinya bos dari kedua temannya.

“kau! Ahjussi mesum! Jauhi yeoja itu.” Geram Donghae.

“apa kau bilang?! Kau menantang kami, huh?” ahjussi tadi mengepalkan tangannya. “kau! Pegang yeoja ini! Aku akan menangani bocah sialan ini!” perintahnya pada salah satu anak buahnya.

“nah, ayo sekarang kita mulai permainannya.” Ucap ahjussi itu lalu mengarahkan tinjunya pada Donghae. Donghae menghindar ke bawah, lalu menendang kaki ahjussi itu hingga terjatuh. Ahjussi itu meringis, sedangkan Donghae terkekeh dengan nafas yang masih tersengal-sengal.

“kau pikir aku tidak bisa berkelahi? Jika kau berpikir seperti itu, itu salah besar ahjussi mesum!” ucap Donghae sambil kembali memasang ancang-ancang.

“KAU!” geram ahjussi, lalu kembali bangkit dan menyerang donghae. Tanpa ba bi bu lagi, donghae langsung menghajar ahjussi itu.

BUGH! Perut ahjussi itu menjadi sasaran tinju donghae berkali-kali.

Duak! Kini bagian kaki ahjussi itu yang di tendang oleh donghae hingga ambruk.

“ayoo, sini kalau berani!” tantang donghae. Dengan sigap kedua anak buah ahjussi itu maju ke depan. Menggantikan bosnya yang tengah meringis kesakitan. Perkelahian di kuasai oleh Donghae, tapi itu tak berlangsung lama. Kedua orang itu menyerang berbarengan membuat Donghae kelimpungan.

BUGH! Satu pukulan keras mengenai dada sebelah kiri Donghae.

“arghh!”pekik Donghae lalu ambruk. Ia memegangi dada sebelah kirinya, dan nafasnya tersengal-sengal. Kedua anak buah ahjussi itu di tambah ahjussi itu menyeringai senang.

“Donghae-ssi!! Gwenchana?! Kenapa dengan dirimu?!” teriak Jessica sambil berjalan mendekati Donghae.

“eh, mau kemana nona manis? Kau tidak boleh ke sana!” ahjussi itu menarik tangan Jessica.

“Kyaa! Jangan pegang!” perintah Jessica yang ‘tak digubris oleh ahjussi.

“ayo, kita habisi bocah ingusan ini bos!” saran salah satu anak buahnya. Ahjussi itu melepaskan tangan Jessica lalu menghampiri tempat Donghae terkapar.

Mulai lah mereka memukuli, dan menendang Donghae. Donghae semakin tersengal dan kesakitan. Jessica menatap ngeri apa yang terjadi di depannnya. Ia bingung, ia ingin menolong, tapi ia tidak bisa melakukan apapun, ia terlalu takut. Sekarang Jessica hanya bisa menangis, merutuki kejadian buruk selalu menimpa dirinya.

BUGH!

“ya! Kalian ini para ahjussi! Bisanya main keroyok!” dengus seorang namja sehabis memukul salah satu anak buah ahjussi itu. Namja yang baru saja datang itu ialah eunhyuk.

“benar! Sekarang kita pas 3 lawan 3” sahut namja lainnya yang bernama Kyuhyun

“nah, kau jessica-ssi! Bawa Donghae-ya ke rumah sakit terdekat! Di sini kami yang akan mengurus!” perintah namja bernama Siwon. Dengan cepat Jessica membopong Donghae keluar dari rumahnya.

“kalian siapa?! Mau sok jagoan lagi seperti bocah yang tadi?!” cibir ahjussi.

“siapa bilang kita sok jagoan! Kita memang jagoan! Apalagi aku haha!” narsis Kyuhyun dengan evil smile nya.

“ya! Di saat seperti ini jangan ber-narsis ria!” ingat Siwon.

“haaah, sudahlah! Lebih baik kita habisi para ahjussi-ahjussi menyebalkan ini!” ucap Eunhyuk, memberi komando. Mulai lah mereka berkelahi 1 lawan 1. Perkelahian yang cukup alot. Tapi, pada akhirnya group Eunhyuk, Kyuhyun,dan siwon lah yang memenangkan perkelahian ini.

“ayo, sekarang ikat mereka bertiga lalu telfon polisi.”  Ajak eunhyuk sambil mengeluarkan tali dari tasnya.

“wahh! Eunhyuk kau hebat! Sudah mempersiapkannya semua” puji Siwon lalu membantu Eunhyuk mengikat ketiga ahjussi yang telah terkapar dilantai di ikuti oleh Kyuhyun.

Jessica POV

Setelah mendengar perintah dari namja -entah siapa namanya- aku segera membopong Donghae ke rumah sakit terdekat. dan mencegat taksi yang sedang lewat. Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Donghae. Nafasnya terlihat sesak. Ia terus memegang dada sebelah kirinya. Dia seperti yang kesakitan. Pikiranku tertuju untuk menyelamatkan Donghae.

“Donghae-ssi! Tahan sebentar lagi kita akan sampai rumah sakit.” Ucapku panik. “Pak tolong cepat!” lanjutku pada supir taksi.

“ne, Agashi!” angguk supir taksi, lalu mempercepat laju mobilnya.

Sesampainya di rumah sakit, aku meminta bantuan supir taksi yang ku tumpangi tadi untuk menggendong Donghae yang sudah tak kuat untuk berjalan, mengingat aku tak cukup kuat untuk menggendongnya.

Supir taksi itu membaringkan Donghae pada ranjang dorong, yang seterusnya di dorong oleh para perawat ke salah satu ruangan. Aku memberikan beberapa lembar won pada supir taksi lalu membungkuk. Untung saja aku membawa beberapa lembar uang di saku celanaku.

Aku duduk di bangku yang berada di depan ruangan. Aku menggerakkan kakiku karena gelisah dan khawatir.

“dingin…” gumamku, ketika merasakan angin dingin yang menerpa tubuhku. Dan baru saat itu pula aku menyadari bahwa aku tak memakai baju hangat satupun di tubuhku, aku hanya memakai celana pendekku, dan kaos yang sedikit longgar.

“ini, pakailah!” seseorang menyodorkan jaket padaku. Aku menoleh pada sumber suara. Dan ternyata yang memberikan jaket padaku adalah temannya Donghae yang kalau tidak salah namanya Eunhyuk. Aku menatapnya bingung.

“pakailah! Ini jaketnya Donghae yang aku pinjam.”ucapnya ringan, “Eh! Bukan berarti aku menyukaimu atau apa, aku hanya melakukan yang mungkin akan Donghae lakukan padamu saat ini! Jangan berharap besar aku menyukaimu, oke?” tambahnya dengan cepat. Aku memutar bola mataku, lalu mengambil jaket –yang katanya milik Donghae-.

Pletak.

“aish appo! Kau ini Siwon-ah, jangan menjitakku seperti itu! Apa salahku?” ringis Eunhyuk pada namja bernama Siwon.

“kau ini! Jessica-ssi tidak akan menyukaimu yang seperti monyet ini!” cibir Siwon di ikuti anggukan namja di sebelahnya yang sedikit berambut coklat kemerahan.

“kenapa kalian juga jadi memanggilku seperti monyet! Wajah tampan seperti ini kok di samakan dengan monyet =3=“ Eunhyuk mengerucutkan bibirnya.

“masih ganteng-an aku kok!” timpal namja berambut coklat kemerahan itu.

“aish! Sekarang dua-duanya ikut-ikutan narsis! Sekarang waktunya berdoa untuk keselamatan Donghae, bukannya narsis!” Siwon mengingatkan kedua namja di depannya yang masih berdebat tentang ketampanan mereka.

Aku tersenyum kecil melihat tingkah mereka yang sedikit konyol menurutku. Donghae ternyata mempunyai teman yang sangat menyayangi dia, buktinya mereka langsung memejam kan mata untuk berdoa ketika di suruh oleh Siwon. Donghae beruntung tidak sepertiku.

“hmmm, Siwon-ssi” panggilku pada Siwon yang telah membuka mata.

“ne?” tanyanya heran.

“bagaimana dengan para ahjussi itu?” tanyaku ragu. Dari ketiga namja teman Donghae ini, sepetinya Siwon lah yang paling dewasa, makanya aku menanyakan hal ini padanya.

“tenang saja Jessica-ssi. Mereka sudah kami atasi dengan baik.” Ucapnya seraya tersenyum. Aku menganggukkan kepalaku lega. Pandangan ku alihkan pada jaket yang sedang kupegang. Jaket Donghae? Aku mengenakan jaketnya, hangat.

Terdengar suara derap langkah dari ujung lorong rumah sakit ini.

“Eunhyuk-ah!” panik seorang yeoja di ikuti kedua namja di belakangnya yang tak kalah paniknya.

“bagaimana keadaan Donghae kami?” isak yeoja itu seraya berhambur memeluk Eunhyuk. Eunhyuk yang mendapat perlakuan itu terkejut.

“Hyoyeon Noona?” kaget Eunhyuk.

“iya, bagaimana dengan keadaannya?” Tanya salah satu namja yang berambut agak kecoklatan.

“Kami belum tau keadaannya Leeteuk Hyung. Dia masih di tangani dokter di dalam.” Jawab Siwon. Namja bernama Leeteuk itu mengusap wajahnya frustasi. Namja satunya lagi yang berambut hitam menepuk bahu Leeteuk. Sedangkan yeoja yang bernama Hyoyeon tadi menangis di pelukan Eunhyuk, Eunhyuk membelai punggung yeoja itu untuk menenangkannnya.

Apakah mereka keluarga Donghae? Aku masih menatap adegan di depanku. Sesak melihat mereka saling menguatkan satu sama lain. Aku ingin pergi dari sini, aku merasa asing. Aku beranjak dari dudukku.

“mau kemana Jessica-ssi?” tanya Siwon.

“entahlah, hanya saja aku ingin pergi dari sini,  aku merasa asing berada diantara kalian.” Jawabku jujur.

“duduklah, kau tak mungkin pulang lagi ke rumahmu sendirian, sangat berbahaya. Lagipula, aku yakin ketika Donghae sadar,  ia ingin kau ada di sampingnya.” Ujar Siwon sambil menarik tanganku untuk duduk kembali. Dengan pasrah aku duduk kembali, menunggu dokter keluar dan memberi kabar baik.

Author POV

Semua diam dalam ketegangan. Sesekali terdengar suara isak tangis Hyoyeon dan suara Eunhyuk yang mencoba menenangkan Hyoyeon. Sudah 1 jam lebih mereka menunggu dokter keluar ruangan. Entah apa yang mereka lakukan di dalam untuk menangani Donghae. Jessica beberapa kali melirik jam yang menempel di dinding lorong rumah sakit.

‘cklek’

Suara pintu terbuka, semua orang yang menunggu langsung menengokkan kepalanya ke arah pintu. Seorang dokter keluar dengan senyuman penuh arti.

“Dokter, bagaimana dengan keadaan dongsaeng saya?” Yesung dengan sigap menghampiri dokter tersebut.

“Dia sudah ‘tak apa-apa. tinggal menunggu ia siuman saja. Hm, harap keluarga Donghae-ssi ke ruangan saya. Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan.” Ucap Dokter itu lalu berjalan di ikuti yesung, Hyoyeon, dan Leeteuk. Tersisalah Jessica, Eunhyuk,  Kyuhyun dan Siwon.

Eunhyuk, Siwon, Kyuhyun masuk ke dalam ruangan Donghae. Jessica mengikuti mereka dari belakang.

“haish! Anak ini malah enak tidur, enggak tau apa kami sangat khawatir.” Keluh Kyuhyun sambil menghampiri Donghae yang terbaring.

“sudahlah, yang penting dia selamat!” Siwon menghela nafas panjang.

“haaah, capek sekali hari ini..” Eunhyuk meregangkan tangan dan badannya.

“ne, hari ini sangat melelahkan. Ah, aku pulang duluan ya, sudah jam 10 malam. Sampaikan pamitku pada Hyoyeon Noona, Yesung Hyung, dan Leeteuk Hyung. Annyeong” ujar Kyuhyun seraya melihat jam tangannya. ia pun pergi meninggalkan ruangan Donghae.

Jessica mendekati Donghae yang tertidur dengan wajah damainya. Perasaannya sangat lega mendengar Donghae baik-baik saja.

“cepatlah bangun Donghae-ssi.” ucap Jessica pelan

-You Light Up My World-

Burung saling berkicau mengeluarkan suara yang merdu. Tanah sudah mulai hangat akan sinar matahari. Sinar matahari menyelinap masuk dari jendela ruangan rumah sakit.

“nghh” lenguh Donghae, ketika terbangun. Ia membuka matanya yang masih sedikit terasa berat.  Ia melihat sekeliling ruangan.

“bukan di kamarku?” gumamnya pelan. “rumah sakit?” gumamnya lagi, ketika menyadari ini salah satu ruang rawat yang memang sudah di hafalnya. Ia mengingat-ingat apa yang terjadi padanya sehingga masuk rumah sakit lagi.

“mengantar Jessica, pulang ke rumah, ada telefon, dan…” Donghae mengerutkan alisnya. Berusaha mengingat lebih dalam.

“ah! Jessica-ssi! aish bagaimana keadaanya sekarang?” Donghae akhirnya mengingat apa yang terjadi padanya. Ia bangkit dari tidurnya, dan baru menyadari ternyata ada Jessica yang tidur dengan posisi terduduk dengan kepala yang di rebahkan dikasur rawatku.

“Jessica-ssi?” kejutnya. Ia memandangi wajah Jessica yang tertidur.

“dia sepertinya sangat lelah.” Donghae membenarkan rambut Jessica yang menutupi wajahnya. Tangan Donghae terus membelai lembut rambut panjang yeoja di hadapannya. Ia menghentikan aktifitas nya sewaktu melihat jaket yang di pakai Jessica.

“Dia memakai jaketku? Bagaimana bisa?” gumamnya pelan.

“nghh” lenguh Jessica, membuat Donghae tersentak dan menarik tangannya cepat.

“kau sudah sadar Donghae-ssi? kenapa tidak membangunkan ku?” tanya Jessica.

“ah, tidak. Aku baru bangun. Mana yang lainnya?” tanya Donghae menutupi kegugupannya. Jessica menatap sekeliling.

“aku juga ‘tak tahu. Aku sepertinya tertidur di sini.” Jawab Jessica, “bagaimana dengan keadaanmu?”lanjut Jessica.

“sudah lebih baik.” jawab donghae seraya tersenyum. “kau tidak apa-apakan? Kau terluka oleh para ahjussi mesum itu?”khawatir Donghae. Jessica tersenyum kecil. Bertemu dengan Donghae selalu mengingatkanku pada Heechul oppa, batin Jessica.

“aku baik-baik saja, kau yang tidak baik-baik saja. Para ahjussi itu sudah di urus oleh ketiga temanmu.” Jawab Jessica.

“oh. Bodohnya diriku, bukannya menolong malah di tolong.” Ucap Donghae sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang ‘tak gatal.

“ani, kau telah menolongku. Gomawo.” Ujar Jessica tulus.

“cheonma..” ujar Donghae lalu hening. Keduanya sama-sama kikuk.

“hmm, a.. aku ke toilet dulu sebentar.” Kata Jessica memecah keheningan lalu beranjak pergi. Donghae menghela nafas, ia kembali merebahkan tubuhnya yang masih terasa berat.

“Babo! Kenapa tadi kau salah tingkah seperti itu! Siapapun tolong datanglah!” gerutu Donghae. Tak lama pintu kamar terbuka. Donghae menengokkan kepalanya.

“Hyoyeon Noona, Yesung Hyung! Untunglah kalian datang.” Ucap donghae lega.

“syukurlah kau sudah sadar!” Hyoyeon meletakkan tas yang berisi beberapa pakaian Donghae.

‘pletak!

“kau jangan membuat kami khawatir lagi! dasar kau ini!” Yesung menjitak kepala Donghae pelan.

“appo Hyung! Aku masih sakit nih!” protes Donghae pada Hyung keduanya ini.

“aishh! Sudah-sudah jangan bertengkar terus!” nasihat Hyoyeon pada yesung dan Donghae. “kemana Yeoja yang semalaman menungguimu?” tanya Hyoyeon yang baru sadar, jika Jessica tidak ada di ruangan rawat ini.

“ah! Dia sedang ke toilet yang berada di luar kamar.” Jawab donghae lalu Hyoyeon mengangguk pelan. “oh ya! Noona, Hyung.. aku punya satu permintaan..”

Yesung dan Hyoyeon saling berpandangan bingung.

“apa itu?” tanya mereka berbarengan. Donghae tersenyum senang.

-You Light up My World-

Jessica POV

Aku menghela nafas panjang, setelah mencuci tangan di wastafel. Aduh, suasana di ruang rawat tadi begitu canggung dan kikuk. Aku juga ‘tak tau mesti melakukan apa. Heechul oppa tolong aku.

Aku mengeringkan tanganku di mesin pengering tangan.

“apakah aku harus kembali?”gumamku pelan.  Aku memandangi bayangan wajah yang terbentuk oleh cermin di hadapanku. Lalu menghela nafas panjang kembali.

“lebih baik aku kembali.” Gumamku lagi, lalu keluar dari toilet. Dan berjalan menuju kamar rawat Donghae. Sekarang aku berada di depan kamar rawatnya, ayo Jessica bersikaplah seperti biasa, batinku. Aku memasuki kamar rawatnya. Tetapi di sana tidak ada Donghae, hanya ada yeoja kemarin malam yang bernama Hyoyeon.

Dia memandangku dari atas hingga bawah, membuatku salah tingkah. Aku menundukkan kepalaku takut.  Aku mendengar sebuah tawaan tertahan. Aku mendongakkan kepalaku, dan kulihat yeoja bernama Hyoyeon itu tengah menahan tawanya. Apakah ada yang salah denganku? Aku meraba wajahku, yang mungkin saja ada noda. Tapi seingatku aku tidak makan apapun dan terjatuh, jadi mana mungkin ada noda.

“apakah ada yang salah dengaku?” tanyaku pelan.

“ani, kau tidak salah. Aku hanya sedang senang, karena akhirnya Donghae mendapat teman yeoja. Sudah lama sekali Donghae tidak mempunyai teman yeoja.” Jelasnya, yang membuatku lega.

“Aku Noona-nya Donghae. Hyoyeon imnida. Bangaseumnida.” Ia mengenalkan dirinya. Jadi, ia Noona-nya Donghae. Entah kenapa, aku jadi merasa malu di hadapannya.

“err,, Jessica imnida. Bangaseumnida.” Aku membungkukkan badanku. “hmm, dimana Donghae-ssi?” tanyaku kemudian.

“dia sedang di periksa oleh dokter.” Jawabnya sambil menghampiriku, “kau terlihat sangat berantakan. Bagaimana jika kau ikut denganku untuk membersihkan badanmu.” Tawarnya seraya tersenyum.

“ah, tidak usah. Aku membersihkan diri di rumahku saja.” Tolakku halus. Ia mengerutkan alisnya.

“sirheo! Untuk sementara waktu kau tidak boleh tinggal di rumah sendiri. Sangat berbahaya! Jadi, kau tinggal di rumah kami saja.” Paksa Hyoyeon eonni. Ia menarik tanganku keluar rawat Donghae. Dengan pasrah aku mengikuti langkah Hyoyeon eonni. Kami memasuki mobil audi berwarna putih.

“mau keman nona?” tanya seseorang yang berada di belakang kemudi mobil –yang sepertinya supir keluarga Donghae-

“kita pulang ke rumah saja.” Jawab hyoyeon eonni ramah. Mobil pun mulai berjalan stabil.

“Jessica-ya, bagaimana kau bisa berteman dengan Donghae?” tanya Hyoyeon eonni antusias.

“err, kami bertemu di taman.” Jawab ku singkat.

“aish, dasar Donghae. Mengapa ia tidak menceritakanmu dari dulu padaku.” Gerutu Hyoyeon eonni.

“ah, kami baru bertemu kok” jelas ku padanya. Tapi, sepertinya ia tidak mendengarku  karena sibuk menggerutu.

“aku sangat senang Donghae bisa berteman denganmu. Aku juga jadi mempunyai yeodongsaeng.” Ucapnya senang. Mengapa ia begitu senang, apakah Donghae sama sekali tidak mempunyai teman perempuan?

“aku harap kau bisa berteman dengan Donghae selamanya.” Ucapnya lirih. Aku menatapnya bingung.

“ah, mian, aku terlalu banyak berbicara. Aku itu sangat menyayangi Donghae, jadi apapun yang berhubungan dengan Donghae, aku selalu antusias.” Jelasnya dengan nada lirih.

“Gwenchana eonni-ya.” Jawabku tulus. Aku sangat mengeti perasaannya. Aku juga mempunyai adik yang amat aku sayangi, walaupun ia sudah pergi meninggalkanku. Wookie-ya, aku jadi merindukanmu, aku rindu dengan ocehanmu itu, aku rindu masakanmu yang sangat lezat itu, pokoknya aku rindu dengan segala yang ada pada dirimu. Sesuatu yang hangat mengalir di pipiku.

“Jessica-ya? Gwenchana? Kenapa kau menangis? Apakah aku telah menyinggungmu?” panik Hyoyeon eonni. Dengan cepat aku mengusap mataku.

“Gwenchana eonni. Aku tidak apa-apa, hanya saja aku merasa ada sesuatu yang masuk kedalam mataku.” Jawabku bohong. Tak mungkin aku menceritakan peristiwa itu pada Hyoyeon eonni. Yang tahu peristiwa itu cukup Donghae saja.

Hyoyeon eonni menghela nafas lega.

“nona, kita sudah sampai.” Ujar Supir keluarga Donghae. Hyoyeon eonni menarik tanganku lagi, seakan aku ini akan kabur darinya. Kami memasuki rumah dengan konsep minimalis. Suasananya hangat.

Hyoyeon eonni menarik tanganku menuju sebuah ruangan di lantai 2, menurutku itu kamar Hyoyeon eonni. Dan benar saja, ruangan yang kami masuki adalah kamar tidur Hyoyeon eonni. Kamarnya di dominasi dengan warna hijau dan putih. Perpaduan warna yang bagus menurutku.

“nah, kau bisa pakai kamar mandi ini. ini handuknya. Nanti akan kucarikan baju yang pas untuk mu.” Hyoyeon eonni memberikan ku handuk, lalu menggiringku ke kamar mandi.

Author PoV

Hyoyeon membuka lemarinya, lalu mencarikan baju yang menurutnya pas untuk Jessica. Akhirnya ia menemukan dress pink, dengan bahan ringan, panjangnya selutut.

“sepertinya ini akan cocok dengan Sicca-ya” gumam Hyoyeon pelan. Ia berjalan menuju kamar mandi yang memang berada di kamarnya.

‘Tok tok tok’

Hyoyeon mengketuk pintu kamar mandi.

“Sicca-ya, ini bajumu. Kuharap baju  ini pas dengan mu.” Teriak Hyoyeon dari luar. Jessica menjulurkan tangannya keluar dan meraih baju tersebut.

“gomawo eonni.” Ucap Jessica, lalu melanjutkan mandinya. Hyoyeon berjalan ke lantai bawah menuju dapur. Ia memasakkan Naengmyeon, karena hanya bahan untuk memasak Naengmyeon lah yang tersedia di dalam kulkas.

“Aish, dasar Donghae. Kalau aku tau ia meminta Jessica untuk tinggal di rumah dan memasakkan makanan untuknya, aku pasti akan membeli bahan untuk membuat Japchae, atau bulgogi.” Hyoyeon menggerutu pelan.

Flash back

“oh ya! Noona, Hyung.. aku punya satu permintaan..”

Yesung dan Hyoyeon saling berpandangan bingung.

“apa itu?” tanya mereka berbarengan. Donghae tersenyum senang.

“apakah boleh Jessica-ssi  tinggal sementara di rumah kita? Aku takut sesuatu akan terjadi lagi pada dirinya.” Pinta Donghae.

Yesung menatap bingung Donghae. “memangnya kenapa dengannya?”  tanya Yesung bingung.

“aish! Hyung belum tau? Kemarin itu aku menolong Jessica-ssi dari ahjussi mesum yang masuk ke dalam rumah Jessica-ssi. tapi, malah aku yang tak berdaya.” Jelas Donghae sambil terkekeh ketika mengatakan kalimat terakhirnya.

“oh! Jadi itu sebabnya kau masuk rumah sakit? Aish, makanya jika kau ingin menolong seseorang ingat dulu kondisimu! Kau pasti lari-lari menuju rumah Jessica-ssi?” cerocos Yesung.

“ne, ne Hyung! Aku kan panik makanya aku berlari-larian. Aku janji tidak akan berlari-lari lagi!” janji Donghae.

“memangnya keluarganya kemana?” sekarang giliran Hyoyeon yang bertanya.

“ia tidak mempunyai keluarga Noona. Makanya sangat bahaya jika ia tinggal sendiri. Oh, ya satu lagi! sepertinya Jessica-ssi belum makan dari kemarin malam, jadi tolong buatkan dia makanan ya Nonna?” pinta Donghae lagi, seraya memasang wajah puppy eyes-nya.

“tentu saja boleh! Kenapa kau tidak bilang punya teman yeoja?” ucap Hyoyeon meminta penjelasan, tapi Donghae hanya nyengir gak jelas.

“Gomawo Noona!” Donghae mencoba memeluk Noona-nya, tapi badannya terasa berat sehingga ia terjatuh kembali di ranjangnya.

“ahh, Noona pengen sekali punya adik yeoja.” Ucap Hyoyeon sambil menerawang, tanpa menghiraukan ringisan Donghae yang terjatuh di ranjangnya.

“Aish! Hyoyeon jangan berlebihan seperti itu!” tegur Yesung, yang membuat hyoyeon cemberut. “yasudah, Donghae waktunya di periksa, aku akan mengantarnya. Kau tunggu Jessica-ssi kembali, lalu ajak dia ke rumah  kita.” Ujar Yesung.

Hyoyeon mengangguk senang, sedangkan Donghae dibantu para perawat turun dari ranjangnya, lalu memakai kursi roda. Ia pun pergi dengan Yesung menuju ruang dokter.

Flash back end

 

Hyoyeon sudah selesai memasak, ia menata makanan itu di ruang makan, pada saat itu pula Jessica turun dari lantai. Hyoyeon yang melihat Jessica sedang turun dari tangga langsung tersenyum.

“Sicca-ya, ayo kita makan.kau pasti belum makan, kan? Aku sudah memasak untukmu.” Ajak Hyoyeon. Jessica menghampiri Hyoyeon.

“Aigo~ kau sangat cocok memakai dress ini. Kyeopta!” ucap Hyoyeon senang.

“gomawo eonni” jawab Jessica malu, mukanya saat ini sedikit memerah.

“ayo, duduk di sini! Kau harus banyak makan.” Hyoyeon menarikkan kursi untuk Jessica. Lalu ia duduk di sebrang Jessica. Jessica duduk dengan canggung.

Ia menyendokkan makanan yang ada dihadapannnya. Hyoyeon menatap Jessica, menunggu reaksi Jessica.

“bagaimana masakanku?” tanya Hyoyeon penasaran.

“mashita eonni! Ini enak.” Puji Jessica lalu menyantap makanannya lagi. ia merasa sudah lama sekali ia tidak makan-makanan yang enak. Hyoyeon tersenyum puas, lalu menyantap makanannya sendiri.

-You Light Up my World-

Sudah beberapa hari Jessica tinggal di rumah Donghae, sudah berulang kali juga Jessica meminta izin untuk pulang ke rumahnya, tapi Hyoyeon belum mengizinkannya di rumah sendirian. Hubungan Jessica dan Hyoyeon sudah cukup akrab. Hyoyeon sudah menganggap Jessica sebagai adiknya sendiri. Terkadang Jessica juga merasakan Hyoyeon seperti kakak kandungnya sendiri, tapi setiap ia merasakan perasaan itu, ia juga merasakan rasa sesak di dadanya dan perasaan rindu terhadap keluarganya. Sehingga, ia selalu berusaha menjaga jarak pada Hyoyeon dan keluarganya Donghae.

“Sicca-ya. Bisakah kau menjemput Donghae di rumah sakit hari ini. ia sudah boleh pulang, tapi aku sedang ada jadwal di kampusku, Yesung Oppa juga sedang sibuk dengan kelulusannya, sedangkan Teukkie Oppa sedang dinas di Incheon. Jadi, kumohon bantuanmua ya? Aku sudah menitipkan pesan pada ahjussi Han Jae untuk mengatarmu.” Mohon Hyoyeon pada Jessica. Jessica mengangguk pelan.

“tenang saja eonni. Aku akan menjemputnya.” Jawab Jessica sambil tersenyum. Hyoyeon menghampiri Jessica lalu mecubit pipi Jessica gemas.

“Gomawo Sicca-ya~ aku pergi dulu, Annyeong!” ujar Hyoyeon lalu berjalan pergi.

“Annyeong!” balas Jessica. Ia berjalan menuju kamar mandi besiap untuk menjemput Donghae di rumah sakit.

Ia mengenakan baju hyoyeon yang telah di pilihkan oleh Hyoyeon. Sekarang, ia memakai tanktop putih di balut dengan kaos longgar berwarna pastel dan memakai celana panjang berwarna hitam.

Ia berjalan keluar, menemui ahjussi Han Jae –supir keluarga Donghae-.

“selamat pagi nona.” Sapa ahjussi Han Jae ramah. Jessica membalas sapaan itu dengan senyuman. Ia memasuki Cadillac silver –milik Donghae-. Ahjussi Han Jae pun memajukan mobil itu menuju rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, Jessica langsung menuju kamar rawat Donghae. Di sana sudah ada Donghae yang tengah duduk menunggu jemputan.

“annyeong, Donghae-ssi.” sapa Jessica yang masih terdengar kaku dan canggung.

“oh! Annyeong Jessica-ssi. ehmm, Hyoyeon Noona, Yesung Hyung kemana?” tanya Donghae basa-basi dengan nada yang tak kalah canggungnya dengan Jessica.

“Hyoyeon eonni sibuk dengan jadwak kuliahnya. Yesung Oppa juga sedang mengurus kelulusannya.” Jawab Jessica to the point. Donghae menganggukkan kepalanya.

“kalau begitu, kajja kita pulang.” Ajak Donghae lalu beranjak berdiri. Mereka berjalan ber-iringan. Tidak banyak perbincangan yang keluar dari mereka. Terlihat jelas hanya Donghae yang berusaha mencairkan suasana.

Mereka memasuki mobil, seperti biasa Ahjussi HanJae menanyakan tujuan mereka selanjutnya. Donghae berbisik pada Ahjussi HanJae tentang tujuan selanjutnya.

“siap tuan!” sigap ahjussi HanJae seraya tersenyum penuh arti sama seperti Donghae.

“kita akan kemana?” tanya Jessica penasaran dan bingung.

“pokoknya lihat saja nanti, agashi.” Jawab Donghae misterius.

Mobil melaju di tengah keramaian kota Seoul. Jessica memandang pemandangan kota dengan mata nanar. Setiap inchi yang sedang di lewatinya, selalu mempunyai kenangan terhadap eomma+appa nya, Ryeowook adiknya, So Hye sahabatnya,dan Heechul namjachingunya. Donghae menatap Jessica dengan tatapan yang sulit di artikan.

Mobil berhenti di sebuah  department store. Jessica menatap Donghae bingung.

“buat apa kita ke sini?” tanya Jessica heran.

“kita akan membeli baju.” Jawab DongHae ringan.

“untuk?” tanya Jessica lagi, ia masih tak mengerti mengapa ia di ajak ke department store ini.

“untuk dirimu. Masa kau harus memakai baju Hyoyeon Noona terus.” DongHae menunjuk baju yang di kenakan Jessica.  Jessica menatap baju yang ia pakai.

“nah, ayo sekarang kita pilih baju yang sesuai denganmu.” Ajak Donghae, lalu menarik tangannya Jessica.

Donghae dengan asyiknya memilih baju untuk Jessica, ia memasukkan baju yang ia rasa cocok untuk Jessica ke dalam kantong belanjanya. Jessica hanya terdiam mengikuti Donghae.

Setelah memilih baju, Donghae menyuruh Jessica mencoba baju yang ia pilihkan. Dengan pasrah Jessica mencobasatu per satu baju itu lalu di tunjukkan pada Donghae. Donghae menunggu di luar, dan ketika Jessica keluar dari kamar pass ia akan berkata bagus atau tidak. Berkali-kali mereka melakukan itu, Jessica lambat laun menikmati acara belanja mereka. Akhirnya tinggal satu pakaian lagi yang harus di coba Jessica. Jessica keluar menunjukkan kepada Donghae.

“bagaimana?” tanya Jessica.

“Bagus! Kau sangat cocok memakai itu!” jawab Donghae yang masih menatap Jessicca. Akhirnya mereka membeli 10 pasang pakaian. Mereka berjalan-jalan sebentar di daerah department store hingga malam.

“Hey lihat itu! Ada mesin pencapit boneka! Aku akan mengambilkannya untukmu.” Donghae menarik tangan Jessica lagi. ia memasukkan 2 koin, lalu memulai aksinya, ia menggerakan pencapit itu pada boneka incarannya. Ia menekan tombol warna hijau, dan pencapit itu bergerak turun untuk mengambil boneka itu. Hasilnya bagaimana? Ya,Donghae berhasil mendapatkan boneka itu.

“haha, ini untukmu! Hebatkan aku!” Donghae berbangga diri. Jessica meraih boneka yang cukup besar itu.

“ku akui kau hebat. Tapi kau belum sehebat Heechul oppa.”cibir Jessica, sambil memeletkan lidahnya.

“ya! Kau ini!” kesal Donghae. Jessica berlari menuju ahjussi HanJae.

“Ahjussi, ayo kita pulang!” ajak Jessica. Donghae berjalan di belakang menghampiri mereka berdua.

Dalam perjalanan, mereka berbincang banyak. Suasana tidak terasa canggung lagi, berkali-kali Donghae melihat Jessica tertawa karena lelucon yang di buatnya. Lama perjalanan pulang, membuat Jessica tertidur. Sedangkan Donghae sibuk memperhatikan yeoja di depannya.

“tuan, sudah sampai. Nona Jessica akan ku gendong ke dalam.” Ucap Ahjussi HanJae membuat Donghae menghentikan aktfitasnya-menatap wajah Jessica-.

“tidak usah, biar aku saja yang menggendongnya.” Jawab Donghae. Lalu dengan hati-hati Donghae mengangkat tubuh Jessica. ia menggendongnya seperti putri.

“aku pulang!” teriak Donghae. Tidak ada jawaban dari salah seorang keluarga Donghae.

“apakah mereka belum pulang?” tanya donghae pada diri sendiri. Ia merebahkan Jessica pada sofa ruang tengah. Donghae menatap lekat wajah Jessica yang damai. Sesekali ia tersenyum menatap wajah Jessica.  ia menjulurkan tangannya menuju wajah Jessica. ia menelusuri lekuk wajah Jessica, mulai dari mata, hidung, pipi, dan bibir.

Entah apa yang ada di pikiran Donghae, ia memajukkan wajahnya menuju wajah Jessica, semakin lama semakin dekat jarak dari keduanya. Deru nafas Donghae mengenai wajah Jessica. Dan mendaratlah bibir Donghae pada bibir mungil Jessica.

Tiba-tiba Jessica membuka matanya, dan betapa kagetnya ia melihat wajah Donghae berada dekat dengannya, dan ia merasakan sesuatu menyentuh bibirnya. Donghae yang menyadari itu, langsung menjauhkan wajahnya dan melepaskan ciumannya. Jessica memegang bibirnya. Wajahnya memerah seperti tomat.

Jessica memandang donghae dan bertemulah mata Jessica dengan mata Donghae. Mereka saling menatap dalam.

“aku pulang! Annyeong Donghae, kau sudah pulang rupanya. Sicca-ya gomawo telah menjemput Donghae.” Hyoyeon memasuki rumah tiba-tiba, membuat kedua insan di hadapannya tersentak kaget.

“ada apa dengan kalian berdua? Wajah kalian kok merah?” tanya Hyoyeon heran seraya menunjuk meraka berdua bergantian.

“a a ani, err.. Aku ke kamar duluan ya. Selamat malam.” Pamit Jessica kikuk, lalu melesat pergi ke kamarnya. sedangkan Donghae mengacak rambutnya frustasi, lalu beranjak pergi.

“ada apa dengan mereka?” heran Hyoyeon.

Di kamar Jessica, merebahkan badannya di kasur. Ia menutup wajahnya dengan bantal, ia membayangkan kejadian tadi, dan wajahnya kembali memerah, jantungnya pun ikut berdegup kencang.

“kenapa dengan diriku?” gumammnya.

“heechul oppa! Maafkan aku, aku tidak bisa menjaga bibirku dengan baik. mian oppa!” sesal Jessica.  Aku harus bagaimana jika bertemu dengan Donghae? Otokhe? Arrgghhh! Batin Jessica.

TBC~

Advertisements