Author: Lee DongSeok (goodgirlsside.blogspot.com)

Main Cast:

        – Kim Heechul as Himself

        – Jung Soo Yeon as Jessica Jung

        – Lee Taemin as Himself

        – Jung Soo-jung as Krystal Jung

Support Cast:

        All member Super junior, snsd, shinee, dan f(x)

Genre:  Romance, 0,1% Comedy

Rating: G

Length: Continue, Sequel

        Annyeong! Annyeong! Akhirnya author bikin ff tentang pacar kedua author setelah Yesung! Yaitu…………. Jreng jreng jreng jreng, Taeemin oppaaaaa! Kyaaa kyaa… udah ah selamat baca aja!!!

—Saranghaeyo Nona Jung—

Taemin POV

        “Taemin cepat panggilkan penata rias!! Aku butuh mereka segeraaaa!”


 

“Aish, memangnya tidak bisa ditelfon saja hyung? Aku malaaaaas”

        “Andweeeeeee! Cepat panggilkan ke dorm SNSD di lantai bawah! Sekarang!!!”

        “Neeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee”

        Aish, sepupuku itu benar-benar menyebalkan. Tega-teganya dia menyuruhku seperti itu. Dan lagi, kenapa Oemma dan Appa harus menitipkanku ke hyung cerewet seperti dia. Bisa-bisa sebentar lagi akan ada karangan bunga duka cita didepan rumahku. Bagaimana tidak? Setiap Oemma dan Appa menitipkanku ke dorm Super Junior, aku selalu saja diperlakukan seperti itu. Bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku? Padahalkan namja tampan sepertiku sudah hampir punah.

        Dengan kesal aku memasuki lift dan menekan angka 11. Pintu Lift pun tertutup. Tak berapa lama pintu itu terbuka, tepat didepan pintu dorm SNSD. Tanpa basa-basi lagi, aku membuka pintu ruangan itu. Tiba-tiba sebuah bantal bulu berwarna pink dan bergambar kucing lucu mengarah ke depan muka ku. Dengan sigap aku menutup pintu itu dan langsung bersandar sembari mengusap-ngusap dada. Huh, hampir saja.

        “YA! Apa ini cara kalian menyambut namja tampan seperti ku! Apa kalian bisa bertanggung jawab kalau bantal itu mengenai mukaku eh?” Teriakku kepada seseorang yang berada di dalam dorm itu.

        TUUT aish author maksa

        Kudengar intercom disebelahku berbunyi, dan terdengar suara merdu seorang yoeja yang berteriak “Dasar namja genit!!! Seenaknya saja membuka pintu itu tanpa mengetuknya dulu! Apa mau mu hah?” Aish, suaranya benar-benar memekakkan telinga. Setelah hampir membahayakan mukaku dengan bantal itu, sekarang dia mau membuatku tuli eh? Aku tidak bisa berlama-lama disini, ternyata yoeja ini lebih sadis daripada hyungku.

        “Mian, mian” maafku dengan malas. “Sekarang apa ada penata rias didalam? Hyungku membutuhkannya, darurat!” kataku mendramatis keadaan.

        “Penata rias itu sudah pergi beberapa menit yang lalu ke dorm Super Junior! Jadi sekarang kau cepatlah pergi!” sahutnya galak.

 —Saranghaeyo Nona Jung—

 

        Aigo, kenapa nasibku begitu menyedihkan. Oemma, Appa, cepat selamatkan nyawa anakmu ini. Batinku sedih. Kumasuki dorm Super Junior dengan muka malas. “Taemin! Darimana saja kamu? Kau ini lambat sekali, penata rias ini bahkan mendahului mu” ucap hyungku. Tak kutanggapi pertanyaannya dan langsung menduduki sofa empuk dan nyaman diruang tengah dorm ini.

        Rasa lelah dan kesal ini mulai hilang saat tv menyala dan mempertontonkan film kartun kesukaanku, tapi kesal itu langsung muncul lagi ketika seorang namja kurus tinggi dan putih mengambil alih tvku dan mulai bermain PS dengan seenaknya. “Hyung… A… Aku sedang menonton” ucapku takut dan langsung dibalas dengan tatapan evil menyeramkan dari namja itu.

        “Ya! Cho Kyuhyun! Kau ini! Jangan perlakukan Taemin yang lucu, seperti itu!” Teriak leader Super Junior memperingatkan magnaenya. “Dan lagi, kau ini benar-benar, Heechul-ah! Apa kau tega melihat dongsaengmu menjadi korban berikutnya? Mungkin tak lama lagi, Tuan Lee Sooman akan memasang spanduk ‘Beware Evil Magnae Attackk’ didepan dorm kita” tambah Leeteuk hyung lagi.

        “Aigoo, Taemin-ah, kalau saja kamu bergabung diSuju, jadikan kami tidak perlu memiliki magnae yang menyeramkan seperti dia” Sindir Kangin sambil melirik Kyuhyun. Namun yang disindir masih saja fokus menatap ke tv.

        “Kyuhyun-ah, kamu main PSP saja, kasiankan Taemin ingin menonton, seharusnya kita menyambutnya dengan baik.” Dengan lembut Sungmin hyung membujuk Kyuhyun hyung. Tapi magnae itu tetap saja tidak tergerak.

        “Ya! Kyuhyun-ah, dengarkan hyungmu, atau PSP mu akan habis digigiti Heebum!” Teriak sepupuku, Heechul hyung sambil memberikan PSP milik magnae itu ke mulut Heebum, seekor kucing malang yang tetap tidak mau membuka mulut. Namun perkataan Heechul hyung membuat Kyuhyun hyung melirik dan berlari menyelamatkan PSPnya. Setelah mendapatkan salah satu barang kesayangannya, si evil itu langsung mengelus dan membawanya ke kamar.

        “Hahahaha, ternyata evil magnae tidak mungkin dapat mengalahkan si evil senior” ucap Leeteuk hyung sambil tertawa dan menunjukkan kerutan di mata sipitnya.

        “Annyeong Taemin-ah, Apa kau sudah kenal dengan Ttangkoma? Dia kura-kura yang lucu bukan?” Timbrung Yesung hyung yang datang entah dari mana dan langsung duduk disebelahku sambil memangku dan mengelus kura-kuranya itu. “Aish, Si evil sudah pergi, kenapa sekarang malah Yesung yang datang?” gerutu Leeteuk hyung.

        “Ne… hyung, dia kura-kura yang aegyo.” Kataku gugup kepada Yesung hyung. “Aaah, kau ini lucu sekali Taemin-ah, mwo? Mukamu lebih halus dari muka Kyu” kata Yesung hyung sambil memegang mukaku dengan tangan bekas ia mengelus Ttangkoma. Dengan pasrah akupun tersenyum memaksa.

        “Astaga, tangan kotormu itu! Jauhkan tanganmu dari dongsaengku, Yesung!” geram Heechul hyung.

        “ANNYEONG!” terdengar suara Eunhyuk dan Donghae hyung dari depan pintu. “Sekarang apa lagi? Apa tidak cukup Yesung dan Kyuhyun yang mengacau?” gumam Leeteuk hyung yang langsung pergi ke kamarnya. “Ya! Hyung! Kami salah apa………. Kami tidak akan berbuat yang tidak-tidak kok hyung…. Ya kan Hyukie?” ucap Donghae berusaha menjelaskan. Dan dibalas anggukan mantap dari pasangannya.

        “Hyung!!! Makanan sudah siaaaap, bukan kah kita harus segera ke bandara? Kajja hyung!” Teriak Ryewook hyung dari arah dapur. “Yesung hyung, kajja! Mwo? Ada Taemin? Ayo, Taemin juga ikut makan!” tambahnya yang tiba-tiba sudah berada disebelah kami.

        Akupun mengikuti Yesung dan Ryeowook hyung menuju dapur. Disana sudah ada 11 namja yang duduk mengelilingi meja makan berbentuk persergi panjang besar dengan muka kelaparan sambil menatap Ryeowook hyung. “aish selalu saja begini, apa hyung-hyungku ini tidak bisa mengambil makanan sendiri eh? Dan kau magnae! Tega-teganya kau memperlakukan hyung seperti ini, ternyata yang baik disini hanyalah Taemin”

        “Cepatlah wookie-ah, kami lapaarr” rengek Leeteuk hyung pada Ryewook hyung. Aigo, leader satu ini benar-benar manja, mana kewibawaan yang sering dia tunjukkan di tv? “Biar ku bantu wookie hyung” karena kasian melihat eternal magnae yang tersiksa, akupun menawarkan bantuan.

        “ANNYEONG OPPADEUL” terdengar suara seorang yoeja di luar dorm. Setelah mendengarnya, Heechul hyung berdiri dari kursinya dan berkata “Biar aku saja, dia tamuku”

        Suara yoeja ini sepertinya pernah kudengar, tapi dimana ya? “Wah, ada Jessicaa……” ucap Leeteuk hyung sambil berdiri ditempatnya yang juga diikuti oleh para member lain. Kulihat mereka membungkuk kepada yoeja itu. Karena penasaran, ku tolehkan muka ku menghadapnya. Yoeja yang ada dihadapanku sekarang berambut panjang berwarna cokelat indah. Namun wajahnya masih belum terlihat karena ia masih membungkuk.

        Kuarahkan mataku keseliling ruangan, semua anggota suju membungkuk kepada yoeja itu, begitupun dengannya. “Hey Taemin-ah! Kau ini sopanlah sedikit dengan yoeja, ayo membungkuk!” tiba-tiba Heechul hyung memukul kepalaku dan marah-marah, Oemma, Appa, aku serius. Selamatkan aku dari Ajuhssi aneh ini…

“Mianhaeyo hyung, Annyeong” akupun membungkuk beberapa saat, namun saat aku menegakkan kembali tubuhku yoeja itu menatap mukaku bingung. Apa yoeja ini juga terpesona karena ketampananku eh? Batinku menyombongkan diri, tapi kesombongan itu langsung ciut ketika yoeja itu menunjukkan raut muka terkejut. “MWO? Kamu kan namja genit yang tidak sopan tadi!”

        “Kau? Jadi kau yoeja sadis yang menimpukku dengan bantal?” kurasakan semua anggota super junior menatapku dan yoeja itu bergantian dengan terkejut. “Aish Taemin, apa lagi yang kau perbuat?” Tanya Heechul hyung sambil mendesah. Ya! Dia itu hyungku, seharusnya dia membelaku, bukannya malah memojokkanku seperti inikan.

        “Ani hyung, aku cuman masuk kedorm snsd untuk memanggil penata rias, dan lagi, untuk apa aku mengintip yoeja sepertimu?” Jelasku sambil melihat sinis kepada yoeja itu. “Kau…. Kau benar-benar namja yang menyebalkan! Jelas-jelas kau memasuki dorm kami tanpa mengetuk pintu dulu! Dasar tidak tau sopan santun”

        “Ya!—“ belum sempat aku mengeluarkan semua kemarahanku, lagi-lagi terdengar suara seseorang dari luar pintu dorm. “Super Junior! Sudah saatnya kita berangkat! Ayo sudah tidak ada waktu!” kata suara berat tadi. “Ne tuan Lee, sebentar lagi” jawab Leeteuk hyung sambil berteriak.

        “Tunggu, Hyung kalian mau kemana?”

        “Kita akan kebandara, mau mengisi acara MAMA di Singapur. Karena Oemma dan Appa mu belum pulang, kamu menginap di dorm SNSD ya?”

        “MWO?” teriakku dan Jessica bersamaan. “Jadi, ini sepupu oppa?” Tanya Jessica pada Heechul hyung sambil menunjukku. “Ya! Jangan menunjukku! Tidak sopan!”

        “Aish, sudahlah, jangan bertengkar lagi, karena aku pergi selama seminggu, jadi Jessica, tolong jaga dongsaeng oppa ya”

        “M….MWO? SATU MINGGU?” Teriakku dan Jessica bersamaan (lagi). “Hyung, kau ini mau kerja atau liburan sih?” ucapku sambil mengembungkan pipi. “Dua-duanya! Lumayan kan gratis! Sudah ya, kutinggal dulu. Jessica, jaga Taemin baik-baik ya, kasih makan 1 kali sehari juga cukup kok! Dan Taemin! Jangan nakal! Jangan gigitin sofa lagi ya! Entar kalau rusak aku gak mau ganti! Annyeong!” setelah berkata seperti itu, Heechul hyung langsung berlari menyusul para member Super Junior yang sedari tadi sudah berada di luar..

        Sekarang dorm benar-benar hening, kuberanikan untuk melirik Jessica, berharap dia tidak setuju dengan permintaan Heechul hyung dan mau menyewakan apartemen untukku. Namun yang kulihat dari raut wajahnya malah tersenyum evil sambil menatapku tajam seperti Elang melihat Ular. Oh tidak, tidak, ini bukan pertanda baik. Oemmaaa!!! Appa!!!! Selamatkan akuuuuuu!!!

TBC~

        Yeaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaay, part 1 nya selesai yeaaaaaaaay. Gomawo buat semua readers yang udah menyempatkan membaca, dan mau memberikan komentaaarnya. Dan tidak lupa juga terimakasih buat silent readers, untuk kesediaannya membaca ff ini. Puji syukur kita panjatkan— Loh? Kok pidato? Yaa pokoknya gomawo aja deh, silent readers sih masih bisa diterima, tapi kalau udah yang namanya nge bashing? Itu udah gak bisa banget sekali pasti diterima(?)

Advertisements