author: Park Ha rin

genre: horror, sadis, misteri

main cast: lee Ha joon (OC)

heechul (super junior)

support cast : semua super junior kecuali kibum, hangeng, kang in

lee je sang (OC)

shin soo hyo (OC)

lengt: chaptered

a.n: annyong readers!! ^^ saya membawa ff dengan genre horror dan sadis,

karena ini baru yang pertama kali buat genre horror jadi mian kalau garing sama kurang

sadis. typo juga bertebaran..ff ini juga terinspirasi dari novel misteri… yaudah deh langsung aja..

Happy reading!! ^^

 

(16 oktober )

 


 

Teng.. Teng..Teng

 

“waktu habis, silahkan kumpulkan ujian kalian di meja saya, dan boleh keluar kelas.” ucap ryeowook songsaengnim memecah keheningan dalam kelas sains itu.satu persatu murid maju dan menyerahkan kertas ujian itu dengan pasrah akan hasil ujian nanti.

 

“lee ha joon ssi, waktu yang di berikan sudah habis. cepat kumpulkan ujianmu itu.”perintah ryeowook songsaengnim pada ha joon yang masih mengerjakan soal.

 

“huft, ne songsaengnim.” ucap ha joon pasrah dan berjalan ke depan mengumpulkan kertas itu dan berjalan kembali ke mejanya untuk mengambil tasnya.

 

“oh ya, lee ha joon ssi, aku baru saja mendaftarkanmu pada olimpiade antar murid teladan di sekolah ini. kuharap kau bisa mengikutinya dengan baik.” ucap ryeowook songsaengnim masih sibuk dengan tumpukan kertas di mejanya.

 

“ne” jawab ha joon singkat. ia melewati beberapa bangku dan meja gurunya itu. ketika ha joon sudah di ambang pintu keluar, ryeowook songsaengmin memanggilnya ha joon harus berhenti melangkah.

 

“lee ha joon ssi berusahalah dengan baik agar kau bisa mengalahkan yesung ssi dalam bidang akademik, walaupun sepertinya itu tidak mungkin.” ucap songsengnim masih sama, tetap sibuk dengan tumpukan kertas itu. ha joon memutar bola matanya dan menghela napas dan berlalu pergi.

 

Ha joon POV

hufft akhirnya aku berhasil keluar dari dalam kelas sains yang memuakkan tadi. menurutku kelas itu benar-benar membuatku muak dan tidak ingin berlama-lama di sana. bagaimana tidak? di kelas itu banyak binatang-binatang kecil dan berukuran sedang, di awetkan yang katanya untuk kepentingan pembelajaran tapi tetap saja itu menjijikan! dan satu hal lagi yang menjadi penyebab aku muak pada kelas sains, yaitu kelas itu menjadi ruangan guru menyebalkan, si ryeowook songsaengnim. guru itu banyak memerintah, perkataanya sangat tajam dan menusuk hati, selalu seenaknya. termasuk mendaftarkan aku ke olimpiade.

 

olimpiade itu adalah lomba berbagai macam bidang yang berbeda seperti bidang akademik/kepintaran, dance, dan musik. aku selalu di ikutkan pada semua bidang tapi aku selalu ttidak menjadi juara, aku harus puas dalam posisi kedua dari semua bidang itu. ya, di bidang akademik selalu ada yesung di posisi pertama, di dance selalu ada eunhyuk, di bidang musik selalu ada jessica. padahal aku sudah bekerja keras. orang tuaku juga sangat menginginkan aku menjadi juara pertama. itu semua membuatku kesal rasanya ingin kubunuh semua orang yang yang menghalangi aku menjadi juara.

 

Author POV

ha joon terus menggerutu di sepanjang koridor sekolah itu. koridor sekolah ini slelu ramai oleh murid-murid pergantian kelas dan murid-murid yang sedang mengambil seusatu di lokernya. tanpa di sadari ha joon seseorang mendekati ha joon, orang itu menepuk bahu hajoon.

 

“ha joo-ah!” ucap orang itu membuat ha joon terlonjak kaget.

 

“ya! heechul-ah kau membuatku kaget setengah mati.” keluh ha joon

 

“hahaha, mian ha joon-ah siapa suruh kau terus menggerutu hinga tak menyadari wajah tampan ku ini di dekatmu.” heechul berkata PD.

 

“oh yaa? ” cibir ha joon.”ahh, sudahlah. aku badmood sekali hari ini. jangan sampai kau membuatku tmbah badmood.” ha joon berjalan menuju lokernya, heechul mengikutinya dan bersandar pada loker sebelah ha joon.

 

“ne, ne, ha joon-ah. apa sih yang enggak buat kau?haha. memang siapa yang membuatmu badmood hari ini?” tanya heechul memandang ha joon yang sedang menyusun kombinasi angka pada lokernya.

 

“hufft, hari ini aku ujian sains. aku belum mengisi 1 soal tapi ryeowook songsaengnim menyuruhku mengumpulkannya. pasti nilaiku di bawah yesung-ah lagi. rasanya aku ingin menutup mulut ryeowook songaengnim agar tidak seenaknnya dan banyal omong.”

 

“ohh begitu.” heechul menganggukan kepalnya. mereka berjalan melewati lorong loker dan menuju kelas musik di ujung lorong itu setelah ha joon mengambil bukunya. heechul dan ha joon memang sama-sama mengambil kelas musik.

 

langkah mereka terhenti ketika seorang namja menyapa ha seul, namja itu adalah yesung.

 

“annyong ha joon-ah” ucapnya tersenyum.

 

“oh, annyong” ucap ha seul sekenanya. ” kemana kau tadi? sepertinya, aku tidak melihatmu di kelas sains tadi?” tanya ha joon sinis.

 

“aku ke kelas ko, cuman aku sudah menyelesaikan ujian itu lebih awal, jadi aku keluar lebih cepat dan kau tidak menyadarinya karena kau sibuk dengan ujianmu itu.” ucapnya masih tersenyum.

 

“ohh.” ucap ha joon singkat.

 

“ya! kau kenapa terus menerus tersenyum?? jijik aku melihatnya.” ucap heechul yang sedari tadi diam memerhatikan ha joon dan yesung.

 

“hah? waeyo? terserah aku mau seperti apa? itu bukan urusanmu.” ucap yesung masih tersenyum.

 

“ahh, sudahlah heechul-ah! kajja kita pergi darii sini.” ucap ha joon sambil menarik tangan heechul.

Author POV end

 

Ha joon POV

aku menarik tangan heechul, untuk cepat-cepat menghindari laki-laki bernama yesung itu. akhirnya aku dan heechul memasuki kelas musik. di dalam kelas sudah banyak murid yang lain.

 

“ya! orang itu sangat menyebalkan” gerutu heechul.

 

“yah, memang seperti itu/” kata ku malas. “dia itu anakkesayang ryeowook songsaengnim.” aku menghela napas panjang.

 

“ne, apalagi sikap yang seperti ingin menyombongkan dirinya sendiri padamu itu, sangatlah menyebalkan.” heechul menarik bangkunya yang tepat berada di samping bangkuku. aku hanya mengangguk dan duduk di bangkuku sendiri.

 

“heyy, kau jangn lesu seperti itu. masih tentang ryeowook songsaengnim?” heechul mengkhawatikanku. yaa dia memang seperti ini, sahabat dari waktu kecilku. di sekolah ini memang aku tidak mempunyai banyak teman, temanku hanya heechul, lee je sang, dan kyuhyun. selain dari mereka, semua menganggap ku aneh. karena terlalu terobsesi pada peringkat 1.

 

“hmm, entahlah. hanya saja aku bosan selalu di banding-bandingkan terus oleh ryeowook sonsaengnim.” aku mendongakkan kepalaku ke atas, memandang kosong atap kelas ini.

 

“sabar, ha joon-ah. pasti semua ini akan berakhir.” heechul meyakinkan ku.

 

“ne, heechul-ah. sebaiknya kita perhatikan sungmin songsaengnim” kataku mengingatkan heechul.ketika sungmin songsaengnim masuk kelas.

ha joon POV end

 

Author POV

16 oktober pukul 21.00

ha joon baru pulang dari toko buku. dia pulang sendirian. karena setelh selesai dari toko buku heechul ada keperluan mendadak. jadi, heechul  tidak bisa mengantarkan ha joon pulang. hari ni amat sangat lelah bagi ha joon. ia terus memikirkan hasil ujian itu dan perkataan ryeowook songsaengnim tentang olimpiade. dan lagi ketika ia di perjalanan pulang, ia merasakan ada yang mengikutinya. tetapi ketika ha joon menoleh ke belakang, tak ada satu pun orang yang mengikutiknya. yahh, lebih baikaku tidursaja. melepaskan stress ini dan menghilangkan pikiran buruk. semoga besok bisa menjadi hari yang lebih baik. pikir ha joon. dan ia pun tertidur.

tapi pikiran itu salah, karena setelah ini hidupnya akan semakin tidak tenang dan menjadi mimipi buruk baginya.

 

ryeowook POV

malam ini sepertinya aku lembur lagi karena pekerjaanku masih banyak yang belum selesai. berada di sekolah pada malam hari dan sendirian selalu membuatku gelisah. tapi aku tak bisa meninggalkan pekerjaan ini.

tok tok tok.

kudengar suara pintu ruanganku di ketuk. tiba-tiba rasa takut menyergapku. buluk kuduk ku berdiri. rasa merinding menjalar tubuhku. kenop pintu bergerak terbuka. aku menelan ludahku dengan susah payah. pintu terbuka sedikit demi sedikit, membuatku semakin takut. aku memundurkan kursi ku, bersiap-siap untuk memberi perlawanan pada orang itu jika menyerangku.

“ryeowook ssi. sedang apa kau??” ucap orang itu, setelah pintu sukses terbuka.

 

“mwo?! sungmin ssi??” ucapku kaget. ternyata orang iu sungmin ssi. ku kira ia adalah pembunuh yang suka berkeliling di dalam sekolahseperti di film-film

 

“nee, sedang apa kau?” tanyanya heran ketika melihatku, sudah bediri dan tangnku terangkat ke atas dengan memegang tumpukan buku, yang tadinya akan di gunakan untuk memukul.

 

“ahh, tidak ini aku sdang memburu nyamuk. tadi di sini banyak sekali nyamuk.” kataku berbohong. kalau aku berkata jujur aku bisa malu.

 

“ohh begitu, tadi aku hendak pulang dan melihat ruangan mu masih menyala. jadi kuputuskan untuk pamit padamu. kalau begitu aku pulang duluan ryeowook ssi.” jelasnya.

 

“oh, ne sungmin ssi.” kataku dan dia berlalu pergi. aish, dia mengagetkanku saja. aku lalu melanjutkan pekerjaanku. beberapa menit kemudian, aku mendengar suara langkah kaki dari koridor luar ruangan ini. langkahnya terdengar terseret-seret. aku merasakan jantungku berdegup kencang, tapi aku mencoba untuk tenang, karena itu pasti sungmin ssi yang mungkin brangnya tertinggal dan sedang mengambilnya. langkah kaki itu semakin terdengar jelas. suara itu terdengar menyeramkan.tiba-tiba suara langkah kaki itu terhenti. aku sangat penasaran, akhirnya aku memutuskan untuk melihat ke luar, memastikan bahwa itu sungmin ssi. kubuka perlahan pintu ruanganku. aku merasakan kaki dan tangan ku gemetar.

pintu berhasil terbuka, aku melihat ke arah kiri koridor dan tidak ada siapa-siapa. tiba-tiba seseorang menepuk bahuku, dari arah sebelah kanan. aku menoleh ke arah kanan.

 

“sungmin ssi, apaka…………..” ternyata orang itu bukan sungmin ssi. orang itu memakai topeng hitam dan baju hitam, dengan membawa sebuah tongkat, dan kapak yang terlihat sangat tajam. aku membelalak kaget. tubuhku gemetar tak karuan. aku mundur beberapa langkah. orang itu maju mendekatiku.

 

“k kauu, s s..si.apa k..ka.kau?” katakugemetar. rasa takut menjalar tubuhku, keringat dingin mengucur dari pelipisku. orang itu tidak menjawab pertanyaanku. ia hanya tertawa terkekeh melihatku ketakutan. aku menabrak salah satu bangku di ruanganku, membuatku terjatuh. orang itu mendekatiku terus.

 

“m mau a ap..apa kau??” tanyaku dengan suara yang pelan. orang itu terus mendekat. aku memejamkan mataku. dan tiba-tiba aku merasakan sesuatu menghantam kepalaku dengan sangat keras. kepalaku berdenging dan aku merasakan sakit yang amat sakit. aku terhempas ke lantai. aku membuka mataku. orang itu tertawa keras. bau amis tercium dari darah yang mengalir. kesadaran ku semakin berkurang.

ryeowook POV end

 

author POV end.

ryeowook merintih kesakitan, darah segarnya mengalir deras dari kepalanya. orang bertopeng itu tertawa keras dan menakutkan. binatang-binatang yang berada dalam kandang untuuk percobaan dalam kelas itu bergerk gelisah, seakan merasaka aura jahat di sekitar mereka. orang bertopeng itu melempar tongkatnya. ia mencari-cari sesuatu barang yang dapat di gunakannya untuk menyiksa ryeowook. orang bertopeng itu menangkap sesuatu benda yang bagus, ia tertawa dan berjalan menuju barang itu. barang itu adalah sebuah tang.

orang itu mendekati ryeowook yang masih kesakitan. orang itu membalikan badan ryeowook dengan kasar membuat ryeowook merintih kesakitan. orang bertopeng itu membuka mulut ryeowook , ia memasukan tang itu ke dalam mulut ryeowook. ryeowook memberontak lemah. ryeowook masih ingin hidup dan tidak ingin merasakan kesakitan lagi. tapi gerakan tubuhnya terlalu lemah, sehingga orang bertopeng itu masih bisa memasukan tang ke dalam mulut ryeowook. orang bertopeng itu menjepitkan tang itu ke lidah ryeowook. lalu ia menarik dengan sekali tarikan keras lidah ryeowook. lidah ryeowook terlepas membuat darah berceceran di lantai. ryeowook berteriak keras. ryeowook mengerjap-ngerjapkan matanya. badannya bergerak tak karuan menahan sakit. ia tak dapat berbicara lagi.

orang bertopeng itu menjilati darah di lidah ryeowook yang telah terpisah dari badannya. lalu orang itu membuang lidah ryeowook sembarang. orang itu kembali tertawa. sekarang ia sudah tidak sabar untuk mengakhiri nyawa ryeowook. orang bertopeng itu menjambak rambut ryeowook yang sudah menjadi merah karena darah yang tergenang di lantai dan menyeretnya ke tempat yang agak luas di ruangan itu. lalu ia menjatuhkan kepala ryeowook, ia mengambil kapaknya, mengangkatnya tinggi-tinggi  dan mendaratkannya di perut ryeowook.

darah, dan daging bermuncratan. badan ryeowook mengejang. orang itu mengangkat tinggi-tinggi kapaknya lagi, dan kali ini ia mendaratkannya di leher ryeowook.

kepala ryeowook sukses terlepas dari badannya.kepalanya menggelinding. tapi orang bertopengitu belum puas, ia terus memotong-motong bagian tubuh ryeowook lainnya secara membabi buta. sekarang badan orang bertopeng itu penuh dengan darah dan daging ryeowook yang bermuncratan. ia tertawa puas.

akhirnya orang bertopeng itu menyelesaikan permainannya itu. ia mengambil kapaknya. lalu ia membawa kepala dan beberapa bagian tubuh ryeowook, membuat darah berceceran di lantai. ia berjalan menuju loker seseorang dan menggantungkan kepala ryeowook di depan lokernya dan menuliskan sesuatu dengan darah ryeowook. ia pun berjalan pergi dengan tertawa puas.

author POV end.

 

esoknya (17 oktober)

ha joon POV

aku bangun lebih cepat hari ini,karena aku ada jadwal piket. aku berangkat bersama heechul-ah. ia berjanji akan menjemputku. aku segera bersiap diri. heechul pun dtang.

“umma, aku pergi dulu.” aku berpamitan pada ummaku.

 

“ne, hati-hati di jalan.” ucap umma dari dapur. aku berlari kecil melewati taman depan rumahku.

 

“heechul-ah!” sapaku.

 

“annyong ha joon-ah. cepat nanti kau tidak sempat piket.” ia melemparkan helm padaku.

 

“nee.” aku memakai helm dan menaiki motornya. heechul melajukan motornya derngan kecepatan normal. dalam waktu 15 menit aku sampai di sekolah ku. aku di turunkan di depan gerbang. sedangka heechul memarkirkan motorrnya. aku memasuki sekolah, aku merasakan hawa yang tidak enak. dan tercium bau amis. sekolah masihsepi sekali. mungkin aku yang pertama datang. aku melewati ruang sains, dan betapa kagetnya aku melihat darah berceceran di lantai. dengan cept aku melihat ruang sains yang terlihat sangat berantakan, dan ada beberapa potong bagian tubuh?? tubuh siapa orang itu. aku mundur beberapa langkah dan menutup hidungku karena bau amis menusuk hidungku. akuberlari mengikuti jejak darah yang ada di lantai. jejak itu berhenti di loker yesung. aku melihat loker yesung dan menemukan hal yang tak dapat kupercaya. mataku terbelalak, aku mundur beberapa langkah.

 

“KYAAAAA!!!” aku berteriak dengan kencang dan terjatuh melihat semua itu.

 

TBC

 

yap akhirnya aku bisa menyelesaikan ff part 1 ini.  maaf klo kurang sadis atau garing. tapi gomwo yang udah baca. tinggalkan jejak yaa.. no silent reader! hehe

GOMAWO~~~

Advertisements