author: park ha rin
genre: sad, romance
main cast: jessica (SNSD), DongHae (super junior)
support cast: leeteuk, heechul, hyoyeon(SNSD)
length: continue
a.n: hello hello *versihelloshinee*. di ff ini ceritanya hyo yeon kelahiran ’85 yaa hehe. aku buat ff ini di sela-sela TO, sama pas buat ff ini aku kepanasan, gak tau kenapa? #gakadayangnanya. jadi, kalian para readers, klo udah baca tinggalkan comment yaaa.. untuk menghargai author ^^
Happy reading! enjoy~

 

“kenapa? kenapa kalian semua meninggalkan aku sendiri?? kenapa aku tidak ikut bersama mereka?? ini tidak adill… aku ingin bersama mereka!” yeoja itu menangis sejadi-jadinya. orang-orang hanya melihat heran padanya

“mianhae..” ucap seorang ahjussi.

————————————————

“hyung, aku ingin pergi sebentar.” izin donghae pada hyungnya yaitu yesung dan leeteuk . yesung dan leeteuk saling berpandangan sejenak, seperti sedang membaca pikiran.

leeteuk  menoleh pada donghae, “kau yakin?” tanya leeteuk.

“ne, aku bosan, ingin jalan-jalan sebentar.” donghae menangguk yakin.

“hmm, ne kau boleh pergi.” yesung  mengizinkan donghae pergi. yess! sudah lama aku tidak keluar rumah.batin donghae

“gomawo yesung hyung!” donghae melambaikan tangan lalu bergegas pergi. leeteuk yang masih mempertimbangkan masalah itu, menatap yesung bingung.

“yaa! yesung, kenapa kau mengizinkannya?” wajah leeteuk mulai khawatir.

“aish, kau ini hyung. dia kan hanya ingin jalan-jalan. dia tidak akan apa-apa.” jawab yesung santai.

“aish, yasudah. kalau terjadi seperti waktu itu, aku tidak tanggung jawab.” leeteuk mendengus pelan.

“ne, aku yang akan tanggung jawab. santailah hyung.biarkan dia menikmati dunia luar.” ucap yesung, lalu beranjak pergi menuju kamarnya.

Donghae POV
akhirnya aku bisa keluar rumah juga selama 4 minggu tepatnya 1 bulan tidak keluar rumah.
“hmmm, udaranya sedang bagus….” aku menghirup nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. “enaknya kemana ya?? ah, ke rumah eunhyuk aja.” aku berkata pelan. merogoh saku celana ku, lalu kukirim pesan eunhyuk, bahwa aku akan ke rumahnya. aku melewati sebuah taman favoritku. rindu juga
tidak melihat taman ini selama 1bulan.

pandanganku terpaku melihat seorang yeoja mengenakan dress putih, rambutnya tergerai tertiup angin, terdiam membelakangiku. beberapa detik, aku tertegun melihat yeoja itu.

“cantik.” kata itulah yang ke luar dari mulutku. aku menghampiri yeoja itu. aku berada beberapa meter darinya, barulah aku bisa melihat wajah yeoja itu dengan jelas. tatapannya kosong,dan ekspresi wajahnya juga datar.
“kenapa yeoja itu?” gumamku pelan, masih mengamati yeoja itu.

beberapa jam kemudian, yeoja itu pergi meninggalkan taman dengan wajah dan tatapan yang sama seperti tadi. ia sama sekali tidak melakukan apapun. tapi aku sama sekali tidak bosan menatap dia.

drrrrttdrtttt.
handphone ku bergetar, aku merogoh sakuku dan beranjak dari taman itu.

“yeoboseyo?” kataku pada orang di sebrang sana.

“yaaa!! kemana saja kau DongHae-ah??!! katanya tidak akan lama,, tapi kenapa kau belum pulang juga! ini sudah jam 5 sore! dan kau pergi dari jam 2 siang! huh, apa kau lupa waktu? pokoknya sekarang pulang, eonni-mu sudah mengkhawatirkanmu!!” leeteuk hyung, berbicara sangat nyaring, sehinnga aku menjauhkan handphone dari telingaku.

“sudah selesai hyung?” tanyaku ragu meyakinkan ia tidak akan menceramahiku.

“sudah. dasar kau ini bikin khawatir saja.” ujar leeteuk hyung di sebrang sana, kudengar ada nada khawatir dari ucapannya.

“ne, aku akan pulang, mian yaa hyung, hehe jangan marah-marah dong.” kataku merasa bersalah telah membuat ia khawatir.

“ne. ne… pulang sekarang okee?”

“ne, hyung.. aku sedang dalam perjalanan.” jawabku lalu menutup telefon. aku tersenyum membayangkan leeteuk hyung yang khawatir setengah mati karena aku belum pulang, padahal aku tidak apa-apa. ya, leeteuk hyung seperti eomma ke-3 ku, setelah eomma dan hyoyeon noona. ia sering khawatir berlebih padaku, yang kadang meembuatku kesal, tapi aku tau, ia sangat menyayangiku makanya ia seperti itu.

akhirnya aku sampai di rumah, aku memasuki rumah dan mendapati leeteuk hyung tengah mondar-mandir gak jelas, yesung hyung yang sedang asyik dengan peliharaannya, dan hyoyeon noona sedang memasak.
“annyong!” sapaku sambil nyengir membuat kedua hyungku dan noonaku menghentikan aktifitas mereka.

“yaaa!! akhirnya kau pulang juga! kau tak apa-apa?” leeteuk hyung langsung menhampiriku dan memastikan keadaanku. aku mengangguk.

“nah, DongHae, kau telah membuat noona khawatir tadi. kemana kau tadi??” sekarang hyoyeon noona yang angkat bicara.

“hehe, mian noona. aku tadi ke taman dan disana ada sesuatu yang menarik perhatianku.” aku menggaruk-garuk kepalaku.

“pasti, sesuatu yang menarik perhatian itu seorang yeoja, bukan?? ” yesung hyung yang daritadi sibuk dengan peliharaannya, sekarang bergabung dengan pembicaraan kami.

“uh? hmmm.. a anii” jawabku tiba-tiba gugup.

“tuh, wajahmu memerah, berarti kau bertemu dengan seorang yeoja. kenalkan aku dengannya oke? cantik tidak dia??” yesung hyung terus menggoda ku

“yaa! bukan kok, bukan.” jwabku cepat.

“aissh, tak perlu malu donghae-ah.” yesung hyung terus memojokanku.
Pletak.

“sudah, jangan ganggu adikmu terus yesung-ah!” leeteuk hyung menjitak kepala yesung hyung

“aissh, appo hyung.” yesung hyung mengelus-ngelus kepalanya. aku tertawa menang melihat yesung hyung di marahi leeteuk hyung.

“hey, hey kalian, makanan sudah siap. cepat makan sini.” ucap hyoyeon noona. leeteuk hyung berjalan menuju ruang makan, diikuti aku yang masih tertawa, dan yesung hyung yang masih mengelus-elus kepalanya.

————————————————————-

“eonni, aku mau keluar lagi ya??” izinku lagi pada hyo yeon noona yang sedang membaca majalah di kursi. hyo yeon noona mengalihkan pandangannya dari majalah itu ke wajahku. ia  mengerutkan alisnya.

“bukankah kemarin kau sudah keluar rumah dalam waktu lama?” tanya hyo yeon noona heran.

“ya!  itu kan kemarin noona, boleh ya noona?? lagi pula aku belum boleh masuk kampus kan? hmmm, apa? boleh. asikk! gomawo nooona! hahaha” aku melengos pergi sebelum sempat hyoyeon noona berbicara.

“yaa! lee donghae!! aku belum mengizinkanmu! huh, jika leeteuk hyung tau, aku tidak tanggung jawab ya!” terdengat teriak kesal hyoyeon noona dari dalam rumah. mian noona, untuk kali ini aku tidak menuruti kata-katamu, yeoja yang kulihat itu menark perhatianku, dari semalam aku memikirkannya, aku sangat penasaran.

itu dia, yeoja itu sudah ada di bangku yang sama seperti kemarin dengan ekspresi dan tatapan yang sama. apa yang terjadi dengannya? aku terus mengamati setiap pergerakannya. tapi, ia hanya melakukan sedikit pergerakan.

“annyong donghae-ah! sedang apa kau di sini??” sapa seseorang dari belakangku seraya menepukkan tangannya pada bahuku. aku membalikkan badan ku.

“oh, annyong eunhyuk-ah. hmm, sedang… mencari udara segar.” aku membohongi eunhyuk. kalau eunhyuk sampai tau aku sedang mengamati seorang yeoja dari kejauhan, bisa-bisa dia mengataiku stalker.

“ohh, jadi? kenapa kau tidak datang ke rumah ku setelah mengirim pesan?” tanyanya meminta jawaban. aku tidak menghiraukan perkataaan eunhyuk, aku kembali menoleh pada bangku yeoja itu, tapi yeoja itu tidak ada di sana. dengan cepat aku mengedarkan pandangan mencari yeoja itu. ah, yeoja itu ternyata sudah berjalan pulang. ada perasaan tidak rela ia pergi, karena aku  masih ingin melihatnya.

“ya! kau dengar tidak yang kubicarakan donghae?” ucap eunhyuk kesal. “apa yang kau lihat sihh?” lanjutnya. ia mengikuti arah pandanganku.

“ah, anii.”kataku mengalihkan pandangan.

“ohh! ternyata kau di sini melihat seorang yeoja, bukan?” eunhyuk menggodaku.

“ahh, hmmm, ne” akhirnya aku mengaku.

“jadi, ini juga alasannya kau tidak dateng ke rumahku kemarin? huh, padahal aku sudah menunggumu. dan satu lagi kau seperti seorang stalker. haha” ucapnya dengan nada mengejek.

“hhe, mian. ya! aku bukan seorang stalker!” aku mendengus kesal.

“haha becanda babo” eunhyuk menjitak pelan kepalaku.

“kau yang babo eunhyuk-ah” ucapku tak mau kalah. “oh ya, apa kau mengenal yeoja itu? aku tak pernah melihat dia sebelumnya di taman ini.”

“hmm, molla. aku juga jarang melihatnya.” eunhyuk memegangi dagunya.

“hmm, begitu.” aku mengangguk pelan.

“oh ya, gimana dengan kabar yang lainnya?” tanyaku teringat teman-temanku yang sudah lama tak ku temui.

“mereka masih sama seperti dulu dalam keadaan sehat-sehat dan terkadang suka melakukan hal gila. hahaha mereka menunggumu di rumah ku. kajja kita ke rumahku.” ujar eunhyuk, lalu berjalan duluan.

“ya! jaanga meninggalkanku.” aku berlari kecil unteuk menyusul eunhyuk. “hey, tau tidak? aku sangat rindu dengan kalian, para makhluk babo. haha” ucapku dengan mengingat-ingat kejadian kejadian lucu yang kami perbuat.

“hahaha, kami juga rindu padamu, dan kau juga termasuk ke dalam para makhluk babo” eunhyuk mengingatkanku.

@eunhyuk home
“annyong!! lama tidakkk berjumpaa!” aku menghampiri mereka lalu memeluk satu per satu orang-orang itu dengan wajah heran.

“ya! sungmin-ah? kyuhyun-ah? shindong-ah? siwon-ah? kaliaan tidak merindukan ku, eoh? ” aku mengerucutkan bibirku.

“ani, hanya saja, kami heran melihat mu kelakuanmu terlampau bahagia. hahaha, sebegitu kangennya kah kau pada kami?” ucap sungmin. aku memutar bola mataku.

“hahaha, biarkan teman kita yang kelewat babo ini, berlaku seperti itu, karena dia sedang merasakan yang namanya jatuh cinta.” ucap eunhyuk yang datang dari arah pintu.

“wahh, donghae-ah. kau inii baaru saja keluar dari rumah setelah mendekam 1 bulan, sudah jatuh cinta lagi.. ckckckc”ucap kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya.

“mwo? aku aku tidak sedang jatuh cinta kok!” bantahku cepat.

“aishh, jangan bohong! aku melihat tatapanmu terhadap yeoja itu menunjukan kau menyukainya.”ujar eunhyuk gemas.

“aishh, kata siapa begitu? ” aku masih tetap membantah. tapi, apakah aku jatuh cinta padanya? batinku.

“hey, hey, kau jangan meremehkan eunhyuk dalam masalah percintaan. ia ahli dalam masalah itu, apalagi dengan masalah yadong hahaha” ucap shindong blak-blak an yang di susul jitakan daari eunhyuk.

“ya! appo.” shindong meringis kesakitan. “huh, salah sendiri bicaramu asal” ucap eunhyuk kesal.

“hey, kalian tau yeoja yang suka berada di taman, berambut panjang, dan berwajah datar? nah, itulah ciri-ciri yeoja yang di pandangi donghae-ah.” tanya eunhyuk mencari tahu. aku tidak membalas perkataan eunhyuk, karena sebenarnya aku juga ingin tahu siapa yeoja itu.

suasana hening, keempat orang itu berfikir mengingat-ingat ciri-ciri yeoja itu.

“hmmm, spertinya aku tau. kalau menurut ciri-cirinya, sepertinya yeoja yang sama. menurut gosip yang beredar, ia seperti itu karena meratapi kecelakaan keluarganya. tapi, aku tak tahu itu benar atau tidak. kalian juga pernah melihatnya bukan?” ucap siwon menjelaskan lalu ia menoleh pada kyuhyun, sungmin, dan shindong.

“hhmmm, nee” kata mereka berbarengan setelah berhasil mengingat siapa yeoja yang di maksudkan.

aku mengangguk pelan. “hmmmm,,” gumamku.

“benarr kaannnn?? kau ternyata menyukainnya!” ucap eunhyuk masih mempermasalahkan masalah yang tadi.

“hmm, molla. aku belum tau perasaan apa yang sedang kurasakan. hanya saja yeoja itu menarik perhatianku.” ucapku akhirnya mengaku.

“setelah berjalannya waktu, kau pasti akan tahu perasaanmu terhadapnya.” ucap siwon bijaksana.

“hahaha, sudah menjadi orang yang bijaksana kau?” cibir kyuhyun dan sungmin.

“ya!! aku hanya memberitahukan pada anak polos ini, apa yang kutahu.” jawab siwon kesal seraya menunjuk aku.

“ahhh, ne, ne….” ujar kyuhyun dan sungmin sambil menahan tawa. aku memandang eunhyuk, dengan tatapan bingung. eunhyuk hanya mengangkat bahunya lalu ikut duduk bersama siwon, kyuhyun,shindong dan sungmin. sudah lama aku tidak mendengar ocehan, dan pertengkaran kecil mereka, rasanya sedikit heran, begitu melihat mereka brtengkar hanya karena hal kecil. aku rindu saat-saat seperti ini.

——————————————————————-
Jessica POV
“jessica!! aku bawakan sesuatu untukmu” seorang namja berlari-lari kecil menghampiriku yang tengah duduk di taman. aku tersenyum kecil, melihat kedatangannya.

“mian aku terlambat, pasti kau sudah menunggu lama. ini sebagai perminta maafanku karena kau telah menunggu lama.” ucapnya terengah-engah dengan menyodorkan sebuket bunga mawar. terdengar nada penyesalan dari suaranya.

“gwenchana oppa, aku juga baru datang. padahal kau tak usah repot- repot membelikan bunga untukku.” aku tersenyum padanya, menunjukan aku baik-baik saja.

“yasudah, anggap saja ini hadiah dari ku.” ujarnya lalu duduk di sampingku.

“gomawoo, oppa. ini indah sekali.” aku menghirup wangi bunga itu. heechul oppa, tersenyum kecil memandangiku menghirup bunga itu.

“waeyoo?” aku menghentikan aktifitasku lalu menoleh pada heechul oppa.

“ani, kau terlihat cantik dengan senyumanmu itu. sarang haeyo.” uccapnya masih memandangiku. mukaku memerah mendengar perkataan heechul oppa.

“nado sarang haeyo…oppa” ucapku pelan. ia memelukku hangat. tapi lama kelamaan pelukan itu terasa dingin dan hilang.

“oppaa?? kau dimana?? kenapa kau menghilangg?? oppaaa?!!” teriakku melihat heechul oppa sudah tidak ada di sampingku. aku mencarinya tapi tidak ada dimana-mana.

“oppppaaaa!!” teriakku setelah terbangun dari tidurku dan mimpiku. aku menangis sejadi-jadinya, sekeras-kerasnya.
aku menenggelamkan kepalaku di antara lututku. memukul-mukul ranjangku.
“waeyo? kenapa kalian meninggalkan aku sendiri di sini?!?” air mataku terus mengalir dari pelupuk mataku.

——————————————————————-

donghae POV
hari ini, aku kembali lagi ke taman ini, untuk melihat yeoja itu lagi. tapi, hari ini, yeoja itu belum terlihat duduk di bangku itu. biasanya, ia sudah berada di bangku itu.
“mungkin ia belum datang” gumamku. kuputuskan untuk menunggunya. tapi setelah beberapa jam aku menunggunya ia tidak datang-datang juga.

“apakah ada sesuatu yang terjadi padanya?” gumamku lagi. ada perasaan cemas menyelimutiku. apakah ia ada di rumahnya? aku ingin ke rumahnya,, tapi aku tidak tau alamatnya. ah, aku bisa menanyakan hal ini pada shindong, kyuhyun, sungmin, siwon, dan eunhyuk. mereka biasanya tau banyak informasi. ku tekan nomor eunhyuk untuk meneleponnya.

“yeoboseyo. ada apa donghae-ah?” tanya eunhyuk di ujung telepon.
“hmmm, apa kalian sedang berkumpul?” tanyaku.

“hmmm, ne. waeyo?” jawabnya.
“aku akan k rumahmu. ada sesuatu yang ingin kutanyakan.”

“oke.” jawabnya menutup pembicaraan. dengan cepat aku berjalan menuju rumah eunhyuk. sesampainya, di rumah eunhyuk.

“hey, kalian ada yang tahu alamat rumah yeoja yang ku ceritakan waktu itu?” kataku cepat

“yaa! santai dululah. kau ini baru sampai langsung, menyerbu kami dengan pertanyaan itu, tanpa basa-basi.” ucap shindong.

“ahh, mian. tapi aku buru-buru, perasaanku tak enak pada yeoja itu. yeoja itu tidak datang ke taman seperti biasanya.” kataku menjelaskan.

“hmmm, untung saja, kemarin kami mencari info tentangnya.” ucap sungmin di sertai anggukan dari kyuhyun, eunhyuk, siwon, dan siwon.

“lalu, alamatnya? ayolah cepat sedikit.” ucapku sudah tak sabar.

“ne, ne… alamatnya tidak jauh, hanya beberapa blok dari sini.” eunhyuk menjelaskan alamatnya.

“ohh, gomawo. kalian memang bisa di andalkan haha” aku melambaikan tangan pada mereka, lalu pergi menuju rumah yeoja itu.

ternyata ia tinggal di rumah yang cukup besar. aku memencet bel rumah itu, tidak ada sahutan dari tuan rumah. rumah ini sedikit sepi, seperti tidak ada kehidupan. apa ini benar rumahnya? kuputuskan untuk masuk ke dalam rumah itu, dan ternyata tidak terkunci. aku memasuki rumah itu. suasananya tidak seperti di rumahku yang selalu ramai karena perdebatan kecil, antara leeteuk hyung dengan yesung hyung, di rumah ini sepi sekali. isi rumah itu juga berantakan, barang-barang berserakan di mana-mana seperti telah di lempar seseorang.

aku mengambil beberapa, figura yang berserakan di lantai. di situ terdapat foto yeoja itu dengan seorang 2 namja. yeoja itu berada di tengah-tengah kedua namja itu dengan senyum yang mengembang dan terlihat bahagia beda sekali dengan yang ku lihat di taman.

aku menyimpan figura itu di tempatnya kembali, lalu mencari yeoja itu.
“haloo? ada orang? ” ucapku dengan suara yang tinggi. tidak ada jawaban. kemana dia? apakah ia tidak ada di rumah? aku melihat sebuah ruangan yang pintunya terbuka sedikit. aku berjalan mendekati ruangan itu. tertempel di pintu kamar itu sebuah tuliisan, ‘jessica room’ hmm, apakah ini kamar yeoja itu? aku memasuki ruangan itu.

“permisi nona…”aku menoleh pada seorang yeoja itu, tetapi kenapa posisinya terlihat aneh, tidak seperti posisi orang tidur. ohh myyy.. apakkah dia pingsan? “heyy, nona, nona! bangun!” aku menghampirinya dan menepuk-nepuk pipinya.

tidak ada pergerakan dari yeoja bernama jessica itu, dengan sigap aku menggendongnya. aku menghentikan taksi, dan merebahkannya di jok belakang taksi. aku memasuki jok depan taksi itu.
“ke rumah sakit terdekat! cepat!” perintahku pada supir taksi itu. dengan segera supir taksi itu menancapkan gasnya menuju rumah sakit.

setelah sampai, aku berlari ke ruang UGD dengan menggendong yeoja itu. “hey! suster! tolong tangani yeoja ini” aku merebahkan kembali yeoja itu di ranjang dorong, dan langsung di bawa oleh para suster.

aku menunggunya di luar dengan perasaan yang amat sangat khawatir. padahal aku tidak mengenalnya. apakah aku menyukainya?atau hanya sebatas rasa ingin tahu tentang yeoja itu?

TBC~

Advertisements